
Pagi datang, membuat dua insan yang sedang bergelung didalam selimut merasa tergangu. Mereka berdua membuka mata yang telah tertutup selama beberapa jam. Heri melepaskan pelukannya dari Risa dia bangun memakai baju, lalu pergi meninggalkan Risa yang matanya masih mengantuk. Tidak ada ucapan selamat pagi dari suaminya.
Risa melihat kepergian suaminya, seharusnya sebelum pergi Heri mengecup terlebih dahulu kening Risa ataupun mengucapkan selamat pagi.
Tubuh Risa terasa remuk, pinggang nya sangat sakit dan pegal, Heri menidurinya sampai semalaman penuh.
Risa kembali melanjutkan tidurnya. Walaupun ada perasaan sakit hati, dia merasa hanya seorang simpanan yang didatangi untuk memuaskan hasrat suaminya, lalu ditinggalkan setelah mendapatkan nyaa. Risa kembali terlelap meski hatinya sedang tidak baik baik saja.
...----------------...
Heri masuk kedalam kamarnya, dia menyesal karena semalam dia terbawa suasana hingga menggagalkan rencannya untuk menjauhi istrinya.
Di dalam kamar Anna sedang tidur nyenyak. Heri merasa tidak peduli dengan keadaan wanita itu. Heri masuk kekamar mandi. Air menggusur tubuhnya dari atas. Ada senyum terbit di Bibirnya saat mengingat kejadian malam tadi, bagaiman Risa menatapnya penuh puja.
Rasanya Heri ingin kembali menerkam istri nya itu.
Heri keluar dari kamar mandi dengan keadaan telah memakai pakaian kantor, Anna masih saja tertidur. Heri berjalan keluar kamar saat melewati kamar tamu Heri menolehkan kepalanya. Dia ingin kembali melihat wajah wanita yang menjadi istrinya itu, namun niat nya kembali di urungkan.
Heri turun dari tangga dan dan terlihat Den yang sedang duduk di ruang tamu, Melihat Tuan mudanya yang turun dari tangga, Den segera bangun dan membungkukkan badannya. Heri dan Den pergi ke kantor, Tanpa sarapan terlebih dahulu.
Di perjalanan pikiran Heri hanya tertuju pada Risa. Dia tidak mendengarkan Den yang dari tadi berbicara. Pikirannya hanya Risa dan Risaa.
Dikantor Heri disibukkan dengan dokumen yang setiap hari selalu menumpuk terus menerus.
......................
Risa terbangun kembali dan memaksakan tubuhnya untuk bangun dan mandi. Heri begitu jahat sampai tidak membiarkannya istirahat.
Di meja makan ada Anna yang makan terlebih dahulu, Anna menatap Risa dengan kebencian yang begitu dalam. Mereka makan dengan keadaan hening dan saling melirik satu sama lain.
Rutinitas Risa kembali lagi dengan menonton drama yang baru tayang, dia sekarang tidak ingin teriak teriak seperti kemarin. Risa tidak terlalu memerdulikan keberadaan Anna di rumah ini.
Biarkan saja wanita itu bicara sendiri. Risa merebahkan tubuhnya di ranjang dan menonton kembali drama itu. Risa berusaha lari dari pikiran yang menghantuinya.
Risa mengabaikan ketukan Anna dipintu kamar Tamu, dia tidak ingin kegiatannya di gangu oleh seseorang.
Anna yang kesal langsung saja membuka pintu yang memabg tidak di kunci.
"Apa yang kau lakukan kemarin malam dengan kekasihku" Anna langsung menyerbu Risa dengan berbagai pertanyaan. .
"Kami hanya melakukan apa yang seharusnya terjadi" Ucap Risa
"Pasti kau yang menggoda Heri kan? "
"Aku tidak menggodanya, itu keinginan suamiku" Ucap Risa, dia sangat ingin Anna segera keluar dia sudah muak melihat Anna.
"Tidak mungkin, Heri tidak akan mengkhianati ku, kau yang menggodanya. Awas saja aku akan membuat mu di usir dari rumah ini" Anna langsung keluar dari Kamar Tamu dengan perasaan marah.
...----------------...
Bab Paling enggak bangett