
Risa merasa senang karena ibunya telah menjalani operasi hingga berjalan lancar tanpa ada kendala keuangan lagi. Adiknya begitu senang karena sang Ibu telah sadar. Risa ingin pulang melihat Ibu nya tapi karena ada janji dengan Heri terpaksa Risa menunda kepulangan nya.
Sekarang Risa sedang duduk di kursi kemudi mobil Milik Heri yang Sekertaris Den yang menjadi supir.
Tak ada percakapan dari keduanya. Entah perasaan nya saja. Tapi Sekertaris Den menatap nya dengan tatapan tak suka hingga membuat Risa merasa canggung untuk memulai percakapan.
"Jaga sikap anda dihadapan keluarga Tuan Muda. Saya tidak tau reaksi keluarga Tuan Muda saat melihat anda. Pasti kan sikap anda tidak membuat orang orang tidak nyaman jika tidak ingin merenggang nyawa ditangan mereka" Ucapan Sekertaris membuat bulu kuduk Risa berdiri. Apa dirinya akan tertindas oleh keluarga si Tuan Muda menyebalkan itu.
"Baiklah"Cicit Risa. Pura pura lemah
Semua wanita sama saja hanya menginginkan uang Batin Den
Hingga tibalah keduanya di sebuah rumah Ah ralat ini istana yang ada di cerita dongeng penghantar tidur. Dan Risa akan menjadi nyonya rumah ini.
Jarak halaman depan rumah menuju pintu masuk membutuhkan waktu 5 menit kalau berjalan Kaki dengan agak berlari. Saat menginjakan kaki di pintu Risa begitu gugup banyak nya orang yang memperhatikannya.
"Silahkan duduk Nona" ucap pelayan wanita ramah sambil tersenyum tapi tatapan nya begitu merendahkan membuat Risa gugup.
Walau Risa baru duduk tapi semua orang menatap nya dengan tatapan tidak suka.
"Apa pekerjaan mu? " Ucap wanita paruh baya yang masih saja terlihat awet muda.
"Saya bekerja sebagai pengamat keindahan di perusahan Tuan Heri, nyonya" Ucap Risa tanpa ragu.
"Heri emang ada pekerjaan tak berguna itu di perusahaan mu? "Ucap Nyonya Helena.
"Tidak ada" ucap Heri ketus. Risa hanya menelan ludah melihat reaksi calon suaminya itu. Risa menangkap tatapan tidak suka yang disayangkan Nyonya Helena kepadanya.
"Sekarang bilang pekerjaan mu apa?!! " tenang tapi sudah bisa dipastikan bahwa dia sedang menahan kesal.
Sebelum menjawab dia melihat posisi Heri yang terlihat tidak peduli.
"Saya hanya OB nyonya" Nyonya Helena hanya melihat Risa dengan Sinis.
"Dasar penjilat Sialan" ucap Nyonya Helena kepada Risa. Dia mengambil tas lalu pergi diikuti Ayah Heri yang dari tadi diam saja. Nyonya Helena berjalan begitu angkuh. Sekarang Risa tau sipat angkuh Heri menurun dari siapa.
Risa begitu sakit hati mendengar hinaan itu. Hatinya masih lemah saat ada orang menghina nya.
"Kita menikah seminggu lagi. Den antarkan dia" Ucap Heri lalu meninggalkan kami berdua. langkah ku hanya menunduk mengikuti langkah Sekertaris Den.
setelah sampai di kos Risa langsung berbaring di kasur sembari menangis memikirkan kehidupan nya esok hari.
...----------------...
Tak terasa waktu berlalu dengan cepat. Sekarang hari pernikahan Heri dan Risa. Hari pernikahan yang seharusnya di rayakan satu keluarga tidak dirasakan olehnya. Ibu dan adiknya tidak hadir dalam pernikahan itu.
Karena Ayah Risa telah meninggal dunia maka pernikahan di jalan kan oleh Wali hukum. Dan sekarang Larissa Candra telah sah menjadi Istri Tuan Muda Jonhery Abraham Pattinson. Air mata tak bisa Risa bendung saat mengetahui bahwa statusnya telah berganti. Ada sebuah fakta baru bahwa suaminya tidak punya agama. Dengan keyakinan Heri masuk ke agama Risa lalu melangsungkan akad pernikahan dengan begitu sakral. Tapi walau suami nya sudah masuk agama Risa, entah kenapa dia merasa bahwa dia akan mengalami penderitaan setelah pernikahan ini.