Greagatta

Greagatta
Bab 7 Sarapan Bersama



Resepsi pernikahan sedang dilakukan hari ini. Risa merasa risih saat para wanita menatapnya sinis karena bisa bersanding dengan Seorang Heri pengusaha kaya raya.


Pernikahan keduanya diadakan dengan sangat megah, para kolega Dan rekan bisnis Heri datang menghadiri pernikahan itu. namun pihak keluarga Risa tidak ada yang datang. Ibu sedang sakit dan Rezka harus menjaga nya, mereka hanya mendoakan Pernikahan Risa dan Heri.


Waktu berlalu sekarang Risa sedang berada di dalam mobil bersama seorang supir yang melaju kan mobil ke arah Rumah Heri. Sedangkan Heri dia berada di mobil yang lain entah karena apa dia tidak mau satu mobil dengan Risa.


Saat masuk Rumah Heri lagi lagi dia mendapat tatapan tak mengenakan dari para pembantu. Lalu datang pria paruh baya yang menghampiri Risa yang sedang membawa koper kecil sisa koper yang lain di bawa oleh supir Tadi.


"Saya antar Nona ke kamar Tuan Muda" Ucap kepala pelayan.


Risa hanya mengikuti pria paruh baya itu. Setelah menaiki tangga dia tertegun saat melihat kamar Heri yang lebih dari kata Mewah. Kamar dengan Cat putih dan emas membuat kamar itu seperti sebuah kamar di negeri dongeng saja.


Setelah di jelaskan semua isi kamar oleh kepala pelayan Risa langsung merebahkan tubuh nya di sopa kamar ketika melihat kepergian kepala pelayan. Tak terasa Mata Risa tertutup saking kelelahannya.


Pintu terbuka hingga muncul lah seorang Pria berjas putih masuk ke kamar lalu melihat keberadaan Risa yang sedang tidur tanpa ada niat memindahkan tubuh ringkih itu di kasur king size.


Malam pertama yang seharusnya mereka lewati malah tidak terjadi karena kedua orang itu sedang mengalami kelelahan.


Mereka berdua telah terlelap dalam mimpi masing masing.


Sedangkan di luar kamar Lebih tepatnya area dapur. Pelayan pelayan yang tidak menyukai kehadiran Risa langsung mencari cara agar wanita sialan itu segera keluar dari rumah.


"Lihat lah wajah sombong wanita itu saat menginjakkan kaki di tempat ini" Ucap Sela salah seorang pembantu yang begitu terobsesi kepada Heri Ah ralat Maksudnya harta Heri.


"Kita jebak saja dia agar Tuan Muda benci sama wanita itu" Ucap salah satu pembantu sekaligus teman sela.


Pagi datang membuat Risa bangun untuk melakukan ibadah subuh. Tubuh nya terasa remuk karena tidur diatas sofa dan belum terbiasa.


Risa melihat dari kasur yang berantakan namun tidak ada satu ekor Mahluk pun disana.


Tidak ingin peduli Risa mengambil Wudu dan Shalat. Setelah melakukan ibadah Risa perlahan membuka pintu sambil menengok kesana kemari mencari keamanan.


"Sedang apa kamu di sana?" Suara bariton tegas milik Heri membuat bulu kuduk Risa langsung berdiri.


"Hanya keluar kamar saja Tuan" Ucap Risa menunduk.Hey Risa jangan menunduk kau akan terlihat lemah.


"Ini untukmu, pakai itu dan buang Handphone lama mu itu" Ucap Heri kepada Risa. Jangan lupakan tampang sombongnya saat memberikan itu begitu Tampan.


"Terimakasih" Ucap Risa senang.


"Turun dan makanlah" Heri langsung pergi meninggalkan Risa untuk turun kebawah untuk sarapan.


Risa berjalan dengan perlahan menuruni tangga. Di meja makan hanya ada Heri yang sedang duduk terdiam saja.


Risa duduk dan mengambil makanan untuk dirinya sendiri dan langsung melahap makanan tanpa beban. Ingat Tanpa Beban.


"ekhemm" Suara deheman Heri membuyarkan Risa yang sedang makan. Saat makan Risa melihat Heri yang menatapnya tajam. Ada apa?


Mata Heri menatap Risa lalu menatap piring yang kosong miliknya yang belum terisi Apapun. Risa yang peka langsung mengambilkan makanan pada Heri. Kenapa ga bilang langsung sih. Risa terdiam melihat Heri yang langsung makan tanpa menatap tajam dirinya lagi.