
"Kring... kring...kring" Bunyi alaram jam hp Rendy, yang membangunkan nya dari alam mimpi nya, dan segera dia mematikan suara hp nya dan dia melihat di layar hp nya, bahwa jam menunjukkan sekarang pukul : 08.30 WIB.
"Waaaaah!" Teriak Rendy yang kaget melihat pukul berapa sekarang melalui layar hp nya.
"Mati gue! hari pertama udah telambat aja! " Oceh nya dan lansung membukak pintu kamar dan turun ke lantai bawah.
Dan terlihat disana kedua teman nya lagi asik sarapan di meja makan, dan tidak terlihat panik di raut wajah mereka, tidak seperti Rendy yang panik karena terlambat di hari pertama sekolahnya.
"Kenapa kalian tidak bangunin gue sih! dan juga kalian malah tenang aja di sini! lihat jam! sekarang kita udah terlambat di hari pertama sekolah kita tau enggak! " Bentak nya ke kedua teman nya itu.
Alvin pun menunjukkan layar hp nya ke Rendy, dan terlihat bahwa jam menunjukkan sekarang pukul : 07.30 WIB bukan pukul : 08.30 WIB, begitu juga di layar hp nya si Surya dan di jam dinding yang terpasang di ruang makan dan membuat Rendy menjadi kaget.
"Puft... hahahaha.... " Suara tawa Surya yang seketika pecah dan juga mbak Sista juga ikut tertawa karena kelakuan Rendy yang salah lihat jam.
"Kok bisa sih? padahal di hp gue udah menunjukkan pukul : 08.30 !" Ucap nya yang penasaran kenapa hanya hp nya yang salah jam nya, tapi perasaan dia tidak pernah mengotak atik hp nya sejak kemaren.
"jangan-jangan" Ucap nya dan membalik badan nya menghadap ke arah Surya dengan mata penuh amarah, dan dia mengangkat tas nya tinggi-tinggi lalu melempar tas nya ke arah kepala Surya dengan keras.
BRAAAK
"Aduuuuh" Pekik Surya karena kepala nya sakit akibat ulah Rendy yang melempar tas nya ke kepala si Surya.
"Kenapa lo lempar tas ke kepala gue sih! lihat ni jadi benjol! " Ucap Surya yang menunjuk kepala nya yang sakit, tapi tidak ada benjolan karena Surya hanya melebih-lebihkan saja.
"Lo yang mengutak atik hp gue kan! ngaku enggak lo ha! " Ancam Rendy ke Surya sambil membuat nada marah, tapi sebenar nya hanya merasa jengkel saja dengan sifat nya si Surya yang mengerjai nya.
"Dari mana lo tau kalau gue yang lakuin, bisa aja kan si Alvin pelaku nya, karena hp lo ada di sebelah nya kan! " Ucap Surya yang membuat Alvin kesal karena menuduhnya atas hal yang tidak dia perbuat, dan juga membuat si Rendy marah karena Surya malah menuduh Alvin atas perbuatan yang tidak di lakukan.
BRAAK
"Aduuh" Pekik Surya yang merasa sakit di kepala nya, karena Rendy memukul kembali kepala Surya dengan tas .
"Awas lo nuduh Alvin lagi! kalau lu nuduh Alvin lagi gue buat lo babak belur! " Ancam Rendy ke Surya, dan dia pun segera kembali ke atas kamar untuk membersihkan badan nya sebelum berangkat ke sekolah.
" Jangan nimpalin ke salahan yang kamu perbuat ke orang lain, paham!" Ucap Alvin ke Surya dengan tatapan dingin nya yang marah dengan sikap Surya.
"Hm! " Balas Surya dan dia pun lanjut kembali sarapan begitu juga dengan Alvin yang kembali sarapan.
Dan setelah beberapa menit, Rendy turun kebawah dengan tampilan yang rapi tidak kayak tadi penampilan orang yang kurang tidur, lalu dia ikut sarapan dengan yang lainnya tapi suasana menjadi hening karena kejadian barusan.
Setelah selesai sarapan, mereka bertiga pergi ke sekolah dengan mobil Alvin yang di kemudikan oleh om Boni,dan bekal tidak di buat mbak Sista karena Rendy memintak Alvin untuk sarapan di kantin sekolah dengan nya nanti.
Seperti biasa sebelum berangkat, Rendy pergi kerumah nya dan berpamitan ke kedua orang tuanya, dan mendapat uang jajan dari ayah nya setelah itu dia berangkat ke sekolah dengan Alvin dan Surya.
Mereka pun sampai di sekolah dan pergi ke kelas masing-masing, saat di mobil mereka tidak ada yang bicara dan hanya sibuk dengan pikiran mereka sendiri dan tidak tau apa yang terjadi dengan hubungan pertemanan mereka.
Rendy dan Alvin sudah sampai di dalam kelas, dan para sisiwi memandangi mereka bukan, tapi hanya melihat Alvin karena ketampanan nya yang membuat banyak perempuan menginginkan nya, tapi Alvin tidak mempedulikan sikap nya acuh saja dan dia bahkan tidak pernah berpacaran dengan wanita manapun.
Begitu pula dengan Rendy, tapi dia tidak berpacaran karena banyak perempuan yang dekat dengan nya hanya untuk bisa berdekatan dengan Alvin, bisa di bilang Rendy adalah jembatan untuk para perempuan agar bisa dekat dengan Alvin yang di juluki oleh para perempuan 'SI PANGERAN ES'.
"Lihat tu para ciwi-ciwi lihat tin lu terus, kayak mau nerkam lo aja! " Ucap Rendy ke Alvin, tapi Alvin tidak menggubris nya dan malah asik membaca buku.
"Lebih baik lo cari pacar, biar enggak di ganggu para ciwi! " Lanjut Rendy yang memberi masukan ke Alvin.
Dan Alvin pun menutup buku nya dan menatap mata Rendy lekat-lekat, lalu setelah beberapa detik dia mulai berbicara.
"Kalau begitu kamu mau jadi pacar saya? " Tanya Alvin dengan membisikan nya ke telinga si Rendy.
Blussh ///
Seketika wajah Rendy memerah karena merasa malu, geli dan jijik dengan pertanyaan nya si Alvin yang di lontarkan ke diri nya dan juga dengan cara membisikan nya ke telinga nya.
"Ha! gue masih normal enggak belok! " Protes Rendy ke Alvin, dan menjahui wajah nya dari wajah Alvin.
"Yaudah, jangan tanya lagi kalau enggak aku jadikan kamu pacarku! " Ucap Alvin dengan santai dan kembali membaca buku, sedangkan Rendy kaget dengan apa yang dikatakan Alvin dan seketika dia menjadi diam.
Saat Alvin dan Rendy sedang asik mengobrol, dua nyamuk datang menggangu mereka, bukan tapi mau merayu Alvin agar menjadi pacar nya, siapa lagi kalau buka Rossa dan pengikut setia nya Cika yang selalu mengikuti nya kemana pun dia pergi.
"Hallo" Sapa Cika yang ada di samping Rossa sambil tersenyum manis.
"Hallo juga! " Balas Rendy dengan senyuman tipis, sedangkan Alvin masih sibuk dengan buku nya.
Dan tiba-tiba Rossa merebut buku Alvin, seperti itulah dia kalo mau merebut perhatian Alvin dan Alvin punya cara nya sendiri untuk membuat Rossa mengalah.
"Cantik, boleh enggak aku baca buku nya dulu?" Tanya Alvin yang membisikan nya ke telinga Rossa, dengan nada hangat dan menggoda yang buat darah siapa pun mendidih, seperti yang dia lakukan dengan Rendy tadi.
Blussh ///
"I... iya! " Ucap Rossa dengan gagap dan wajah nya memerah seperti kepiting rebus, sedangkan para ciwi-ciwi di kelas malah teriak-teriak enggak jelas.
Aaaaaaa
Rossa pun mengembalikan buku Alvin dan Alvin pun menerima buku nya, dan dia kembali membaca buku nya sedangkan Rossa lansung duduk di tempat duduk nya dan senyum-senyum sendiri kayak orang gila, para siswi pun mengelilingi nya dan menanyakan pertanyaan yang tidak terlalu penting.
"Bisa juga lo merayu cewek!" Ucap Rendy yang tidak menyangka si pria dingin Alvin terhadap perempuan, bisa merayu perempuan seperti itu.
"Emang itu merayu? kalau iya berati aku merayu kamu Ren! " Ucap Alvin yang melihat ke arah Rendy.
"Bacot lu! " Ucap Rendy yang kesal dengan ucapan Alvin dan juga merinding disko kalau mengingat kejadian tadi.
"Hahahaha" Tawa Alvin tapi tidak terlalu keras, hanya tawa ringan dengan senyuman yang manis membuat para ciwi berteriak kembali.
Aaaaaaa
BRAK!!
Pintu pun terbukak keras, dan membuat para siswa/siswi kelas XC kaget karena ada pak guru yang datang dengan wajah marah dan berteriak "CEPAT DUDUK! " seketika semua siswa duduk di bangku mereka masing - masing dan pelajaran di mulai.
KRIIIIING KRIIIIING KRIIIING 🔔
Bel istirahat pun berbunyi dan para siswa di perbolehkan istirahat, dan mereka segera berhamburan ke kantin.
Rendy dan Alvin pun juga ke kantin tapi kantin sudah penuh, dan tempat duduk yang kosong juga tidak ada dan mereka menyesal tidak membawa bekal, akhirnya mereka memutuskan untuk ke kelas.
Saat mereka mau pergi ke kelas ada seseorang yang memanggil nama mereka " RENDY & ALVIN SINI! " dan ternyata itu si Surya yang melambaikan tangan nya dan, mereka pun pergi ke tempat Surya ternyata ada tiga kursi kosong di sana dan mereka pun duduk di sana.
"Mau bali apa kalian? biar gue yang teraktir kalian berdua! " Ucap Surya ke kedua teman nya itu.
"Kami bakso aja, tapi bakso Alvin di banyakin sambal nya ya! lalu minum nya air putih hangat aja. " Balas Rendy ke Surya.
"Woke! " Ucap Surya sambil mengacukan salah satu jempol nya, dan dia pun lansung memesan tiga bakso dan air putih hangat, dan membawa pesanan nya ke meja mereka.
"Ini bakso nya, dan juga sebagai permintaan maaf gue ke kalian berdua! maukan maafin gu? " Tanya Surya dengan wajah memelas ke Rendy dan Alvin.
"Iya! " Ucap serentak Alvin dan Rendy ke Surya, dan mereka pun lansung menyantap makanan mereka setelah acara maafan nya.
KRIIIING KRIIIING KRIIING 🔔
"Makasih traktiran nya! " Ucap Rendy ke Surya.
"Sama-sama! daa~" Ucap Surya dan dia pun pergi ke kelas nya, begitu juga Rendy dan Alvin yang pergi ke kelas mereka.
Akhirnya pulang sekolah, seperti biasa Alvin dan Rendy pulang bersama, dan sekarang Alvin enggak perlu menunggu Rendy di depan gerbang sendirian karena most telah berakhir, jadi mereka bisa pulang bersama tanpa menunggu lagi.
Sedangkan Surya dia pulang di jemput orang tua nya, karena dia tidak menginap dirumah Alvin karena itu dia pulang sendiri, jadi hanya Alvin dan Rendy yang pulang bersama.
Â
~**BERSAMBUNG~
Â
JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN KOMENTAR YA! 🎉🎉🎉🎉**