Greagatta

Greagatta
BAB 4 Tentang Risa



Flasback On


Namaku Larissa Candra. lahir dari keluarga miskin membuat ku tau bagaimana menyiksanya dunia bagi kami yang kurang mampu dalam segala materi. Hidup merantau diperkotaan begitu menyesakkan. Dimana anak seumuran ku pergi kuliah menggapai Mimpi, aku malah bekerja dengan atasan yang agak kurang ajar.


Setiap saat dibentak, dihina dan dicaci. Walaupun terus seperti itu aku masih sering sakit hati. Mental ku akan begitu lemah saat dibentak.


Ketika aku lelah saat menanggung semua pekerjaan menyesakkan ini aku selalu teringat adik ku yang selalu bercerita dia ingin kuliah. Dan dari sanalah aku mempunyai semangat berjuang.


"Kakak akan menyekolahkan mu Rezka" kata kata itulah yang sering kuucapkan jika merasa akan menyerah disini saja.


Sejak masih sekolah dasar aku sudah ditinggalkan. oleh ayah, saat itu ayah sedang kerja bangunan saat dia bekerja di atas gedung untuk mengecat dinding tiba tiba tali pengaman ayah ku putus hingga ayah ku merenggang nyawa. Ayah adalah pahlawan ku namun tuhan terlalu menyangi ayahku hingga dijemput oleh Sang maha Kuasa.


Lalu ibu menggantikan posisi ayah sebagai pencari nafkah. Setiap hari selalu keliling mencari baju baju warga yang ingin dicuci memakai jasa Ibu. Tangan ibu sudah sangat kasar karena bekerja, selain buruh cuci Ibu selalu bekerja di kebun Bapak Lurah untuk mengupas bawang yang sudah siap panen. Melihat kegigihan ibu mencari uang untuk kami Bertiga menjadikannya sebagai motivasi bagiku.


Pernah suatu ketika saat kami tidak punya uang dan ibu hanya bisa membeli Mie instant satu saja. Mie instant itu Ibu belah menjadi dua Satu belah untuk di makan sekarang sisa nya untuk dimakan besok. Tapi entah kenapa itu makanan yang enak karena kebersamaan dan rasa lapar yang membuat Mie itu begitu enak di makan kami bertiga.


Setiap pulang sekolah aku sering membantu Ibu, sedangkan Rezka dia selalu bekerja mencari rumput untuk kambing peternakan milik Pak Sugiman.


Lulus SMA aku merantau ke kota untuk menambah pencaharian keluarga. Aku pernah melamar dipabrik baju namun ditolak dari pabrik satu ke pabrik lainnya masih sama jawabannya, aku ditolak untuk bekerja disana.


Sampai akhirnya aku ditawari teman satu kos untuk bekerja jadi OB, kebetulan teman satu Kos ku bekerja di sana dan memang ada lowongan hingga aku diterima.


Hingga tiba tiba saat aku akan mengantar kopi pada CEO perusahaan tempat ku bekerja, aku dilamar dengan sangat berbeda dari orang biasanya. Dilubuk hati yang terdalamkan aku begitu senang. Siapa yang tidak mau menikah dengan pria kaya dan tampan. Tapi di titik kecil hatiku, aku merasa takut kalau dia hanya memanfaatkan ku. Dan lamarannya hanya sebuah candaan.


Flasback off


Drittt


Dritttt*


Suara dering HP membuatku langsung menghentikan kegiatan mengepel. Kulihat nomor Ibu menelepon.


"Halo bu gimana kabarnya?"


"KAK IBU KAK.. IBU...IBU SEKARANG SAKIT KAK, dan harus segera di Operasi... Tapi Rezka ga punya uang....Hikss Hikss"


Rasa nya seperti ada petir menyambar tubuhku tidak percaya bahwa ibu yang selalu tersenyum dan berkata lembut sedang sakit keras sekarang.


"Sekarang kamu kasih tau kakak kenapa ibu Bisa gitu"


"Tadi Rezka abis nyari rumput buat kambing pak Sugiman. saat Rezka mau mandi. Ibu udah pingsan, Rezka khawatir ibu kenapa napa, karena Ibu sering Deman tinggi, dan selalu sakit perut. Rezka takut... ibuu... kaya.. ayah ning.. galin rezka.. "


"Kamu jangan ngomong gitu. Berapa biaya Operasi ibu de? "


"70 juta kak"


"A-PAAA"