FRIENDSHIP Ties

FRIENDSHIP Ties
13.



Matahari telah terbit kembali, dan menyinari sebagian sisi dari bumi dan sinar nya telah mengenai seorang pemuda berwajah yang lumayan tampan, sedang belajar di dalam kelas nya.


Saat ini seorang buk guru lagi mengajar pelajaran IPS ke siswa siswi XC, tapi pemuda tersebut tidak mendengar buk guru yang lagi mengajar, karena pikirannya sedang berada di tempat lain tapi pandangan nya ke arah papan tulis.


Karena itu buk guru tidak menyadari nya, bahkan semua teman satu kelas nya juga tak menyadari nya, kecuali teman sebangku nya itu yang membiarkan teman nya itu termenung karena, dia lagi memperhatikan buk guru yang lagi mengajar dan mencatat yang tertulis di papan supaya teman nya tidak ketinggalan pelajaran, begitu juga diri nya.


Kriiing Kriiing Kriing 🔔


Seluruh siswa pun pergi ke kantin dan ada juga yang di kelas karena ada yang bawa bekal dari rumah, begitu pula dengan Rendy dan Alvin yang membawa bekal yang di buat mbak Sasti, karena mbak Sasti membuat menu bekal hari ini yaitu omlet untuk pertama kalinya.


Oh, ya! sebenarnya Alvin ada dua pelayan dan ke dua pelayan itu kembar, mbak Sasti dan mbak Sista dan mereka juga bergantian melakukan pekerjaan, satu hari mbak Sasti yang akan bekerja dan besok nya mbak Sista yang akan bekerja, dan begitulah seterusnya.


"Rendy! Alvin!" Teriak Surya ke kedua teman nya itu, yang masih di dalam kelas, "Ayok, kita ke kantin!" Ajak Surya yang menghampiri ke meja ke kedua teman nya itu.


"Kami bawa bekal! " Jawab Rendy yang melihatkan kotak bekal nya ke Surya, begitu juga Alvin yang menunjukkan kotak bakal nya ke Surya, "Yaaaaa" Surya pun menjadi kecewa karena kedua teman nya membawa bekal dari rumah.


"Yaudah! tunggu gue 10 menit, gue mau ke kantin dan jangan ada yang makan bekal nya, mengerti!" Ucap Surya ke kedua teman nya itu, "Oke" Rendy mengangkat salah satu jempol tangan nya, sedangkan Alvin sibuk membaca buku nya.


"Apa, yang sedang kamu pikir kan saat ini? " Tanya Alvin ke Rendy, sedang kan Surya baru sampai dari kantin dan dia pun mengambil salah satu kursi, lalu diletakkan di depan meja Rendy lalu menduduki kursi tersebut .


"Benar! lo dari kemaren saat kita di kantin jadi pendiam, enggak kayak biasa nya! emang apa yang lagi lo pikirin?" Surya pun ikut bertanya ke Rendy, karena dia melihat sifat teman nya yang tidak seperti biasa nya.


"Kemaren....gue ketemu sama cewek yang kenal sama gue.... tapi gue enggak kenal dia siapa!" Ucap Rendy, setelah itu dia membuka bekal nya itu, sedangkan Alvin sudah memakan bekal nya.


"Emang ada apa lo sama cewek itu? suka lo sama cewek itu ya? cantik ya cewek nya? " Tanya Surya secara beruntun ke Rendy, "Lumayan cantik lah, tapi... kalo di bilang suka iya tapi juga enggak, yaaa begitu lah! tapi bukan itu yang gua pikiran! " Lanjut Rendy, setelah mengunyah makanan yang ada di mulut nya.


"Lalu?" Surya pun memakan nasi goreng yang di beli nya tadi, "Saat dia memanggil nama gue, gua pun melihat ke arah nya lalu gue bilang 'ada apa ya?' lalu wajah nya kayak terkejut gitu setelah itu dia menarik teman nya, lalu teman nya itu memanggil nama si cewek ini, Han! lalu gue pikir Hani! " Ucap Rendy setelah itu dia pun memasukkan kembali omlet ke mulut nya.


"Hani? siapa tu?" Tanya Surya yang baru selesai makan, "Teman gue sama Alvin saat kami SD dulu. " Jawab Rendy lalu kembali memasukkan omlet terakhir nya ke mulut nya.


"Teman gua itu cuman Rendy dan juga kamu aja!" Baru Alvin membuka suaranya, setelah itu dia membaca buku yang baru dia beli di toko buku satu bulan yang lalu, dan juga memakai henset ditelinga nya dan menyalakan suara lantunan ayat al-qur'an di hp kecil nya yang diletakkan di saku nya.


"Tapi, Rendy bilang Hani teman lo juga!?" Ucap Surya yang bingung dengan ucapan Alvin, Alvin malah tidak mempedulikan ucapan Surya malah sibuk dengan buku nya, "Kek gitulah Alvin, dia akan menganggap seseorang sebagai teman nya, jika bisa meluluh kan hati nya itu! kayak gue dulu bertemu dengan nya pertama kali! " Jawab Rendy yang menyandarkan punggung nya ke kursi.


"Setuju gua! " Ucap Surya, "Lalu, apa yang lo bingungin tentang si Han, sama teman kalian Hani itu?" Tanya Surya ke Rendy, "Karena, pertama Hani itu rambutnya pendek kayak dora, sedangkan Han rambut nya panjang sepinggang nya! kedua, Hani selalu berpakaian kayak laki-laki enggak ada feminim nya jadi cewek, sedangkan Han berpakaian layak nya seorang cewek walau saat kami bertemu dia membuat bajunya kayak preman! dan yang ke tiga, Hani orangnya tomboy, sedangkan Han gue enggak terlalu kenal, tapi saat pertama kali bertemu dia kayak nya anak nya enggak tomboy!" Ucap Rendy panjang lebar dan Surya hanya menganggukkan kepala nya saja.


"Kalau lo mau tau, kenapa enggak ke kelas nya aja, apakah Han adalah Hani teman lo itu atau enggak! " Usul Surya untuk membatu temannya itu si Rendy, "Boleh juga ide lu, tapi gue enggak tau di mana kelas nya berada! " Ucap Rendy yang tadi nya tersenyum, sekarang berwajah masam lagi begitu pula Surya yang ide nya tidak bisa di pakai, karena tidak tau di mana kelas Han itu berada.


Kriiing Kriiiing Kriiiing 🔔


"Yaudah! Gue pergi ke kelas dulu, daa~" Pamit Surya ke kedua taman nya itu, dan membuang bungkusan bekas tempat nasi goreng yang dia beli dan juga bungkusan air mineral ke tong sampah di luar, sedangkan murid kelas XC yang keluar tadi mulai memasuki kelas .


"Rendy, kamu yakin mau mencari tau di mana keberadaan Hani saat ini!? " Tanya Alvin yang mengalihkan pandangan nya ke Rendy ,"Iya, karena gue mau kasih tau Hani tentang taman nya kak Sisil yang ,sudah di bangun kembali! " Ucap Rendy dengan penuh semangat.


"Hmm huuuf " Hela napas Alvin karena mendengar perkataan teman nya itu, "Seterah kamu aja Ren! " Alvin pun kembali membaca buku nya, *Gue juga harus cari tau, kenapa Hani pergi begitu saja saat itu, padahal kamu Vin! udah mulai menerima dia menjadi teman kamu!* Batin Rendy, tapi Rendy tidak tau kalau Alvin bisa mendengar isi hati nya sekarang berkat Mey, tapi Alvin tetap cuek karena dia tau kalau, cepat atau lambat semua nya pasti akan terbongkar.


Tap Tap Tap


Bu Netti pun memasuki kelas, dia adalah wali kelas XC dan juga mengajar pelajaran matematika, setelah masuk ke dalam kelas buk Netti meletakkan tas nya di atas meja guru, setelah itu buk Netti mengambil buku cetak matematika di dalam tas nya.


"Buka buku halaman 85" Ucap buk Netti ke seluruh siswa siswi yang ada di kelas, dan semua siswa siswi pun membuka buku cetak matematika halaman 85 sesuai perintah buk Netti ke mereka.


...~BERSAMBUNG~...


JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN KOMENTAR! 🎉🎉🎉🎉