Going To Another World Only Relying On Five Senses

Going To Another World Only Relying On Five Senses
Chapter 1



"Oi, bangun, kamu ini benar-benar seperti kerbau."


Suara wanita yang terdengar asing di telingaku, aku hanya bisa mendengarnya karena mataku masih sepenuhnya tertutup. 


Karena kesadaranku mulai pulih, aku mencoba membuka mataku. 


Selain suara wanita, sepertinya tempatku bangun juga terlihat asing bagiku. Aku menggosok-gosok kedua mataku dengan tangan agar menjelaskan padangan. Ternyata benar, ini tempat yang benar-benar asing buatku. 


Aku bangun di lantai yang seperti papan catur berwarna putih dan coklat, tempatnya luar biasa luas sampai aku tidak bisa melihat tembok, mungkin memang tidak mempunyai tembok. Langit yang gelap dan polos, seperti malam hari tanpa bulan dan bintang. Tempatnya sedikit berkabut.


Seorang wanita cantik memakai zirah minim dan bersayap putih besar seperti merpati sedang berdiri dan membungkuk sambil menaruh tangan kanannya di depan mulut, seperti orang yang berbisik kearahku yang tertidur telentang. 


"Oh, akhirnya bangun juga. Memanggilmu kesini dan menyembuhkanmu saja sudah melelahkan, jangan membuatku lebih lelah lagi dengan berteriak dong.


Ya, tapi mau bagaimana lagi. Aku memanggilmu disaat seperti itu sih."


Wanita cantik itu lalu melompat mundur agar memberikan ku ruang untuk bangun dan duduk di lantai.


"Aku… dimana?"


"Akan ku jelaskan… Saat kamu tertabrak mobil aku langsung memindahkan mu ke Linked Room ini dan menyembuhkanmu. Ah, Linked Room adalah ruangan untuk membuka gerbang antara Bumi dan Gazpadia. Aku membawamu kesini untuk menyuruhmu masuk dunia Gazpadia dan menemukan tubuhku… Dari sini paham?"


Li-Linked Room? Gazpadia? Wanita ini bicara apa? 


"Tu-tunggu tunggu, tolong jelaskan lagi, kali ini dengan bahasa manusia."


"Apa menurut mu dari tadi aku menggunakan bahasa kodok… Aku tahu otakmu hanya sebesar jangkrik, tapi gunakan lah."


Sialan, apa wajah cantik ini boleh ku pukul. Nada wanita cantik itu tiba-tiba berubah menjadi sombong. 


"Baiklah, karena aku orang yang baik. Kamu saja yang menanyakan apapun kepadaku. Silahkan."


Dengan bangga wanita itu mengibaskan rambutnya yang panjang dan berwarna perunggu mengkilap. 


Aku berpikir, kalau diingat-ingat ada banyak sekali pertanyaan yang ingin ku katakan. Tapi apa terlalu kaku jika menanyakannya langsung. Lebih baik aku coba basa-basi dulu. 


"Namamu, siapa namamu?"


"Cih, dasar laki-laki!"


A-apa-apaan itu, kenapa wajahnya seperti merendahkanku. Apa aku mengatakan sesuatu yang salah? Tidak, perkataan ku tidak ada yang salah, otak dia yang salah. Aku tidak mengerti. 


"Sudahlah, aku tidak peduli lagi. Kembalikan aku ke bumi saja. Atasanku akan marah-marah jika aku telat."


"I-itu tidak bisa. Kamu tidak bisa kembali ke bumi… setidaknya untuk sekarang."


"Hah? Peduli setan, jika kamu mengirimku kesini, kamu juga bisa sebaliknya kan."


"Aku juga inginnya begitu. Mengembalikan mu dan mencari lagi seseorang yang lebih berguna."


Lebih berguna? Apa maksudnya lebih berguna? Apa menurut dia aku ini tidak berguna. Kita baru bertemu dan dia sudah menilaiku dengan buruk. 


"Ya sudah, cepat lakukan."


"Aku kan sudah bilang tidak bisa. "


"Kenapa."


Kami berdua saling teriak. 


Wanita itu menunduk dan saling menabrakkan kedua jari telunjuknya. Wajahnya merah dan terlihat malu ingin mengucapkan sesuatu. 


"U-untuk mengirim mu kesini saja aku harus mengisi energi ku selama 5 tahun penuh. Jadi jika ingin mengirim mu kembali, setidak harus menunggu 5 tahun dulu."


"Cih, dasar wanita!"


"Je-jenis kelamin tidak ada hubungannya kan."


Menyebalkan. Seenaknya dia berubah-ubah nada bicara, di awal bersikap seperti wanita sombong dan tiba-tiba berubah menjadi gadis polos. 


Sepertinya aku harus mulai bertanya dengan serius. 


"Kalau begitu, ceritakan padaku dari awal kenapa aku bisa dikirim kesini."


###


Wanita cantik berzirah minim itu bercerita, jika dia dulu nya suka berjelajah ke seluruh negara di Gazpadia, seperti nya Gazpadia adalah nama planet di dunia itu. Sebelum mempunyai sayap yang besar di punggung nya, dia hanya manusia biasa. Mendatangi berbagai negara dan mendapatkan teman baru, bahkan beberapa dari mereka ada yang sampai ikut berkelana bersamanya. 


Suatu hari, dia dan teman-teman nya menemukan sebuah reruntuhan kuno. Bangunan nya sangat tua dan banyak yang sudah runtuh. Saat masuk ke dalam, dia menemukan sebuah gelang sedang dipajang di tengah-tengah ruangan yang luas, dengan batu datar dan menonjol yang menjadi alasnya. Hanya ada satu cahaya di ruangan luas tersebut, menembak dari atas tepat ke arah gelang serta alasnya. 


Tergiur dengan kilauan gelang tersebut, teman wanita cantik itu berlari tanpa waspada sekitarnya, mata dan arah hanya tertuju ke gelang tersebut. 


Si wanita cantik sudah memperingatkan untuk jangan mendekatinya, tapi diabaikan. 


Setelah memegang gelang, tingkah nya menjadi aneh, keringat dingin keluar dan teriak kencang seolah seluruh tubuhnya kesakitan. Teman-temannya yang lain hanya bisa terdiam menatapinya sambil kepanikan, apa yang akan terjadi kepadanya. 


Bulatan hitam tiba-tiba menyelimuti wanita yang tadi memegang gelang tersebut. Perlahan mengecil dan mengecil, sampai seukuran tubuhnya. Lalu pecah. 


Orang yang teriak tadi berubah, terlihat seperti orang lain. Aura dan penampilannya jauh berbeda, lebih tenang dan mengintimidasi, entah kenapa gelang yang dia pegang tiba-tiba sudah dikenakan oleh nya. Pakaiannya menjadi gelap dan menyeramkan, rambut dan matanya menjadi hitam legam. Hanya sayap nya yang besar berwarna putih sendiri. 


Dalam sekejap reruntuhan itu berubah menjadi dataran luas. Semua yang ada di reruntuhan tersebut langsung mati ditempat, kecuali si wanita cantik. 


Sambil menahan kekuatan musuhnya yang dahsyat, si wanita cantik yang napasnya sudah terengah-engah mengatur napasnya dan memejamkan mata sambil memegang kalung yang dia pakai. 


Sebuah serangan kuat meluncur ke arahnya. Setelah melebarkan mata, kekuatan wanita cantik meningkat drastis. Kekuatan itu setara dengan musuhnya, bahkan bisa melebihi nya. 


Mereka bertarung tiga hari tiga malam tanpa henti. Dan mereka berdua hanya tinggal memiliki sedikit kekuatan, napas mereka berdua sama-sama berat dan tubuh mereka penuh luka. Merasa memiliki celah, si wanita cantik tiba-tiba mengeluarkan serangan yang sangat kuat. Dimana dia menyimpan sisa-sisa kekuatan itu? 


Dengan waktu yang sangat nyaris si musuh berhasil menahan serangan si wanita cantik. Merasa akan kalah, si musuh mencoba untuk meledakan dirinya bersama wanita cantik. 


Dengan cepat wanita cantik membuat pergerakan si musuh berhenti, dengan cara menyegel tubuh musuhnya. Sebagai gantinya tubuh wanita cantik pun harus ikut tersegel juga. 


Sebelum tubuh wanita cantik tersegel sepenuhnya, dia mengeluarkan jiwanya keluar dan akhirnya berhasil ke Linked Room ini. 


"Begitulah ceritanya, menarik bukan... Setelah itu aku berencana untuk memanggil seseorang agar membunuh temanku lalu melepas segel ku. Makanya kamu disini."


Wanita cantik tersebut selesai bercerita, sebenarnya ada beberapa cerita yang tidak kudengar karena fokus ku teralihkan oleh lekukan tubuh nya yang bagus dengan sengaja dia perlihatkan karena pakaiannya yang minim. Apa selama berpetualang dia selalu menggunakan pakaian itu. Sungguh tidak senonoh. 


"Hei, apa kamu mendengarkan? Oi! Lihat kemana kamu mesum."


Wanita itu mencoba menutupi tubuhnya yang jelas-jelas percuma. Dan juga aku ini tidak mesum, dia sedang berbicara denganku, aku harus menghadap kemana lagi. 


"Bikin pusing, aku hanya ingin mendengar kenapa bisa berakhir disini. Kenapa ceritanya melompat terlalu jauh."


"Ugh. Ini salahmu karena memintaku cerita, jadi, gak sengaja… aku terlalu bersemangat...Huh!"


Wanita cantik itu tiba-tiba berubah menjadi waspada, dengan cepat dia berdiri dan kursi yang dia duduki langsung menghilang. Dengan cepat dia melihat ke kanan kiri nya.


Sebuah gerbang besar berpintu dua muncul di samping kami. Gerbang yang terlihat berat dan suram. Tiba-tiba terbuka sendiri dan pusaran hitam muncul di dalamnya. 


"Sudah muncul yah."


"Apa? Ada apa ini? Kenapa ada gerbang di samping kita?"


Dengan terbata-bata aku bertanya ke wanita didepanku ini. 


"Ini gerbang ke Gazpadia. Kamu tidak bisa berlama-lama disini. Cepat masuk dan kita bisa lanjut berbicara lagi nanti."


"Masuk? Ke sesuatu yang mengerikan itu, kamu menyuruhku mati yah?!"


"Gerbang ini hanya terbuka satu menit saja, jika kamu tidak mau masuk, kamu akan bersamaku selama 5 tahun di tempat yang kosong ini… tenang saja, saat sampai sana aku akan menuntunmu, karena aku hanya sebuah jiwa tanpa tubuh jadi aku bisa masuk ke dalam pikiranmu. Sayangnya aku tidak bisa melihat masa lalu dalam pikiranmu, tapi aku bisa membaca apa yang kamu pikirkan."


"Tunggu, tunggu! Aku mendengar perkataan yang aneh barusan."


"Tidak ada waktu lagi."


Wanita itu menendang ku dengan keras agar masuk ke dalam gerbang. 


"Sial! Aku bingung mau memanggilmu apa, setidaknya kasih tahu namamu!"


"Oh, aku lupa. Namaku… karena aku sudah menjadi manusia dewi, panggil saja aku, Jamiel. Kita akan bertemu lagi saat kamu bangun, Rizky Santosa."


Akhirnya aku bisa mengetahui siapa namanya… tunggu, kenapa dia tahu namaku. Apa aku sudah memberitahunya, tidak belum.


Aneh, entah kenapa aku merasa hidupku kedepannya akan menjadi aneh. Aku terus berpikir sambil terjatuh di dalam gerbang tanpa dasar.