Greagatta

Greagatta
BAB 2 Lamaran?



Mobil mewah Heri sudah berhenti diparkiran sebuah Club Malam di kota bahkan Club tersebut paling besar yang ada di negaranya.


Langkah panjang dan tegap milik Heri masuk ke dalam Club langsung masuk ke ruang VIP dengan tampang angkuh dia menendang pintu hingga terbuka dia diam duduk sambil meminum alkohol dalam sekali tegukkan.Hanya minum alkohol sampai habis untuk melepaskan masalah yang tak berujung,tatapan nya merawang ke atas entah memikirkan apa. Entah berapa botol yang telah di minum hingga dia menelepon asinten pribadinya Den untuk menjemput


◌◌◌⃝◌◌⃝◌⃝◌◌⃝◌


Risa pulang dari kantor dengan jalan kaki karena dia harus menghemat uang untuk dikirim ke kampung yang akan diberikan kepada ibunya dan adik laki laki yang masih SMP hingga ia tidak baik bus ataupun taksi.


Walau lelah pulang pergi jalan kaki dia hanya bisa sabar mengingat ibu dan adiknya Rezka lebih membutuhkan uang itu.


Dia kadang merasa malu saat ditanya apa pekerjaannya saat ini, ada rasa malu saat orang desa tersenyum sinis ketika tau dia hanya bekerja sebagai OB. Tapi rasa malu itu dia tepis karena jika mengandalkan malu dia tidak akan bisa hidup. Lagipula orang yang mengejeknya saja tidak bisa membiayai hidup Risa dan keluarga nya.


Jika dia hanya lulusan SMA tapi adiknya harus bisa sampai kuliah. Lelah harus dia mati rasakan demi melihat orang yang disayang tersenyum bahagia.


setelah sampai dikossan walau lelah dia menyempatkan menelepon orang tuanya, dia merindukan suara Ibunya yang begitu lembut. Dia mengangkat Handphone yang sudah usang dengan layar nya yang sudah pecah tapi masih bisa digunakan.


"Halo Bu" Ucap Risa


"Halo teh, gimana kabar disana baik? " Ucap wanita paruh baya kepada anak gadisnya


" baik, Rezka ada masalah tentang bayaran sekolah ga Bu? " ucap Risa


"Kamu jangan mikirin biaya Rezka Ibu masih bisa cari kerjaan. Kamu juga pikirkn diri kamu disana. Makan yang benar jangan cuman sama telur aja kamu juga harus punya gizi biar ga sakit di kota orang"


"Iya bu nanti Risa ganti menu makannya sama


yang enak Hehehe.. "


"Iya Teh kamu sering sering makan enak biar sehat.. Ibu tutup yah mau tidur dulu.. "


"Iya Bu" sambungan terputus.


Risa lalu membaringkan tubuh nya di kasur lantai yang tipis lalu tidur setelah mengganti baju dan mandi. Hari esok masih panjang dan dia harus kuat akan hal itu


◌◌◌⃝◌◌⃝◌⃝◌◌⃝◌


Dia mulai bekerja untuk membersihkan toilet dan menyiapkan keperluan atasannya nanti. Hari sudah makin siang dan orang orang sudah berkutat dengan pekerjaan nya.


"Risa buat kopi lalu antarkan ke ruang CEO"


"Baik Bu" Ucap Risa pada seorang wanita yang berpropesi sebagai sekertaris di sana. Risa dengan cekatan membuat kopi dengan telaten. Risa lalu mengantarkan kopi itu ke Lantai atas dengan hati hati. Dia meja sekertaris dia melapor kalau Kopi nya sudah jadi.


"Kamu langsung bawa Masuk ke ruangan Pa Heri" Ucap Sekertaris Linda.


"Baiklah bu Saya permisi"


Tok


Tok


Tok


Risa membuka pintu pelan lalu membungkuk kepada Heri.


"Pa ini kopi yang sudah Bapa pesan" ucap Risa sopan sambil menundukkan kepala karena tidak sanggup di tatap tajam oleh bos nya.


"Bawa Kesini"Suara Heri begitu terdengar serak


Risa hanya berjalan pelan lalu meletakkan di meja. Sebelum akan pergi suara Heri menghentikan pergerakakan nya.


"Apa Kau mau menikah dengan Saya" Ucapan Heri begitu membuat Risa sangat terkejut dia membalikkan badan saat mendengarnya.. mata nya sudah membulatkan mata


"Saya Mau kalian like dan komen hihihihi"


...*ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ini novel pertama saya. sering gagal buat cerita jadi agak amburadul tulisannya.


Kalau ada Typo kasih tau yaa