FRIENDSHIP Ties

FRIENDSHIP Ties
2.



ALVIN~


Sekarang aku dan Rendy sudah sampai di sekolah, seperti biasa aku melihat beberapa mahluk tak kasat mata di sekolah ini.


Tapi aku tidak ingin berurusan dengan mereka, karena itu aku memakai henset untuk tidak mendengar suara mereka, dan membaca buku supaya aku tidak melihat dan merasakan mereka.


Aku dan Rendy pergi ke tempat papan pengumuman, disana tertulis aku dan Rendy satu kelas di kelas XC.


"Ternyata kita satu kelas, kayak SD dulukan!" Kata Rendy yang tersenyum.


"Kalaubegitu kita duduk berdua." Kata aku sambil merangkul pundak Rendy.


"Kenapa harus berdua, lebih baik kita pisah duduk supaya dapat teman baru di sini! " Kata Rendy yang penuh semangat.


"Jadi kamu lebih suka teman baru, dan teman lama di lupakan! " Kata aku ke Rendy dengan kesal, dan melepas rangkulan tangan di pundak Rendy.


"Bukan! Maksud gue supaya kita dapat teman baru di sekolah baru ini! " Kata Rendy yang juga merasa kesal dengan ucapan ku.


"Ayok kita ke kelas! " Kata ku ke Rendy dan menarik tangan nya ke kelas.


Aku bilang Rendy seperti itu, karna aku tidak suka dengan orang yang baru ku kenal terutama perempuan, mereka dekat dengan ku kata nya suka dengan ku tapi itu tidak benar.


Kenapa aku bisa tau, karna selain melihat mahluk tak kasat mata aku juga memiliki penjaga ku sebagai indigo, namanya Mey seorang hantu anak berumur 10 tahun yang berpakaian ala negara China, dan rambut yang di kepang dua seperti manusia pada umumnya hanya kulitnya yang berwarna putih pucat.


Dia yang membuatku tau apa yang dipikirkan oleh manusia, dan itu membuatku jengkel dengan mengetahui isi hati manusia yang sebenar nya, walau ada untung nya dengan mengetahui sifat asli manusia.


Aku juga mengetahui sifat Rendy, sifat nya jujur dengan apa yang dia katakan, dia pernah bilang kalau iri dengan ku karna banyak perempuan menyukaiku.


Tapi dia salah dalam menilai seseorang, karena itu aku disini untuk melindungi nya dari bahaya walau tidak selama nya, tapi untuk saat ini aku akan melindungi nya karna dia adalah teman berharga ku.


Saat kami tiba di kelas, ada bangku kosong di tengah di meja pertama dan kami duduk disana, tapi ada dua orang perempuan yang duduk di belakang kami dan begitulah mereka berbicara dengan kami.


Atau lebih tepatnya bicara dengan ku, tapi aku tidak meladeni nya sedangkan Rendy meladeni ke dua perempuan itu.


"Hai!" Sapa salah satu perempuan di belakang.


"Hai!" Balas Rendy ke perempuan itu, sedangkan aku hanya duduk di kursi lalu membaca buku.


"Kenalin nama aku Rossa" Kata perempuan tadi yang mengulurkan tangan ke samping ku.


Sedangkan aku tetap mengacuhkan nya dan sibuk membaca buku, karna aku mengacuh kan nya Rossa menarik tangan nya kembali.


"Nama aku Rendy dan sebelah ku Alvin" Kata Rendy dengan senyuman canggung, dan menepuk pundak ku sebagai pengenalan ke dua perempuan itu.


"Nama aku Cika" Kata perempuan di sebelah Rossa.


" Dasar sombong ni cowok! untung ganteng kalo enggak gue bejek die! "Kata Rossa di dalam batin nya.


Rossa tidak mengetahui kalau aku bisa mendengar suara batin nya, berkat hantu penjaga ku si Mey.


"Ma.. ma.. maksud nya apa? " Kata Rossa yang gelagapan, karena takut dengan tatapan dingin ku.


"Katakan aja kalo anda mau duduk dengan saya, tidak perlu basabasi karna saya tetap tidak akan mau duduk berdua dengan anda"


Kata Alvin yang kembali membaca buku.


"Apa masud lo! Jangan kepedean jadi orang! "


Kata Rossa yang merasa kesal, dan bingung dengan ucapan ambigu ku.


"Se-te-rah" Kata aku yang malas meladeni nya.


"Ish! " Dan Rossa pun lansung ke luar kelas, yang di ikuti oleh Cika.


"Liat aja lo Alvin, gue akan membuat lo berlutut di hadapan gue! " Kata Rossa yang penuh amarah di dalam batin nya.


Dan begitulah perempuan yang selalu dekat aku, mereka hanya memandang ku secara fisik dan materi, tidak ada yang mencintai ku dengan tulus.


"Hi hi hi Sepertinya perempuan itu akan menggunakan segala cara untuk mendapatkan mu! " Kata Mey yang berbicara di dalam batin ku, yang merasa senang dengan sifat Rossa yang penuh amarah.


"Lebih baik kamu lihat aja si Rossa itu, jangan ganggu aku! "Kata aku di dalam batin ke Mey.


Si Mey itu memiliki tawa yang hampir sama dengan tawa kuntilanak, tapi kuntilanak lebih menyeramkan tawa nya dari pada Mey.


Dan Mey adalah hantu kafir, karena itu aku tidak menyukai nya dan aku bertanya, kenapa dia yang menjadi penjaga ku, aku ini muslim tapi bagaimana lagi aku tidak peduli, lagi yang penting dia bisa melindungi ku dari mahluk tak kasat mata lain yang mengincar ku.


"Kau tidak asik tau! "Kata Mey yang merasa kesal terhadapku dan akhirnya dia pergi dari hadapan ku.


"Alvin kenapa kamu bersikap seperti itu terhadap perempuan! "Kata Rendy yang marah dengan ku, dan membuat ke dua pipinya jadi gembung.


"Kan Rossa yang marah, kenapa kamu yang kesal! " Kata aku ke Rendy, dan mencubit ke dua pipi gembung nya .


"Sakit woy! "Kata Rendy yang merasa sakit karena aku mencubit pipinya.


"Janji ke aku kalau kamu enggak akan marah lagi karena perempuan! "Kata ku yang merasa kesal ke Rendy.


"lya bawel"Kata Rendy yang merasa sakit karena pipinya di cubit.


Dan guru pun datang, aku pun segera melepas pipi Rendy dan dia mengusap pipi nya yang merasa kesakitan karena aku cubit.


 


~BERSAMBUNG ~