Greagatta

Greagatta
BAB 15 Salah Paham



Risa pulang dengan perasaan hampa, didepan pintu sudah ada Sella yang menunggunya dengan wajah khawatir.


"Nona,,, nona habis dari man,,,"Sella menghentikan ucapannya saat melihat Risa sedang dalam keadaan tidak baik baik saja. Perasaan Khawatir datang kepada Sella saat melihat mata Risa agak sembab seperti habis menangis. Merasa canggung ingin bertanya apa yang terjadi, Sella hanya menuntut langkah Risa menuju kamar lalu dia hanya bisa melihat pintu yang ditutup oleh Risa.


Ada apa dengan Nona Muda, kenapa wajahnya begitu terlihat pucat dan mata nya memerah. Batin Sella


***


Sudah seminggu Heri tidak pulang pulang, tak sekalipun Pria itu menelepon. Risa juga malas mencari tau kenapa Heri jarang pulang. Karena dia tau bahwa suaminya itu sedang bermesraan dengan kekasih masa lalunya itu.


Ada perasaan Rindu, biasanya saat membuka mata dia akan melihat Heri yang terlelap terlihat begitu tampan. Namun pria itu sama sekali belum pulang. Pasti Dia sedang bermesraan dengan Wanita itu


Walaupun Risa berusaha agar tak peduli, tapi hatinya masih merasakan sakit saat mengingat kejadian dirumah sakit itu. Terkadang air mata terus saja turun, Risa yang baru pertama kali jatuh cinta tapi sudah merasakan bagaimana sakit hati, membuat hatinya yang masih labil ini merasakan perasaan yang begitu sakit.


Tiba tiba pintu Kamar diketuk berkali kali dari luar, Risa dengan cepat menyeka air mata yang terus turun. Terlihat Sella sedang menunggu pintu kamar terbuka..


"Nona!! Tuan Muda sudah pulang Mobil nya baru melewati gerbang Ayo nona sambut juga kedatangan Tuan Muda" Risa tersenyum saat mendengar ucapan Sella, Dia merasa senang karena pria yang dia rindukan sudah pulang. Risa berlari menuruni tangga membuka pintu untuk menyambut suaminya.


Kepala pelayan juga sepertinya akan membukakan pintu untuk Tuan Mudanya itu. Risa sudah bersiap memberikan senyuman paling manis kepada Heri. Walaupun dia masih merasakan sakit akibat perbuatan pria itu tapi dia tidak menampik ada rasa Rindu dan Cinta yang masih melekat di hati Pria itu.


Pintu telah dibuka oleh kepala pelayan. Risa tersenyum saat melihat Heri turun dari mobil dengan begitu gagah. Tapi senyum Risa langsung pudar saat matanya menangkap seorang Wanita juga turun dari mobil dengan dibukakan pintu oleh Den.


Tiba tiba telapak tangan Risa digenggam oleh Sella, Risa melihat bahwa Risa menunjukkan tatapan terkejut sama seperti dirinya.


Jadi benar selama seminggu ini Heri bersama dengan Anna. Anna berjalan disamping Heri, tampak seperti sepasang kekasih yang serasi.


Risa berusaha tersenyum berpura pura tidak tau dengan hubungan mereka berdua. Risa tersenyum manis kepada Anna tanpa melihat Heri, dia sungguh kesal untuk melihat wajah Suaminya itu.


Heri menatap tajam Risa karena tidak tersenyum kepadanya.


"Aku baru melihatku pertama kali di rumah ini. Siapa kamu?" Anna bertanya kepada Risa.


Aku istri pria yang sedang kau gandeng itu. Batin Risa geram


"Dia.. " Tampak keraguan Heri untuk menyebutkan status Risa dirumah ini di hadapan Anna


"Dia istriku"Ucapan Heri membuat Anna langsung membulatkan matanya. Merasa tidak percaya. Namun karena Anna egois dia tidak akan berhenti mencintai Heri walau tau pria itu sudah memiliki Istri dia harus merebut Heri kembali.


Risa merubah raut wajahnya menjadi pura pura bodoh, dia bertanya kepada Den siapa wanita itu.


"Den, siapa wanita itu" Ucap Risa saat Den sudah duduk di sofa ruang tamu.


"Anda akan tau Nona" Ucap Den tanpa menjawab berbagai pertanyaan Risa kembali..


"Apakah itu sepupunya?!! " Tanya Risa penuh penekanan, ingin memperbagus aktingnya


Den tidak memjawab dia hanya menatap Risa tanpa bicara apapun. Tapi tatapannya seperti menunjukan kasihan


Heii, tidak usah menunjukkan tatapan kasihan itu, aku tidak butuh. Batin Risa


Risa pergi meninggalkan Den yang hanya diam terus tanpa bicara apapun lagi. Risa pergi menuju taman belakang Rumah, Risa duduk dibangku taman dengan tatapan kosong, Dia marah kenapa Heri membawa Anna kerumah ini padahal disini ada Istrinya. Apakah saking tidak berartinya pernikahan ini dipikiran Heri.


Risa sudah muak untuk menangis lagi, ini bukan waktunya menangis, dia harus memikirkan bagaiman jika Heri menendangnya dari Rumah ini. Dia harus mencari pekerja kembali. Tapi bagaimana mencari pekerjaan dia hanya lulusan SMA yang masih belum tau apa apa.


Dirinya harus mencari pekerjaan jika suatu saat diceraikan dia bisa memiliki uang yang cukup untuk hidup nya menjadi janda.Astaga Menjadi Janda di usia yang muda.


Risa membuka Handphone nya dia melihat lihat film yang akan dia tonton untuk melepas rasa lelahnya.hingga di sebuah drama komedi romantis, Risa mengklik drama itu.


Baru juga mulai Drama nya Risa sudah senyum senyum sendiri, Risa merebahkan tubuhnya dikursi taman, untuk cuaca tidak terlalu panas hingga Risa tidak merasa silau saat kepala nya menghadap langit.


Risa bahkan sampai tertawa kencang saat melihat adegan yang menurutnya begitu lucu. Risa terlihat tidak seperti wanita yang memiliki beban di hatinya..


Para pelayan yang melihat Risa tertawa tawa langsung mengerutkan kening, bukannya Suaminya itu membawa wanita lain kerumah, kenapa Nona mudanya itu tidak terlihat sedih sama sekali. Jika mereka yang menjadi Risa pasti sudah menangis sangat keras, bukannya tertawa tawa.


Risa terkejut saat Hari sudah mulai senja dia sangat keasikan maraton nonton drama sampai lupa waktu. Dia bergegas masuk kedalam rumah dengan berlari saat akan membuka kamar dia menghentikan telapak tangan nya saat akan membuka pintu. Dia ingat kembali bahwa ada Wanita lain di dalam kamar bersama suaminya. Tidak ingin mengganggu. Risa kembali turun dari tangga. Risa tadinya ingin mengisi daya baterai dikamar akan dia urungkan kemabali niatnya itu.


Langkah Risa terhenti saat melihat Heri dan Anna sedang makan dimeja makan Anna dan Heri menolehkan kepala saat Risa berhenti melangkah. Sekarang yang ada dipikiran Risa adalah Kamar Kosong dengan secepat kilat Risa langsung berlari meninggalkan Dua orang itu. Dia harus cepat mengambil pengisi daya sebelum dua orang itu selesai makan. Dia masih penasaran kelanjutan drama itu, dia tidak melanjutkan maraton Dramanya itu karena baterai Handphone sudah akan habis


Namun berbeda dengan Heri, dipandangannya Risa saat ini sedang cemburu makanya wanita itu berlari meninggalkannya. Senyum Tipis terbit di bibir Heri memikirkan Risa yang cemburu. Begitu juga dengan Anna dia tersenyum jahat usahanya untuk merebut Heri sepertinya akan berhasil..


Padahalkan😭


Happy Reading