
Hakikat malam bukanlah hanya sekedar pergantian waktu saat tenggelamnya matahari. Namun, bila kita merenungkan lebih dalam lagi, Malam memiliki arti tersendiri dimana Tuhan ingin memperlihatkan kuasa dan cintanya memalui paparan keindahan bintang dan rembulan ketika saling bersanding berpasangan memantulkan cahaya pada langit malam yang cerah.
Malam ini terlihat seorang perempuan remaja yang sedang memasak, dengan penuh kasih sayang untuk orang yang merupakan cinta pertama nya, dan sudah lima tahun lamanya mereka tidak bertemu.
Dan siapa lagi kalau bukan Hani yang sedang memasak mekanan, untuk membuat kan bekal Rendy apa lagi dia sedang merasa senang karena Alvin telah memperbolehkan nya untuk menemui Rendy kembali.
Walau tubuh nya agak sedikit babak belur karena serangan dari Alvin, tapi Hani tidak perduli karena dia tau bahwa dia harus menghadapi resiko agar bisa kembali bersama Rendy.
Tap Tap Tap
"Kak Hani lagi ngapain di dapur? hari kan masih jam tiga subuh!?" Tanya Chika sepupu kecil Hani, yang sedang berdiri di belakang Hani sambil mengucek kedua mata nya karena masih merasa ngantuk.
"Aku lagi buat bekal!" Jawab Hani yang masih sibuk membuat mekanan, sedangkan Chika dia pergi tidur ke sofa karena masih merasa ngantuk dan malas masuk ke dalam kamar lagi.
Setelah 50 menit Hani memasak, akhirnya bekal nya selesai dan segera Hani pergi mandi, sebelum itu dia masuk kedalam kamar dan memberikan selimut yang di ambil dalam kamar ke Chika, yang masih tertidur di atas sofa dan segera Hani pergi mandi.
Tap Tap Tap
"Aku pergi dulu tante, om, Chika!" Pamit Hani ke orang rumah, dan segera dia pergi menuju halte bus, dan kenapa Hani tidak pergi dengan paman nya ke sekolah?
Karena Hani tidak mau menyusahkan paman nya, karena sekolah Cika dan Hani berbeda arah dan karena itu dia lebih memilih naik bus yang halte penungguan nya tidak terlalu jauh dari rumah nya .
BUSSSSSH
Bus pun berhenti di halte pemberhentian Hani, dan segera dia turun dari bus dan berjalan ke sekolah yang jarak nya agak jauh dari, halte ke sekolah dan perlu waktu 20 menit untuk ke sana dengan berjalan kaki.
Karena itu Hani berangkat ke sekolah nya lebih awal, karena membutuhkan waktu 1 jam ke sekolah apa lagi letak halte di sekolah dan rumah bibi nya Hani agak lah jauh.
Tap Tap Tap
Akhirnya Hani pun sampai ke kelas nya, yaitu kelas XB dan di letakkan tas nya di kursi nya dan bekal nya di letakkan di dalam laci meja nya.
Brak
"Astagfirullah!!" Ucap Hani yang kaget karena ada orang yang memukul meja nya, "Apasih lo Lisya! bikin orang kaget aja!" Bentak Hani ke teman nya itu yang bernama Lisya dan mereka berdua itu satu kelas dan juga eskul nya juga sama yaitu PMR.
"Ya maaf!" Ucap Lisya sambil tersenyum menjengkelkan ke Hani, lalu pandangan di alihkan ke laci meja Hani dan terlihat di sana ada bekal, "Han, tumben lu bawa bekal!?" Tanya Lisya karena sepengetahuan nya Hani tidak pernah membawa bekal ke sekolah saat SMP Hani juga begitu.
Karena Lisya dan Hani satu sekolah tapi mereka tidak pernah satu kelas, dan juga mereka satu eskul yaitu pramuka saat SMP dulu, tapi saat SMA mereka baru satu kelas dan mereka juga memilih mengikuti eskul lain bukan lagi eskul pramuka.
"Seterah gue lah! lebih baik kita keluar karena sebentar lagi upacara akan di mulai!" Ajak Hani dan Lisya pun tidak jadi bertanya lagi, dan mengikuti Hani ke lapangan karena setiap hari senin adalah jadwal mereka bertugas di lapangan.
Kring Kring Kring 🔔
"Han! yuk ke kantin!" Ajak Lisya ke teman sebangku nya, "Enggak ah! gue ada urusan dan lo sama yang lain aja!" Ucap Hani dan segera dia mengambil bekal nya yang ada di dalam laci meja nya.
"Jadi lo mau ketempat pacar lo ni cerita nya!?" Goda Lisya ke Hani sambil mengangkat ke dua alis nya, "A.... apa maksud lo! ya....ya mana mungkin lah gue punya pacar!" Ucap Hani dengan gagap dan juga wajah nya agak memerah.
"Seterah lo! yang semangat ya! gue doa in lo biar berhasil! daa~sayang yang cemangat!" Ucap Lisya yang sudah pergi ke luar kelas dengan siswi lain, sedang kan Hani dia menjadi tambah gugup karena ucapan teman nya itu.
Dan segera Hani pergi ke kelas Rendy yang letak nya tidak jauh dari kelas nya, dan akhirnya dia sampai tapi sebelum masuk Hani dia berdiri di depan pintu, dan dia mencoba menenangkan diri nya sebelum menemui Rendy untuk pertama kalinya, setelah lima tahun telah berlalu.
"Rendy!" Panggil seorang perempuan dan Rendy pun mengarahkan pandangan nya ke samping kanan nya, dan terlihat seorang perempuan berwajah cantik dan rambut hitam yang panjang tergerai indah, dan perempuan itu adalah Hani.
"Lo masih ingat kan dengan seorang perempuan berambut dora, yang menolong lo dari anak nakal! dan perempuan itu juga tomboy dan nama nya Hani!?" Tanya Hani ke Rendy.
"Iya! dan lo Hani kan!" Tanya Rendy yang memastikan kalau dia tidak salah, dan Hani mengangukkan kepala nya yang menandakan Rendy benar.
"JADI LO BENARAN HANI!" Teriak Rendy dan membuat beberapa orang yang masih ada di dalam kelas melihat ke arah nya, dan Rendy tidak mempedulikan orang-orang melihat nya, bahkan Rendy juga memeluk Hani.
"Re...Rendy!" Panggil Hani karena wajah nya memerah dan juga 'deg deg deg' jantung nya berdetak kencang *semoga Rendy tidak mendengar nya* Batin Hani yang merasa malu kalau Rendy mendengar detak jantungnya, apa lagi mereka sedang berpelukan.
"Tapi bagaimana bisa marga lo berbeda? dan juga penampilan lo juga!?" Tanya Rendy yang sudah melepas pelukan nya, tapi tangan nya masih memegang kedua pundak Hani.
"Enggak sesuai ya gue berpenampilan seperti ini?" Tanya Hani sambil memegang rambutnya, "Cantik kok!" Tukas Rendy dan membuat wajah Hani semerah tomat karena malu dan senang karena orang yang di cintai nya menyukai penampilan nya.
*Enggak sia-sia gue mempertahankan rambut ini!* Batin Hani yang merasa senang karena pujian yang di beri Rendy, "Lalu tentang marga lo yang berubah itu?" Tanya Rendy lagi, "Nanti akan gue beri tau ke lo! dan sekarang gue mau minta maaf sebesar-besarnya ke lo, karena gue udah ninggalin lo bigitu aja saat lo kritis di rumah sakit! dan juga gue mau jadi sahabat lo lagi" Ucap Hani sambil menundukkan kepala nya.
"Udah gue maafkan kok! dan lo kan memang sahabat gue dari dulu!" Ucap Rendy dengan senyuman yang terukir di wajah nya dan Hani menjadi senang dan juga lega karena dia bisa bersama dengan Rendy lagi.
"Lalu gue juga buat bakal untuk lo, sebagai permintaan maaf gue!" Ucap Hani yang memberikan bekal nya ke Rendy, sambil tersenyum tapi senyuman nya hilang karena melihat bekal di meja Rendy.
Tapi Rendy malah mengambil bekal Hani lalu, "Coba lo makan bekal buatan mbak Sista! kan udah lama lo enggak pernah memakan masakan nya!" Ucap Rendy yang memberikan bekal buatan mbak Sista ke Hani dan Hani pun dengan senang hati menerima penawaran dari Rendy.
" Alvin & Rendy! I'm come back!" Ucap Surya yang membawa nasi goreng di tangan nya dengan air mineral seharga 500 an, lalu Surya juga baru sadar ada seorang perempuan yang sedang duduk di depan Rendy.
"Siapa ni cewek?" Tanya Surya ke kedua teman nya itu, " Dia teman masa kecil kami itu! yang gue ceritain waktu itu dan nama nya Hani!" Jawab Rendy.
"Perkenalkan nama gue Surya!" Ucap Surya sambil mengulurkan tangan nya ke Hani, "Hani!" Jawab Hani yang membalas jabat tangan Surya.
*Tenyata ni cewek indigo juga!* Batin Surya yang telah melepas jabatan tangan nya dan mereka berempat pun makan bersama.
...~BERSAMBUNG~...
JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN KOMENTAR! 🎉🎉🎉🎉