FRIENDSHIP Ties

FRIENDSHIP Ties
16.



Ada masalah apa lo sama cewek tadi?" Tanya Rendy ke Surya, yang duduk di depan nya yang lagi menikmati cake nya, "Dia pacar gue!" Ucap Surya dengan santai nya, "Lalu, kenapa pacar lo marah-marah sampai menampar lo tadi?" Tanya Randy lagi.


"Hm......gue..... memergoki nya....lagi pacaran sama om-om!" Lirih Surya yang memainkan makanan nya, "Kanapa lo yang di marahi sama cewek ****** itu! dan lo malah diam aja di begituan sama cewek itu! seharusnya lo yang marah kan!?" Bentak Rendy dan membuat semua orang dalam kafe memperhatikan nya.


"Maaf maaf maaf" Ucap Rendy dengan sedikit membukukan badan nya ke semua orang di dalam kafe, setelah itu dia kembali duduk tapi raut wajah nya kembali jengkel karena mendengar cerita Surya dan pacar nya, yang ternyata dia adalah cewek ******.


"Surya, perempuan tadi pacar ketiga mu kan!" Tukas Alvin yang memulai pembicaraan, "Lo stakler ya Vin!?" Ejek Surya ke Alvin, karena dia sudah tau siapa yang memberitahu kan Alvin tentang dia berpacaran tiga kali siapa lagi kalau bukan Mei, jadi dia sengaja mengejek Alvin untuk memancing kemarahan dari pangeran es itu.


Tapi sayang sekali, Alvin tidak terpengaruh karena dia tetap fokus membaca buku nya dengan wajah datar nya, dan sekali-sekali meminum minuman nya yang sudah tinggal setengah.


"Playboy juga lo ternyata Sur!" Ucap Rendy dengan nada mengejek ke Surya, "Bukan playboy, tapi ketiga mantan gue yang ninggalin gue, saat kami lagi asik-asik nya pacaran!" Jelas Surya dengan wajahnya yang di tekuk.


"Coba lo ceritain ,bagaimana lo bisa di putusin sama ketiga pacar lo!" Tukas Rendy yang penasaran dengan kisah putus nya Surya dengan ketiga pacar nya, "Pacar pertama gue saat di SD kelas 4 ,dan pacar gue minta putus saat kami lulus SD karena dia melanjutkan pendidikan nya ke jenjang SMP di luar kota, karena itu dia minta putus padahal kita bisa hubungan jarak jauh, tapi dia enggak mau! lalu pacar kedua gue saat SMP kelas 2 dan kami pacaran sampai lulus SMP, tapi dia minta putus karena dia menyukai cowok lain, yaudah gue putusin aja padahal gue udah setia pada nya, tapi apa yang gue dapat yaitu dia selingkuh sama cowok lain! Sedangkan pacar ya ketiga ini dia yang minta gue pacaran sama dia, sebenarnya gue enggak mau pacaran lagi kalau ujung-ujungnya putus lagi, tapi karena dia yang instiatif mau pacaran sama gue ya.... gue terima aja, dan ternyata dia pacaran sama gue hanya untuk menutupi dia pacaran sama om-om dan lagi dia kakak kelas di sekolah kita!" Ucap Surya dengan panjang lebar.


"Kalau begitu lo beritau satu sekolah, tentang kakak kelas yang merupakan cewek ****** yang berpacaran sama om-om yang berduit!" Usul Rendy ke Surya, "Emang itu rencana gue, apa lagi gue punya video rekaman saat dia lagi ciuman sama om-om! dan gue tinggal menyebarkan video ini ke seluruh sekolah, pasti kakak kelas ku yang imut itu akan mati kutu karena malu atas perbuatannya! hehehe" Jelas Surya dengan wajah yang mengindimitasi dan diiringi tawa seperti orang jahat.


Gleek


Dengan susah payah Rendy menelan air silva nya, karena melihat sifat Surya yang mengerikan yang belum pernah di tunjukkan pada semua orang, sedangkan Alvin dia bersikap acuh saja dan menikmati membaca buku nya.


"Rendy lo udah punya pacar? kalau si Alvin gue tau, dia pasti tidak pernah pacaran karena selalu memasang tembok di sekeliling nya bila ada cewek yang mendekatinya!" Ucap Surya tapi Alvin dia tetap bersikap acuh saja, "Sama! gue juga enggak pernah!" Jawab Rendy yang bersikap tenang saja.


"Yang benar! pasti karena si pangeran es ini!" Ucap Surya sambil melirik matanya ke arah Alvin, seketika Alvin mengarahkan pandangan nya dari buku nya ke Surya, dengan menatap tajam dan membuat Surya menjadi takut melihat mata Alvin yang sekilas mata nya berwarna memerah ,dan segera dia mengalihkan pandangan nya ke arah lain.


*Mata Alvin kenapa bisa berwarna merah begitu? apa gue yang salah lihat?* Batin Surya yang bertanya-tanya tentang warna mata Alvin yang berubah menjadi merah, "Malahan karena ada Alvin, gue bisa tau manakah cewek yang benar-benar mencintai gue dan, yang memanfaatkan gue sebagai jembatan untuk nya supaya lebih dekat dengan Alvin!" Jelas Rendy dengan senyuman yang terukir di wajah nya.


"Oh....gue.... tipe cewek gue yang cewek nya imut gitu! kalau kalian berdua?" Tanya Surya ke Rendy dan Alvin yang duduk di depan nya, "Cewek nya berambut panjang kayak mama gue dan juga cantik!" Jawab Rendy, "Tentu aja harus cantik dong! kalau si pangeran es bagaimana tipe cewek lo?" Tanya Surya yang menunggu jawaban dari Alvin begitu juga dengan Rendy, karena selama mereka bersama Alvin tidak pernah memberitahu kan tipe cewek yang di sukai nya.


"Perempuan yang mencintai ku apa ada nya, tidak mencintai ku secara fisik maupun materi! yang aku sukai adalah perempuan yang selalu setia pada kita saat senang atau pun susah!" Jelas Alvin yang di balas dengan anggukan oleh kedua teman nya itu, "Benar lo Vin! di zaman sekarang sangat susah mencari pasangan yang setia dengan kita!" Balas Surya, "Benar tu!" Lanjut Rendy.


Criiing


Segera mereka bertiga pergi keluar dari kafe, setelah selesai memakan cake mereka dan juga telah membayar pesanan mereka, dan juga Rendy membukus cake untuk orang tua nya di rumah.


Tap tap tap


Mereka bertiga belum berencana pulang, karena hari masih siang jadi mereka berkeliling di pusat kota, setelah melihat pusat kota mereka pergi ke taman Sisil yang letak nya tidak jauh dari pusat kota.


Tap tap tap


Akhirnya mereka sampai juga setelah berjalan dari pusat kota ke taman Sisil selama 15 menit ,dan segera mereka duduk di kursi panjang yang telah di sediakan di taman tersebut, dan terlihat di taman banyak orang yang berkunjung, ada yang datang bersama keluarga, teman dan pasangan mereka,


"Coba lo cerita in tentang pertemuan lo sama si Hani!" Ucap Surya yang duduk di sebelah Rendy, sedang kan Alvin sedang menelepon om Boni untuk menjeput nya dan Rendy di taman Sisil.


FLASHBEK DI MULAI


Hari ini adalah hari minggu dan juga gue dan Alvin sudah berteman selama satu tahun, seperti biasa kami akan pergi jalan-jalan di taman sekitar rumah kami, dan Alvin sedang membeli eskrim untuk kami di ujung jalan sana.


Dan saat dia baru pergi membeli eskrim, ada lima orang anak laki-laki yang usianya lebih tua satu tahun dari gue lagi main bola, dan gue ingin main dengan mereka tapi gue tidak terlalu dekat dengan anak-anak itu.


Karena di daerah rumah gue enggak ada anak-anak yang seusia dengan gue kecuali Alvin, saat gue lagi asik duduk yang tidak jauh dari anak-anak itu sambil nunggu Alvin.


Sebuah bola datang ke arah kaki gue, dan gue pun mengambil bola nya, "Woy ngapain pegang-pegang bola nya!" Bentak salah seorang dari anak laki-laki yang main bola tadi dan badan nya juga agak gemuk yang membuat gue agak takut.


"Pukul aja tu anak!" Ucap keempat anak laki-laki yang ada di belakang anak gemuk itu, dan saat mereka bilang begitu badan gue secara refleks mundur ke belakang karena gue takut sama anak tersebut, apa lagi badan gua kecil dan anak yang di depan gue badan nya besar.


Bugh


Gue pun tersungkur ke bawah karena di pukul perut gue, dan tersa sakit "Duh...hiks" Rintih gue karena merasa sakit di perut gue dan di siku gue, "Dasar banci! gitu aja nangis!" Ucap anak yang memukul perut gue tadi "Hahahaha" Tawa kalima anak-anak tersebut, bukan nya minta maaf malah menter tawain gue.


Saat anak itu mau memukul gue lagi, dan gue pun menundukkan kepala gue dan melipat kedua tangan gue di atas kepala gue supaya, kepala gue tidak terkena pukulan anak gendut tersebut.


"Aduuuuh!" Teriak kesakitan anak gendut tersebut, apa yang sedang terjadi dan ternyata ada seseorang yang sedang menendang selangkang anak gendut tersebut, dan sepertinya anak tersebut seusia dengan gue.


"Pergi kalian dari sini! atau gue semekdon kalian berlima!" Ancam anak itu dan membuat kelima anak tersebut pergi berlari, dan sepertinya anak gendut tersebut susah lari nya karena selangkang nya di tendang.


"Lo enggak apa-apa?" Tanya anak itu dan ternyata dia anak perempuan, jika di dengar suara nya baik-baik dan yang membuat gue kagum, walau dia anak perempuan tapi dia berani sekali melawan mereka, sedangkan gue anak cowok aja malu karena enggak berani seperti anak perempuan tersebut.


"I... iya!" Ucap ku dan terlihat anak perempuan itu mengambil plester dari saku celana nya, dan memakai plaster tersebut ke siku tangan gue yang terluka, "Sekarang lo baik-baik aja sekarang!" Ucap nya sambil mengusap rambut gue, dan gue merasa seperti adik nya, hehehe.


"Siapa nama lo?" Tanya nya ke gue, "Rendy! kalau lo?" sekarang gue yang bertanya pada nya, "Hani, sekarang kita adalah teman dan gue selalu menjadi pelindung lo!"Ucap nya dan kami pun saling berjabat tangan.


"Rendy!" Panggil Alvin yang berlari ke arah gue dan Hani, dan terlihat di kudua tangan nya ada eskrim,"Kamu enggak apa-apa?" Tanya nya kepada gue dan terlihat wajah nya khawatir, "Gue enggak apa-apa! dan ini Hani yang nolongin gue dan Hani ini teman gue nama nya Alvin!" Ucap gue yang memperkenalkan mereka berdua satu sama lain.


"Halo!" Sapa Hani dengan senyuman di wajah nya, sedangkan Alvin dia hanya menatap Hani sekilas lalu duduk sebelah gue, dan memberikan eskrim nya ke gue, sedangkan Hani dia juga duduk di sebelah gue dan terasa suasana agak canggung sekarang.


Tapi yang pasti kami bertiga sudah berteman, dan juga ternyata Hani satu sekolah dengan gue dan Alvin tapi beda kelas, dan kelima anak laki-laki yang ganggu gue adalah kakak kelas gue tapi mereka takut dengan Hani apa lagi Hani anak yang nakal di sekolah walau dia perempuan dan juga dia itu tomboy.


FLASHBEK SELESAI


~BERSAMBUNG~


JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN KOMENTAR! 🎉🎉🎉🎉