
"Assalamualaikum "Ucap salam Rendy dan Surya secara bersamaan, dan menuju ke ruang makan.
"Waalaikummusalam"Balas Alvin yang sedang duduk di meja makan.
"Mana mbak Sista Alvin? "Tanya Rendy ke Alvin.
"Lagi membereskan kamar, untuk kita tidur malam ini."Jawab Alvin ke Rendy.
"Ayok, mari kita makan! "Lanjut Alvin, yang mempersihlakan Rendy dan Surya untuk makan malam bersama.
"Hm! "Jawab Rendy dan menganggukkan kepala nya, dan duduk di meja makan yang di susul Surya ke meja makan.
Dan mereka pun makan malam bersama, sesudah makan malam Alvin dan Rendy pergi shalat Isya secara bergantian, sedangkan Surya hanya duduk di meja makan.
"Surya, enggak shalat kamu? "Tanya Alvin ke Surya, saat baru selesai shalat Isya.
"Gue non muslim "Jawab Surya ke Alvin yang sedang makan apel, yang sudah di kupas kulit nya oleh mbak Sasti.
"Oh. " Singkat Alvin, dan ikut makan apel juga.
"Gue lupa beri tau Alvin, kalo lo non muslim" Ucap Rendy ke Surya dengan senyum tipis nya.
Dan seketika sesuana menjadi sunyi, sama kayak makan malam bersama tadi karna tidak ada yang bicara sedikit pun, dan malah sibuk makan.
"Kalau begitu, ayok kita nonton filem horor!" Kata Rendy, yang memecahkan suasana hening di antara mereka.
"Enggak! "Ucap Surya dengan tegas.
"Ehhhhhhhh? " Lirih Rendy, karena mendengar ucap Surya.
"Kenapa? "Tanya Rendy ke Surya, karena Surya menolak usulan nya.
"Maksud gue, lebih baik nonton filem horor saat tengah malam, dan untuk menunggu sampai tengah malam, bagaimana kalau kita sedikit berbincang-bincang supaya kita lebih mengenal satu sama lain, terutama si pangeran es ! "Ucap Surya ke Rendy dan Alvin, yang sedang duduk di hadapan nya.
"Pangeran es! " Ucap Alvin, dengan suara tegas dan dingin.
"Kalau begitu, ayok kita ke ruang tengah, karna mbak Sasti meletakan cemilan di sana!"
Ucap Rendy, dan menarik tangan ke dua teman nya itu supaya mereka tidak bertengkar.
Dan mereka pun duduk di ruang tengah, di sana ternyata mbak Sasti memang sudah menyiapkan berbagai cemilan tradisional, yaitu kue putu, kue cubit, nastar dan ondeh-ondeh.
Di ruang tengah terdapat tiga kursi dan satu meja, dan Rendy duduk di kursi tengah Surya duduk di kursi kiri sedangkan Alvin duduk di kursi kanan.
"Jadi, bagai mana kita mulai dengan awal kalian menjalin hubungan pertemanan!" Ucap Surya ke Rendy dan Alvin.
"Aku yang akan menceritakan nya! "jawab Rendy dengan penuh semangat, dan mengacukan tangannya ke atas.
"Baiklah, ayok ceritakan. "Ucap Surya ke Rendy yang masih mengacukan tangannya ke atas.
"Jadi, saat itu adalah awal Alvin dan keluarganya pindah ke rumah ini, dan keluarga gue mengunjungi mereka ke rumah baru nya. " Ucap Rendy dengan antusias saat menceritakan pertemuan pertamanya dengan Alvin.
FLASHBEK DI MULAI
Hari ini adalah hari di mana ada sebuah keluarga yang akan tinggal di sebelah rumah gue, dan rumah di sebelah rumah gue ukurannya besar dan bertingkat tiga tapi juga bisa bilang rumah nya agak seram karna udah puluhan tahun tidak di huni, dan ada taman di belakang rumah nya yang menghubungkan rumah ku dengan rumah sebelah.
Dan taman itu di urus oleh papa gue, kalau tidak di urus papa pasti akan banyak rumput panjang dan akan menjadi sarang ular nanti nya, karena itu taman belakang sekarang harus di bersihkan.
Tapi sekarang papa tak perlu membersihkan taman belakang rumah sebelah, karna ada sebuah keluarga yang akan merawat rumah besar itu dan juga taman belakang nya.
Kami pun merencanakan untuk menemui keluarga itu, karna tiga hari yang lalu ada beberapa orang yang membersihkan rumah itu, dan mama bilang itu pembantu milik keluarga yang akan tinggal di rumah besar itu, dan keluarga itu ternyata orang kaya dan blasteran.
"Assalamualaikum"Ucap salam gue dan kedua orang tua gue, yang berada di depan pagar.
"Ada apa ya, ibuk, bapak dan adek sekalian ke sini? "Tanya bapak gendut itu ke kami.
"Kami mau bersilahturahmi bersama majikan bapak! " Jawab papa ke bapak gendut itu.
"Kalau begitu kalian sihlakan tunggu di depan, saya mau panggil majikan saya dulu" Balas pak gendut itu, dan membukak pagar dan kami pun masuk ke dalam, dan menunggu di depan pintu rumah pemilik majikan pak gendut.
Tak berselang lama, pak gendut sudah keluar dari dalam rumah dengan seorang wanita sebaya mama tapi lebih muda lah satu tahun, berambut hitam panjang sampai pinggang yang bergelombang, mata sipit dengan pupil mata bewarna choklat gelap, bertubuh lansing tapi berisi dan berkulit putih.
"Pak Boni kok enggak di suruh aja mereka masuk, kan mereka mau bersilahtuhrami masak gak di suruh masuk ke dalam sih! " Ucap wanita itu dengan nada kesal, dan nama pria gendut itu adalah pak Boni, tapi gue dan Alvin manggil nya om Boni hehehehe.
"Ma.. maaf nyonya. " Jawab om Boni dengan terbatah-batah.
"Sana, jaga di depan nanti ada penjahat yang masuk lagi!" Suruh wanita itu ke om Boni untuk menjaga rumah di depan,dan om Boni pun lansung pergi ke depan, karna takut kena marah lagi oleh majikan nya.
"Silahkan masuk! " Ucap wanita itu, yang mempersihlakan kami untuk masuk dan kami pun duduk di ruang tamu.
"MBAK SAS! AMBIL AIR UNTUK TAMU SAYA MBAK! " Teriak wanita itu, yang menyuruh pembantu nya untuk ambil air untuk kami, dam mbak Sas itu adalah nama panggilan mbak Sasti yang biasa di gunakan oleh orang tua Alvin.
Dan mbak Sasti pun datang dengan nampan, yang terdapat empat gelas sirup dingin dengan embun di gelas nya, dan terdapat batu es di dalam gelas tersebut yang berjumlah tiga buah.
"Silahkan di minum! " Ucap wanita itu ke pada kami.
"Mbak suruh Alvin ke sini sama mas Alex! " Perintah wanita itu ke mbak Sasti.
"Baik nyonya! " Pintah mbak Sasti, dan segera memanggil Alvin dan ayah nya ke ruang tamu.
"Perkenalkan nama saya Ratih, ini suami saya mas Gilang dan anak saya nama nya Rendy. " Ucap mama yang memperkenalkan kami ke wanita itu.
"Salam kenal buk Ratih, pak Gilang dan nak Rendy! " Jawab wanita itu dan mengelus kepala gue dengan lembut, sama seperti mama yang mengelus kepala gue.
"Nama saya Serly, kalau mas Alex itu suami saya dan Alvin anak saya dan dia seusia dengan Alvin. " Lanjut wanita itu yang bernama Serly,dan gue di suruh panggil ibu oleh nya dan Alvin juga, di suruh untuk memanggil mama gue dengan sebutan mama.
Dan saat kami saling berkenalan, Ayah Alvin bernama Alex dan Alvin datang dan ikut saling berkenalan dengan kami,kami pun saling mengobrol tentang keluarga kami.
Dan Ayah Alvin memiliki rambut yang rapi bewarna choklat gelap,mata yang memiliki pupil bewarna biru laut dan kulit putih bertubuh kekar, sedangkan Alvin rambut seperti ibu nya hitam bergelombang tapi rapi, mata seperti ayah nya biru laut tapi lebih pekat warma nya dan kulit putih seperi ibu dan ayah nya, jangan lupa wajah berparas tampan blasteran seperti ayah nya.
Saat ke dua orartua gue dan Alvin asik mengobrol, Alvin di suruh ibu nya untuk mengajak gue untuk ke kamar nya.
Dan kami pun pergi ke atas, yaitu ke kamar Alvin dan di kamar nya banyak buku, tapi bukan komik atau novel tapi buku sejarah dan buku pelajaran lain nya yang tidak terlalu gue suka, dan bahkan tidak ada mainan dikamar nya yang ada hanya atlas di tempel di dinding dan bola dunia di meja samping tempat tidur nya.
"Lo enggak ada buku komik atau novel?" Tanya gue ke Alvin, dan dia hanya menggelengkan kepala nya saja.
"Kalau mainan enggak ada, kayak PS gitu? " Tanya gue balik ke Alvin, tapi dia malah menggelengkan ke pala nya.
"Lo bisu ya? " Tanya gue penasaran, karna Alvin hanya menggelengkan ke palanya saat gue bertanya ke padanya, tapi dia menggelemgkan kepala nya yang berkata tidak.
" Kalau enggak kenapa menggelengkan kepala berati lo bisu! " Tegas gue karna kesal, dia bilang tidak tapi tidak mengeluarka suara sedikit pun, bahkan saat di ruang tamu juga begitu.
"Enggak! " Jawab nya dengan tatapan tajam ke gue, dan suarnya nya yang dingin bikin gue kaget saat itu, dan dia pun mengambil buku dari rak buku nya dan duduk di pinggir kasur dan mengabaikan gue.
Gue kesal dengan sikap anak ini, karna itu gue pun punya ide untuk mengganggu anak sombong satu ini, dan buat dia tidak sombong lagi dan biar dia banyak bicara bukan nya malah diam saja.
~BERSAMBUNG~
JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN KOMENTAR! 🎉🎉🎉🎉