FRIENDSHIP Ties

FRIENDSHIP Ties
8.



Setelah satu jam, filem nya sudah selesai dan mereka pun berencana untuk pergi tidur karena hari sudah larut malam, dan besok mereka harus pergi ke sekolah.


Saat mereka menuju ke kamar di lantai atas, Surya menarik tangan Alvin agar tidak masuk ke dalam kamar dulu, dan Rendy pun melihat kedua teman nya yang berhenti menaiki tangga .


"Kanapa kalian berhenti? " Tanya Rendy dan dia membalikan badan nya ke belakang .


"Lo duluan aja ke kamar Rendy!" Pintah Surya ke Rendy untuk masuk dalam ke kamar duluan.


"Emang kalian mau ke mana? "Ucap Rendy yang curiga dengan gerak gerik mereka.


"Jangan coba-coba kalian bertengkar ya! " Lanjut Rendy yang melarang mereka untuk bentengkar.


"Enggak, nanti kalau kami bertengkar lo bisa pukul kami biar tidak bertengkar lagi, oke! " Bujuk Surya ke Rendy agar masuk ke kamar duluan, dan meninggal kan mereka berdua.


"Yaudah, tapi kalau kalian nanti bertengkar maka siap-siap kalian kena pukulan dari gue!" Peringatan Rendy ke Alvin dan Surya, dan dia lansung masuk ke dalam kamar duluan.


"Hmmm hufff" Hela napas lega Surya karena Rendy mau masuk kamar duluan.


"Sekaranga ayok kita bicara sebentar, ada yang mau gue tanyain ke lo! " Ucap Surya dan membalikan badan nya ke arah Alvin.


"Lebih baik kita ke ruang tengah! " Perintah Alvin ke Surya untuk bicara di ruang tengah, agar Rendy tidak mendengar pembicaraan mereka.


Mereka berdua pun pergi ke ruang tengah, yang di setujui oleh Surya karena dia tidak mau kalau pembicaraan mereka di ketahui oleh Rendy.


"Jadi, kamu mau membicarakan apa dengan saya? " Tanya Alvin dengan suara dingin nya dan wajah tampan nya yang tanpa ekpreksi.


"Lo pasti tau juga kalo gue juga indigo, sama kayak lo kan! " Ucap Surya yang melipat ke dua tangan nya di depan dada, dan juga tersenyum tipis.


Alvin pun melepas henset hp di telinga nya, dan menutup buku kecil nya dan menatap Surya lekat-lekat dengan wajah datar nya itu.


"Iya, ada penjaga mu di belakang mu dia ular besar berkepala tiga! " Jawab Alvin yang melihat ular besar berkepala tiga yang berada di belakang Surya.


"Kalau begitu penjaga gue nama nya Barak, dan sekarang gue mau melihat penjaga lo bolehkan?" Permintaan Surya ke Alvin untuk memanggil Mey.


"Dia sudah ada di sini sejak tadi! " Ucap Alvin dan menunjuk ke atas atap, kalau Mey sudah ada di sini sejak mereka berbicara.


"APA! " Ucap serentak Surya dan Barak yang tidak merasa hawa ke hadiran dari Mey.


"Hihihihi" Tawa Mey yang mengerikan dan membuat bulu kuduk berdiri.


Maya pun turun ke bawah, untuk menemui mereka bertiga yang lagi membicarakan nya, dan dia pun berdiri di samping Alvin.


"Kau tidak keren Alvin, seharus nya kau memanggil nama ku lalu aku akan datang ke sini, bukan nya kayak tadi! " Ucap Mey yang sedang marah, karena Alvin tidak melakukan apa yang dia mau.


Tapi Alvin hanya diam saja, lalu menatap tajam ke arah Mey dan mengeluarkan aura yang mengerikan dan membuat Mey ketakutan,bukan! tapi malah membut nya senang.


"Hihihi" Tawa Mey dan dia mengelilingi Surya dan Barak dengan mata merah penuh nabsu ingin memakan mereka, terutama Surya.


"Apa aku boleh meminum darah manusia Alvin? " Tanya Mey ke Alvin dan mata nya berubah menjadi merah yang penuh nabsu ingin minum darah ke arah Surya.


(Minum... darah... manusia!) Batin Surya yang merasa takut dan tidak bisa bicara karena lidah nya kelu saat melihat mata merah Mey.


(Anda tenang saja, saya akan melindungi anda dari iblis ini!) Batin Barak si penjaga yang menenangkan majikan nya, si Surya yang lagi ke takutan.


"Enggak! " Jawab Alvin dengan nada perintah nya ke Mey.


"Ayolah aku lagi lapar! " Ucap Mey yang tidak tahan lagi untuk menyantap darah manusia.


Dan Mey pun lansung menyerang Surya, tapi dia lansung terpental jatuh ke bawah dan merintih ke sakitan, karena tubuh nya yang terasa terbakar dan dia berteriak dengan keras yang membuat telinga siapa saja terasa sakit.


"Akh...akh...akh...ku...mohon... ber... henti! " Mohon Mey ke Alvin yang ada di depan nya.


"A... apa yang sedang terjadi?" Tanya Surya yang tak percaya dengan apa yang di lihat nya sekarang.


Setelah adegan itu Alvin pergi menuju ke lantai atas, sambil memakai henset hp ke telinga nya dan membukak buku kecil nya lagi.


Sedangkan Surya masih mematung, karena merasa kagum dan juga penasaran apa yang sedang terjadi tadi.


"Barak!" Panggil Surya ke penjaga nya.


"Ya tuan? "Jawab Barak ke tuan kecil nya itu.


"Apa yang terjadi tadi? " Tanya Surya ke penjaga nya itu.


"Itu adalah hukuman untuk pembangkangan seorang penjaga terhadap tuan nya! " Jawab Barak ke tuan nya.


"Benarkah? " Ucap Surya yang masih belum percaya.


"Benar, tapi seperti nya tuan Alvin ini seperti nya berbeda dengan anak indigo lain nya, karena kalau tuan menghukum saya hanya bisa mengikat saya saja, tapi Alvin bisa lebih dari itu seperi menyiksa penjaga nya sendiri! " Titah Barak yang memberi tau ke tuan nya, alasan mengapa Mey kesakitan kayak tadi.


"Begitu ya! Ucap Surya yang masih bertanya-tanya tentang siapa Alvin itu dan kenapa dia bisa mendapat penjaga seorang hantu kafir.


"Kalau begitu kamu awasi gerak gerik hantu itu, selama kita ada di rumah ini! " Perintah Surya ke Barak.


"Baik tuan. " Balas Barak ke tuan nya.


Dan Surya pun pergi ke kamar, sedangkan Barak menjalankan perintah tuan nya untuk mengawasi Mey.


"Belum tidur kalian? " Tanya Surya ke Rendy dan Alvin.


Rendy dia sedang tiduran di kasur sambil main hp, sedangkan Alvin ada di sebelah kanan Rendy lagi baca buku.


"Lo dari mana aja sih! " Ucap Rendy yang melihat ke arah Surya yang berdiri di dekat pintu.


"Gue udah ngantuk ni, karena nunggu lo tau! " Lanjut Rendy dengan membuat suara marah ke Surya.


"Maaf! " Ucap Surya lalu dia menuju ke tempat tidur, yang telah di siapkan mbak Sasti.


"Kalau ngantuk tidur!" Ucap Alvin yang lansung mengambil hp Rendy.


"Ehhhh tapi.. " Bujuk Rendy ke Alvin supaya membiarkan nya untuk main hp lagi.


"Tidur! besok sekolah" Perintah Alvin ke Rendy untuk tidur, supaya tidak terlambat ke sekolah.


Lalu Alvin pun membalikan badan nya, sedangkan Rendy mau pindah posisi tempat tidur nya ke samping, tapi Surya sudah bereda di samping nya dan membuat Rendy kesal.


"Kok lo di sini! seharus nya lo tidur di tengah dan gue di samping! " Bentak Rendy ke Surya yang ada di samping nya.


Tapi Surya tidak mempedulikan nya, dan membalikan badan nya,lalu dia pura-pura tidur termasuk Alvin yang juga ikutan pura-pura tidur, supaya tidak ikut di bentak oleh Rendy.


"Alvin! " Panggil Rendy, tapi Alvin masih dalam mode pura-pura tidur nya.


"Kok kalian malah tidur, gue belum selesai ngomong dan kalian juga ninggalin gue sendiri di dalam kamar, sedangkan kalian malah enak-enakan di luar kamar sana!" Bentak Rendy ke dua teman nya itu.


Surya dan Alvin malah tersenyum melihat ocehan teman mereka yang satu ini, dan setelah ocehan nya yang panjang Rendy lansung tertidur ,lalu Surya dan Alvin juga lansung tidur setelah mendengar ocehan si Rendy itu.


 


~BERSAMBUNG~


 


JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN KOMENTAR! 🎉🎉🎉🎉