
Byuur
Seorang anak laki-laki berusia 8 tahun, tenggelam dalam lautan yang dalam dan tidak ada orang yang menolong nya, bahkan makluk laut tidak terlihat di sekitar anak laki-laki itu, yang ada di sekitar nya hanya ada kegelapan dan kesunyian.
Blub blub blub
"Apakah ini akhir dari hidup ku? mungkin ini yang terbaik, karena aku hanya sendirian di dunia ini! siapa, yang mau hidup bersama iblis seperti ku ini! " Lirih anak laki-laki itu, dan mata nya mulai perlahanan tertutup.
Byuur
Seorang anak laki-laki yang usia nya sama dengan anak yang tenggelam itu, perlahan anak itu mendekati nya dan dia memegang salah satu tangan anak tenggelam itu, dan anak yang menutup mata nya itu kembali membuka mata nya.
"Rendy!" Satu kata itu yang keluar dari mulut anak yang tenggelam itu, sedang kan anak yang bernama Rendy itu tersenyum kepada anak itu, segera Rendy menarik tangan anak tersebut menuju ke daratan.
Tapi, sebelum mereka sampai ke daratan, ada tangan yang membungkam mulut Rendy, setelah itu tangan itu berubah menjadi cairan bewarna merah darah, dan menyelimuti seluruh tubuh Rendy.
Blub blub blub
"RENDYYYY!" Teriak Alvin yang mengelami mimpi buruk, segera dia bangun dan duduk di pinggir kasur dan dia mengatur nafas nya.
Deg deg deg deg
"Syukurlah....itu hanya mimpi!" Gumam Alvin yang sedang memegang dada nya yang berdetak kencang, karena mimpi buruk nya itu.
Baru kali ini, dia bermimpi buruk mengenai teman nya Alvin itu, biasanya dia hanya bermimpi buruk tentang orang lain karena kemampuan indigo lain nya itu.
"Apa, maksud dari mimpi tadi?" Batin Alvin, yang bingung dengan mimpi nya kali ini, karena kemampuan indigo nya yang lain adalah melihat masa depan orang, melalui mimpi nya itu tapi , mimpi kali ini berbeda karena mimpi nya itu mengenai diri nya dan Rendy waktu kecil.
"Hihihi" Mey muncul di hadapan Alvin dengan tawa khas nya itu, dan Alvin sudah biasa dengan keberadaan Mey yang selalu mengagetkan nya.
"Sepertinya.....kamu mengelami mimpi yang sangat menakutkan!" Ucap Mey dengan senyuman mengejek ke Alvin.
"Pasti kamu tau, arti dari mimpi itu kan!? " Tegas Alvin ke Mey yang ada di samping nya, "Hm.....tapi ada syarat nya!" Ucap Mey sambil menyilang tangannya ke atas dada nya.
Seketika, mata biru laut Alvin berubah menjadi merah darah dan melirik ke arah Mey, seketika Mey menjadi takut dengan tatapan Alvin apa lagi dengan aura suram di sekitar Alvin, yang membuat tubuh siapa pun menjadi tunduk di hadapan nya, baik itu manusia maupun mahluk seperti Mey.
Saat ini Mey berada duduk di lantai, dan kepala di tundukkan karena tidak berani melihat wajah Alvin saat ini, "Baiklah....akan aku beri tau!" Lirih Mey dengan suara begetar.
"Teman berharga mu Rendy itu, akan mengelami bahaya karena seseorang di masa lalu nya! tapi, aku tidak tau kapan kah bencana itu akan menimpa teman mu itu! " Jawab Mey dengan panjang lebar.
"Apakah Hani orang nya!" Tanya Alvin dengan suara yang berat dan dingin, "Mungkin saja! tapi mungkin tidak!" Ucap ambigu Mey dan membuat Alvin semakin khawatir dengan keputusan nya, untuk mempertemukan Rendy dengan Hani.
"Kumohon...berikan aku darah!" Mohon Mey dengan mengankat wajahnya ke atas dan memperlihatkan raut wajah memelas ke Alvin, tapi tidak membuat hati Alvin luluh dengan wajah memelas Mey.
"Bukan nya kemarin kamu sudah meminum darah Hani!" Ucap Alvin dengan raut wajah datar nya, dan mata nya kembali berwarna biru laut, "Karena meminum darah manusia itu, aku tidak bisa menahan rasa haus ini dan membuat aku menjadi tersiksa karena rasa lapar ku ini! " Lirih Mey dengan wajah yang muram.
Alvin pun mengalah dan menggulungkan lengan baju nya sampai siku tangan nya, "Gigit lah!" Perintah Alvin ke Mey dan mengarahkan tangan nya kedepan mulut Mey, seketika wajah Mey menjadi senang karena sudah 8 tahun lama nya, dia tidak meminum darah tuan nya itu apa lagi tuan nya adalah seorang anak indigo.
Mey pun menggigit tangan Alvin dan menghisap darah yang keluar akibat gigi runcing Mey seperti Vampir, sedangkan Alvin tidak merasa sakit dan malah melihat ke arah jendela yang masih tertutup, dan membiarkan Mey menghisap banyak darah nya itu karena dia tau apa akibatnya membiarkan Mey meminum darah orang lain bukan darah nya, oleh karena itu dia harus menanggung resiko nya.
Rendy dan Alvin pergi bersama ke pusat kota dengan mobil Alvin yang di kemudikan oleh om Boni, dan butuh 3 jam dari rumah mereka ke pusat kota.
Setelah mereka sampai, Alvin menyuruh om Boni pulang kerumah dan Alvin nanti akan menelpon om Boni untuk menjemput mereka nanti setelah urusan mereka telah selesai di pusat kota.
"Di mana bang Haikal?" Tanya Rendy yang melihat sekitar Kafe, "RENDY&ALVIN!" Teriak bang Haikal yang ternyata sedang duduk di pinggir air pancur di tengah pusat kota, dan tidak terlalu jauh dari kafe dan segera mereka berdua menuju ke tempat bang Haikal berada.
"Ini uang untuk kalian!" Ucap bang Haikal dan memberikan uang Rp 300.000,00 ke Rendy dan Rendy pun menerima nya, "Bang Haikal enggak ikut kami makan kue di kafe baru!?" Tanya Rendy ke bang Haikal.
"Gue, ada kencan sama pacar! jadi, kalian berdua saja yang ke sana! daa~" Pamit bang Haikal dan segera meninggalkan Rendy dan Alvin ,dan menuju ke tempat kencan nya dengan pacar nya.
"Yasudah! ayok kita berdua saja ke kafe!" Ajak Rendy ke Alvin, dan segera mereka berdua menuju ke kafe yang ada di seberang jalan.
Criiing
Bunyi lonceng yang ada di atas pintu kafe, yang menandakan pelanggan datang ke kafe dan begitu pula dengan Rendy dan Alvin yang memasuki kafe, dan terlihat ramai pengunjung di dalam kafe.
"Enggak ada meja yang kosong!" Lirih Rendy yang berwajah masam karena tidak ada meja yang kosong untuk mereka berdua, sedang kan Alvin dia menuju ke salah satu pelayan di sana, tapi Rendy tidak bisa mendengar apa yang di bicarakan Alvin dengan pelayan tersebut.
Setelah Alvin dan pelayan itu bicara berdua, pelayan tersebut segera menuju ke meja paling pinggir di dekat jendela kafe yang besar, dan dapat melihat suasana pusat kota dari dalam kafe melalui jendela tersebut.
Pelanggan yang duduk di sana tiba-tiba berdiri dan pergi ke kuar kafe, sambil menenteng sebuah bungkusan untuk membawa pulang kue yang ada di kafe ini, yang di berikan pelayana untuk pelanggan tersebut dan bungkusan tersebut ada tulisan 'BAKERY BOBY' itulah nama kafe baru ini.
"Silahkan tuan-tuan! untuk duduk di sini!" Ucap pelayan yang berbicara tadi dengan Alvin dan juga memberikan bungkusan ke pelanggan yang tadi duduk di maja pinggir jendela tersebut, dan pelayan itu mempersilakan Rendy dan Alvin duduk di meja pinggir jendela tersebut.
Segera Rendy dan Alvin menduduki meja tersebut dan masih ada satu kursi yang kosong, karena hanya mereka yang makan kue di sini, "Silakan para tuan melihat menu makanan dan minuman yang ingin kalian pesan!" Ucap pelayan tersebut.
Dan daftar menunya ternyata ada di meja, yang di lapisi kaca dan di balik kaca tersebut ada 3 menu nya dan daftar nya sama , dan kafe ini unik karena daftar makanan nya bisa di lihat di meja dan tak perlu repot-repot memegang buku menu nya seperti kafe pada umumnya.
"Cake cis and hot chocolate!" Pesan Rendy dan pelayan tersebut mencatat nya di buku memo nya, "Cake chocolate and ice milk caramel"Pesan Alvin dan pelayan tersebut mencatat nya di buku memo.
"Kalau begitu, mohon di tunggu sebentar!" Segera pelayanan itu ke belakang, untuk memberikan pesanan nya, selagi menunggu pesanan mereka berdua.
Seperti biasa Alvin sedang membaca buku, sedang kan Rendy melihat ke arah luar melalui kaca jendela, dan terlihat banyak orang yang berlalu lalang di pusat kota.
Di antara orang-orang itu, ada seseorang yang Rendy kenal dan orang itu bukan lain adalah Surya, tapi Surya tidak sendiri dia lagi bersama seseorang perempuan seusia dengan Surya ,bahkan dengan Rendy dan Alvin tapi sepertinya perempuan itu sedang marah dengan Surya karna gekstur tubuh nya, tapi Rendy tidak bisa mendengar nya karena jarak nya agak jauh dari kafe ini.
"Alvin!" Panggil Rendy dan Alvin pun mengalihkan pandangan nya ke Rendy, "Lihat tu! si Surya sedang di marahi ama perempuan itu! ada apa ya dengan mereka?" Tanya Rendy dan Alvin pun melihat ke arah yang di tunjuk Rendy.
Setelah perempuan itu memarahi Surya habis-habisan, perempuan itu menampar pipi Surya dengan keras dan membuat Rendy dan Alvin kaget dengan kejadian barusan, setelah cewek itu menampar Surya, setelah itu perempuan tersebut meninggal kan Surya yang masih mematung dan menundukkan kepala nya.
"Ayok, kita kesana!" Ajak Rendy ke Alvin dan segera mereka berdua menuju ke tempat Surya, karena orang-orang melihat Surya yang masih mematung karena itu Rendy dan Alvin menemui Surya, untuk mengajak nya ke kafe dari pada berdiri di sana dan menjadi tontonan orang-orang.
...~BERSAMBUNG~...
JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN KOMENTAR! 🎉🎉🎉🎉