
Setelah berjalan lumayan lama, akhirnya kita berdua, aku dan Andra sampai di depan gerbang kota Edman. Dikelilingi tembok setinggi 10 meter. Di depan gerbang berjaga dua orang dengan dada dan pundak dilindungi besi, topi seperti mangkuk, membawa pedang di pinggang kiri mereka. Mereka penjaga kota.
"Berhenti! Kalian berdua."
Salah satu penjaga menghalangi saat kami sudah didepan gerbang. Dia dan satu penjaga lain mendekati kami lalu mengacungkan pedangnya ke arah kami. Perasaanku tidak enak.
"Kami akan memeriksa kalian terlebih dahulu, apakah membawa barang berbahaya atau tidak."
Mereka lalu menyarungkan pedang dan salah satu dari mereka mulai menggeledah ku, dia tidak menemukan apapun dariku, apa aku akan ditahan jika kayu pemukul yang kupakai tadi tidak kubuang.
Saat aku sudah selesai diperiksa, penjaga yang satu nya ingin mulai menggeledah Andra, muka nya terlihat mesum, sepertinya ada maksud lain di pikirannya.
*Plak…
Penjaga mesum itu dipukul kepalanya dari belakang dengan pedang yang masih disarungi.
"Kan sudah kubilang, mesum. Untuk pengunjung wanita biar wanita juga yang lakukan."
Seorang wanita dengan pakaian penjaga menghampiri kami. Penjaga dengan tatapan mesum itu lalu menyesal dan pergi meninggalkan kami.
"Kamu, ikut aku."
Andra berjalan mengikuti penjaga wanita.
"Hm… apa kalian selalu mengadakan pemeriksaan ketat seperti ini."
Aku bertanya ke penjaga saat Andra sudah pergi.
"... Tidak, baru-baru ini. Jika kalian baru pertama kali kesini, ini jadi pengalaman buruk untuk kalian. Di dalam kota sedang ada perselisihan antara pemerintah dan revolusioner.
Untuk sekarang anggota revolusioner masih belum melakukan serangan apapun setelah serangan pertama mereka satu bulan lalu, tinggal menunggu waktu saja sampai terjadi serangan berikutnya. Maka dari itu kami para penjaga mulai memeriksa semua pengunjung, apakah dia membawa barang mencurigakan atau tidak."
Andra dan penjaga wanita datang setelah penjaga di depanku selesai bercerita.
"Oke, kalian berdua aman."
Kedua penjaga itu lalu menegakkan diri dan berkata bersama-sama:
"Selamat datang, di kota Edman. Ibukota Eus Trama, Negeri Kelahiran Pahlawan."
Aku dan Andra berhasil memasuki gerbang kota. Pertama kali melihat ke dalam membuat mataku sangat bahagia. Bangunan terbuat dari batu dan kayu, sederhana namun elegan dan kokoh. Istana besar terlihat jelas dengan menghadap ke arah gerbang, benar-benar terlihat seperti kota fantasi. Orang-orang berjalan dan saling menyapa satu sama lain. Banyak para penjual disini, mungkin untuk mengincar pengunjung. Sungguh kota yang mencerminkan dunia fantasi.
"Inilah kota Edman. Aku sudah mengantarmu, berarti tugasku selesai. Sepertinya di depan sana ada papan besar bergambar peta kota ini, coba kamu kesana dan temukan tempat yang kamu cari… artinya kita pisah disini."
"Oh, benar juga, makasih, Andra."
Setelah puas terlarut dalam pemandangan fantasi, Andra berbicara padaku dan meminta agar kita jalan terpisah.
'Hmph, satu lagi kebodohan dari Iky. Kenapa kamu melepaskan dia.'
Kenapa? Dia kan sudah selesai mengantar kita.
Jamiel mulai berbicara setelah aku sampai di depan papan dengan gambar peta kota sendirian. Kita bisa tahu semua lokasi dari peta tersebut, kota yang dilindungi tembok besar berbentuk trapesium, bagian atas yang mengerucut adalah letak istana dan bagian tengah terlihat kosong, sepertinya itu lapangan kota.
Sekarang, kemana tujuan kita selanjutnya?
'Pergi dari sini ke Baratta lumayan memakan waktu dan berbahaya, maka dari itu kita harus mencari rekan untuk berpetualang bersama. [Serikat Petualang] solusinya.
Harus nya kamu ajak Andra untuk menjadi rekanmu. Tapi kamu malah membuat dia pergi. Dasar. '
Itu tidak akan terjadi, aku akan mengajak semua rekanku berjenis kelamin laki-laki. Perempuan makhluk yang lemah. Aku tidak mau saat di perjalanan selalu melindungi mereka.
'Oi homo. Aku tahu di bumi memang seperti itu. Tapi itu berbeda di dunia fantasi seperti ini.'
'Biar kuberitahu, siklus di dunia fantasi berbeda, perempuan lebih kuat dan lebih banyak dari laki-laki, percaya padaku karena aku juga perempuan. Laki-laki tidak berguna disini.'
Tolong nyonya, lawan bicaramu ini merasa tersinggung loh.
'Intinya ajak perempuan untuk masuk kelompokmu, jika perlu cari Andra dan ajak dia, kita membutuhkan dia jika bertemu monster astral. Dengan kekuatannya aku yakin dia bisa mengalahkan semua monster dengan mudah.'
… apa kita bisa bahas masalah itu nanti, aku lapar sejak dari dalam hutan. Apa yang harus aku lakukan untuk melayani perutku ini.
'Yah, pakaianmu juga terlihat mencolok di dunia ini, kita harus segera menggantinya juga. Ayo cari uang.'
Kamu berbicara seolah itu mudah.
'Setelah mendaftar di serikat, kamu sudah resmi menjadi petualang. Menjalankan misi serikat satu-satu nya pekerjaan karena para petualang harus bepergian ke berbagai tempat. Hasil misimu bisa diserahkan ke serikat petualang di kota lain juga.'
Setelah itu aku pergi ke serikat petualang di kota. Lokasinya sudah ditandai di peta kota, lokasi tersebut ditandai dengan huruf G pada peta.
"Selamat datang di serikat kota Edman. Ada keperluan apa anda kemari?"
Wanita cantik di meja resepsionis menanyakan keperluanku saat aku sampai dan masuk ke tempat serikat.
"A-aku ingin mendaftar."
Suasana disini tegang sekali, orang-orang yang berada di dalam serikat mempunyai mata tajam dan serius semua. Aku sedang di dalam tempat serikat atau sarang bandit? Di dalam sana memang disediakan meja bundar dan kursi untuk para anggota istirahat atau makan minum sesuatu. Ternyata ada restoran juga didalam sini.
Wanita resepsionis itu memberikan selembar kertas, ukurannya A4 dan sebuah kayu kecil panjang dengan arang di ujungnya.
"Kalau begitu silahkan isi formulir ini, isi dengan benar yah."
Aku mengambil kertas dan kayu itu lalu mengisinya ditempat. Tulisan kertas itu intinya menanyakan tentang identitas dan [Job System] ku. Karena aku tidak punya job, jadi aku menulisnya 'Petualang' saja. Dan terakhir tentang detail kekuatanku. Lagi-lagi aku kurang tahu pasti dengan kekuatan baru ku ini, jadi aku menulisnya 'Panca Indra' saja.
Wanita resepsionis mengambil kertas ku dan membawanya ke dalam. Kurang dari 1 menit dia meninggalkan ku akhirnya datang lagi dengan membawa gelang perak.
"Biar ku jelaskan. Ini adalah gelang petualang, tanda pengenalmu sebagai anggota serikat. Di bagian dalam gelang tertulis namamu, lalu di luarnya tertulis peringkat mu. Sekarang peringkat mu masih E seperti tulisan ini. Tapi setelah kamu cukup kuat dan mengikuti ujian naik peringkat, maka peringkat kamu akan naik secara bertahap.
Ingat, kamu hanya bisa mengambil misi sesuai peringkat mu, bahkan jika kamu ketahuan menukar misi dengan orang yang berperingkat lebih tinggi darimu, kamu akan terkena sanksi yang berat.
Kalau begitu. Ku ucapkan selamat, kamu sekarang menjadi anggota serikat. Semoga dewi pahlawan Jamiel melindungimu."
Setelah mendengarkan penjelasan wanita resepsionis, aku memakai gelang itu dan menuju papan besar yang di tempel banyak kertas. Kertas tersebut disusun dari kiri ke kanan, itu artinya dari peringkat E ke A.
Hei, Jamiel. Kenapa dia tadi menyebut namamu?
'Bukannya sudah jelas. Itu karena aku lahir di negeri ini. Kapan-kapan aku akan mengajarimu tentang para dewa dewi di setiap negara.'
Ya, baiklah, sekarang kita fokus mencari uang dulu saja.
Aku melihat-melihat kertas yang di tempel.
'Karena kamu baru masuk serikat, misi paling mudah adalah mengalahkan 3 Gamma Bunny. Tapi percuma untukmu karena kamu sudah tidak bisa mengambil kekuatan nya lagi.'
"Hm… bagaimana kalau ini."
Aku menemukan misi yang menarik perhatian ku. Lalu aku mencabutnya dari papan dan membacanya dengan teliti.
'Nah, ini misi yang oke. Mengalahkan 3 Great Rajungan di danau Abto, itu terletak di selatan kota Edman, tidak terlalu jauh.'
Tunggu, rajungan ada di danau? Terserah lah, lagipula hadiahnya lumayan. Dengan mengalahkan 3 rajungan dan membawa nya aku bisa mendapatkan 150.000 Upir.
Upir adalah nama mata uang di dunia ini, kurs nya hampir sama dengan rupiah di Indonesia, jadi 150.000 Upir sama dengan 150.000 Ripuah. Setidaknya begitulah kata Jamiel. Lumayan untuk biaya awal.
'Kalau begitu sudah ditentukan oke, ayo berangkat. Petualangan mu yang sesungguhnya baru akan dimulai.'