
"Baiklah, sampai di sini saja rapat kali ini! dan kalian semua boleh pulang! " Ucap ketua osis ke semua anggota osis, segera seluruh anggota pun pergi keluar ruangan, begitu juga dengan Alvin dan Rendy.
Alvin, Rendy dan juga beberapa anggota baru osis, sudah di lantik menjadi anggota osis dua bulan yang lalu, bisa di bilang mereka sudah 2 bulan 2 minggu menjadi anggota osis.
Para osis, melakukan pertemuan hanya pada hari Kamis dan hari Sabtu tapi tidak terlalu sering, hanya bila ada hal yang mendadak saja untuk melakukan pertemuan.
Sama pada hari Sabtu ini, para osis melakukan pertemuan karena masalah bayaran anggaran setiap eskul yang ada di sekolah SMA N 01 ini yang belum di bayar.
Saat Rendy dan Alvin hendak mau keluar dari ruangan osis, ada tangan seseorang yang merangkul tubuh mereka berdua, dan orang itu adalah si ketua osis yaitu bang Haikal.
"Ada apa bang Haikal?" Tanya Rendy ke bang Haikal yang ada di sebelah nya, "Gue, mau kalian ikut gua sebentar saja! " Ucap bang Haikal ke Rendy dan Alvin yang lagi di rangkul nya .
"Kemana?" Tanya Rendy ke bang Haikal, "Ikut, saja! " Bang Haikal pun meletakkan tas Alvin dan Rendy di meja besar, tempat para anggota osis melakukan pertemuan.
"Tinggalin aja tas kalian di sini!" Tangan Rendy dan Alvin pun di tarik bang Haikal ke luar ruangan, dan menuju ke suatu tempat yaitu perpustakaan.
Ceklek Ceklek Ceklek
Bang Haikal membuka pintu perpustakaan yang tutup, menggunakan kunci yang di ambil nya dari saku celana nya itu, dan membuat Rendy penasaran dari mana kah bang Haikal mendapatkan kunci perpustakaan? dan kunci lain nya yang tegelantung? sedangkan Alvin dia tidak peduli dan sibuk membaca buku nya.
"Bang Ikal!" Panggil Rendy ke bang Haikal, "Ikal, Ikal, Ikal! nama gue Ha-i-kal! paham!" Ucap Bang Haikal ke Rendy, "Kan, nama panggilan! biar akrab gitu!" Bantah Rendy, "Auah!" Ucap Bang Haikal yang malas ladeni adik kelas nya itu.
Kleek
Pintu pun terbuka, segera mereka memasuki perpustakaan yang tidak ada penghuni nya, " Dari mana , bang Ikal dapat kunci nya? sama kunci yang lain? " Tanya Rendy ke bang Haikal.
Criiiiing
Bang Haikal pun melihat kan, semua kunci yang bergelantungan di tangan nya ke depan Rendy dan Alvin, "Ini, kunci cadangan tiap ruangan di sekolah ini, di berikan ke gue karena gue adalah ketua osis! jadi, gue harus punya kunci ini bila ada keperluan mendadak kayak sekarang ini!" Jelas bang Haikal ke kedua adik kelas nya yang sedang berada di depan nya saat ini.
"Jadi, mau ngapain abang ajak kami ke sini?" Tanya Alvin tapi pandangan nya masih terpaku pada buku nya , "Abang Haikal ingin kalian, membantu nya menghitung semua jumlah buku yang ada di perpustakaan ini! " Jawab bang Haikal dengan nada bicara seperti seorang kapten jenderal.
"Apa!" Teriak Rendy yang kaget dengan perkataan bang Haikal, sedang kan Alvin dia mengalih kan pandangan nya dari buku ke bang Haikal yang ada di depan nya, dengan mata tajam penuh amarah dan kebencian, dan juga wajah yang mengidiminasi, dan berhasil membuat nyali bang Haikal yang tadi nya seperti kapten jenderal menjadi sekecil semut karena seorang Alvin.
"Gue mohon! bantulah abang mu ini! " Mohon bang Haikal ke kedua adik kelas nya itu, sambil memasang wajah melas nya, "Kalau gratisan Rendy ogah bang!" Tukas Rendy sambil melambaikan salah satu tangan nya, "Tapi..... kalau ada untungnya, Rendy sama Alvin mau! " Lanjut Rendy.
"Ya, enggak Vin! " Ucap Rendy sambil menyenggol salah satu tangan Alvin dan Alvin hanya berdehem saja "Hmm".
Gleek
Dengan susah payah bang Haikal menelan air silfa nya, *Nih, anak licik amat sih!* Batin bang Haikal ,"Oke! kalian mau apa dari abang kismin ini?" Tanya abang Haikal ke kedua adik kelas nya itu, "Hm....... abang harus mentraktir kami berdua makan di kafe baru, yang ada di pusat kota! " Jawab Rendy dengan mata yang berbinar-binar.
"Oke, gue setuju!" Ucap bang Haikal dengan wajah lesu nya, "Tunggu!" Segera Rendy mengeluarkan handphone dari saku celana nya, lalu membuka sebuah aplikasi di HP nya yaitu sebuah rekaman lalu di arah kan ke bang Haikal.
"Sekarang, bang Haikal ulangi lagi ucapan tadi! " Ujar Rendy ke bang Haikal, lalu dia menekan tanda off untuk memulai rekaman nya.
"Gue....Haikal! akan mentraktir kedua adik kelas gue yang manis ini, ke kafe yang baru di buka di pusat kota, besok pada hari minggu!" Ucap bang Haikal, lalu Rendy menekan tombol on untuk memberhentikan rekaman nya, dan menyimpan nya di dalam HP nya.
"Sudah!? " Tanya bang Haikal ke Rendy, "Belum!" Jawab Rendy dengan cepat, "Apa lagi bocil?" Tanya bang Haikal ke Rendy dengan perasaan geram, "Kenapa bang Haikal ,sampai segitu nya memohon kepada kami untuk meminta bantuan? dan kenapa bukan minta aja ke bang Roni dan kak Ayu aja?" Tanya Rendy ke kakak kelas nya itu yang berada di depan nya.
Dan bang Haikal pun duduk di salah satu kursi kosong di dekat nya, begitu juga dengan Rendy dan Alvin, "Begini kejadiannya......"Bang Haikal pun mulai menceritakan apa yang sebenarnya telah terjadi.
FLASHBEK DI MULAI
"Iya!" Sahut gue, tapi gue lagi fokus sama HP gue karena ada pesan dari pacar gue, lalu si Ayu mengambil HP gue sebelum gue membalas pesan dari pacar gue, otomatis gue marah.
"Woy! balikan HP gue!" Bentak gue ke si Ayu, "Berani juga lo ya! membentak gue!" Ayu pun memukuli kepala gue dengan kertas yang di pegang nya sejak tadi, "Ampun! gue udah menyerah!" Teriak gue sambil melindungi kepala gue menggunakan kedua tangan gue.
Plaar
Ayu pun melempar kertas yang di pukulin ke gue tadi ke meja gue, "Lo baca tu!" Bentak Ayu ke gua, lalu gue membaca kertas itu dan isi nya berisi anggaran eskul yang belum di bayar satupun di setiap eskul.
"Kepala sekolah marah sama gue, karena belum ada satupun eskul yang membayar uang anggaran nya! dan lo malah ke enakkan saja main HP di sini!" Bentak nya ke gue.
"Bukan nya ini tugas lo Ron!"Ucap gue yang menatap ke arah Roni, dan terlihat wajah Roni yang marah dan menatap sinis ke gue, "Lo enggak ingat ya! gue yang menggantikan lo ke sekolah SMA N 14 dan lo yang menggantikan gue meminta uang anggaran ke setiap eskul!" Bentak Roni ke gue dan seketika wajah gue memucat karena, sudah mengingat kejadian itu dan gue lah yang bersalah.
"Besok lo harus hitung seluruh buku baru yang ada di perpustakaan, dan tidak ada yang boleh membantu lo, kalau lo melanggar.....siap-siap aja lo di pukuli oleh gua!" Ancam Ayu ke gue dan membuat gue menjadi takut jika gue kena pukulan mematikan Ayu ke gue.
FLASHBEK SELESAI
"Karena itu, gue ada di sini dan meminta kalian membantu saya" Ucap bang Haikal dan malah di acuh kan oleh Alvin dan Rendy karena mereka berdua sudah mulai pekerjaan nya, *Kurang ajar ni dua bocah!* Batin bang Haikal yang kesal dengan kedua adik kelas nya itu, segera dia juga melakukan tugas nya dan melupakan kemarahan nya dengan adik kelas nya itu.
Setelah 5 jam berlalu, dan hari pun sudah mulai sore mereka bertiga pun akhirnya telah selesai menghitung seluruh buku baru yang ada di perpustakaan dan, Alvin dan Rendy berpamitan ke bang Haikal untuk pulang.
"Makasih atas bantuannya!" Ucap bang Haikal tapi masih fokus menulis seluruh jumlah buku di perpustakaan, "Jangan lupa traktiran nya besok! " Teriak Rendy dan segera dia dan Alvin pergi ke luar, dan menuju ke ruangan osis untuk mengambil tas mereka yang ada di sana.
tap tap tap
Saat ini Rendy dan Alvin sedang berjalan menuju ke pintu untuk ke luar ,tapi Alvin merasakan sesuatu yang ada di dekat mereka dan mereka tidak berdua saja di lorong tersebut.
"Rendy! kamu duluan aja keluar, ada barang ku yang ke tinggalan! " Ucap Alvin sambil memberikan tas nya ke Rendy, "Gue temenin lo!" Ajak Rendy ke Alvin, "Tunggu aja di luar, nanti om Boni malah ke sini nyari kita!" Tegas Alvin dan Rendy pun menurut saja, dan segera dia pergi dengan membawa tas Alvin yang ternyata ringan.
Setelah Rendy sudah pergi menjauh dari tempat Alvin saat ini berdiri, Alvin membalikkan badan nya dan terlihat mata nya yang sebelum nya berwarna biru laut menjadi merah darah, dan segera langkah kaki nya menuju ke sebuah pot bunga dan terlihat ada seorang gadis cantik di sana.
Gadis itu adalah Hani, yang mengikuti Rendy dan Alvin sejak dari pertemuan para osis dan, yang nenyadari keberadaan nya hanya Alvin seorang, dan sekarang mereka berdua saling bertatapan wajah.
Dan terlihat tubuh Hani bergetar karena ketakutan, melihat mata Alvin yang penuh kebencian kepada nya, lalu Alvin mencekik leher Hani dengan kuat dan membuat sang empu sesak nafas dan kesakitan .
"Le.....le....... as..... " Ucap Hani yang tidak jelas karena di cekik Alvin, dan Alvin tidak mempedulikan nya, malah melempar tubuh Hani ke pot bunga yang ada di sebelah Hani.
Baaar
"Uhuk uhuk uhuk" Hani pun terbatuk-batuk akibat di cekik Alvin, dan darah segar mengalir di kening nya, Alvin tidak mempedulikan nya, setelah itu Mey muncul di samping Alvin.
"Boleh ku minun darah nya!" Ucap Mey dengan mata yang merah menyala, "Minumlah!" Itu lah yang keluar dari mulut Alvin, "ku mohon.....uhuk....aaaaaaa! " Teriak Hani yang kesakitan, karena Mey menancap gigi taring nya ke leher Hani dan meminum darah Hani, "Berhenti! pergilah!" Perintah Alvin dan Mey pun menuruti nya "hihihihi" suara lengking yang membuat bulu kuduk berdiri sudah hilang ,dengan kepergian Mey.
"Ini peringatan bagi mu! kamu boleh bertemu kembali dengan Rendy, jika Rendy terluka oleh mu! maka maut yang akan datang pada mu!" Peringatan Alvin ke Hani yang mulai kehilangan kesadaran nya, dan Alvin tidak peduli segera dia meninggalkan Hani yang pingsan begitu saja.
"Cih, dasar lemah" Gumam Alvin yang menuju ke pintu keluar.
Tap tap tap
... ~BERSAMBUNG~...
JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN KOMENTAR! 🎉🎉🎉🎉