FRIENDSHIP Ties

FRIENDSHIP Ties
7.



Dan gue pun mempunyai ide untuk mengganggu anak sombong yang satu ini, yaitu gue rebut buku yang sedang di baca nya.


"Apa yang kamu lalukan? " Ucap nya yang merasa kesal, karna buku nya gue rebut.


"Buku apa ini STARS AND MOON at night" Gue membaca kover buku nya, karna gue penasaran sama buku yang anak sombong ini baca.


" Lebih bagus komik dari pada buku ini, kalau gue baca ini pasti sudah tidur, saat baru satu atau dua halaman aja! " Lanjut gue untuk memberi masukan pada nya, karna anak yang seumuran kami ini lebih baik baca komik atau novel, bukan buku tebal seperti ini.


"Kalau enggak suka lebih baik kamu balikin buku nya, dan pergi kamu dari kamar ku !" Perintah nya ke gue, dengan emosi nya yang meluap.


"Gue akan pergi dari hadapan lo, kalo lo bisa ambil buku ini kembali dari tangan gue! " Tantangan dari gue ke anak sombong ini, tapi dia masih memikirkan penawaran gue tadi, dan akhirnya sesuai dengan recana gue dia mengikuti permainan yang gue buat.


Dan dia pun berusaha mengambil buku, saat masa ini gue lebih tinggi dari Alvin bisa di bilang hanya beda 5 cm, tapi saat SMP dan sampai SMA sekarang dia lebih tinggi dari gue, dan tinggi tubuh gue belum ada perubahan sedikit pun.


Dan dia pun terus meraih buku nya dari tangan gue, dan gue terus berjalan ke arah pintu dan saat sampai di pintu gue lansung meraih genggang pintu, dan membukak pintu dengan cara mengarahkan ganggang nya ke bawah dan pintu pun terbukak.


Gue pun lansung lari ke luar, dan anak sombong itu lansung menghalangi gue ke arah jenjang, karna dia tau gue mau ke bawah, secara reflek badan gue lansung lari ke arah berlawanan dan saat balik badan gue lansung lari untuk gue berhasil menjaga keseimbangan tubuh gue, kalau tidak udah pasti gue udah jatuh.


Dan gue lansung lari menjauh dari nya, sedangkan anak itu masih mengatur nafas karena berlari dengan seluruh tenaga nya dari dalam kamar ke luar kamar untuk menghalangi gue turun ke bawah,


Di lantai atas ini ada tiga kamar, dan jarak nya agak jauh antara kamar satu dan kamar lain nya tapi saat sampai di ujung lantai dua, gue lihat ada pintu ukuran nya agak sedikit kecil dari tiga pintu lainnya dan gue berfikir ini adalah gudang, saat gue bukak pintu nya ternyata tidak terkunci tanpa ba bi bu gue lansung masuk aja dan menutup pintu itu tanpa berpikir panjang, karena gue enggak mau kalah dari si anak sombong itu.


Di ruangan ini tidak ada lampu satu pun, jadi kamar nya menjadi gelap gulita dan juga tidak ada banyak barang di sini,mungkin karena gue tidak dapat melihat nya karena ruangan nya gelap, karena itu gue berdiri di dekat pintu dan mengintip di lubang kunci untuk melihat anak itu, apa dia udah pergi apa belum dari sini.


Dan gue melihat gerak gerik anak itu, dan dia seperti tidak melihat pintu ini dan malah melihat ke arah tiga kamar di lantai dua ini bahkan, dia tidak melihat ke lubang kunci di pintu ini malah dia pergi dari sini, kayak tidak terlihat pintu ini dan gue pun menghela napas karena dia tidak ke arah ruangan ini, tapi gue juga merasa aneh ke napa gelagat nya seperti tidak melihat pintu ini.


Karna dia sudah pergi, gue lansung membukak pintu tapi enggak bisa di bukak,dan pintu nya malah ke kunci padahal tadi gue mudah membukak pintu nya saat masuk tadi, tapi sekarang malah tidak bisa di bukak dan tiba-tiba gue merasa merinding dan hawa ruangan ini manjadi dingin, gue pun merasa ada sesuatu di belakang gue dan tiba-tiba ada tangan yang membungkam mulut gue, dan langsung menghantam tubuh gue ke belakang dan tubuh gue rasa nya sakit dan tangan itu masih membungkam mulut gue dan tangan nya terasa dingin seperti mayat hidup.


dan pandangan gue lama kelamaan menjadi gelap, tapi gue melihat anak itu dan terlihat pintu terbukak dan ada cahaya yang ke luar, sesudah itu penglihatan gue menjadi gelap, dan gue tidak tau apa yang terjadi setelah itu.


Gue pun membukak mata gue secara perlahan, untuk membiasakan cahaya matahari ya mengarah ke arah gue, dan setelah mulai sadar gue melihat sekeliling ruangan dan gue sadar kalo ini bukan kamar gue, melainkan kamar Alvin dan saat itu Alvin keluar dari kamar mandi, dan dia memakai kaos polos hitam dan celana panjang biru, dan juga handuk di atas kepala nya untuk mengeringkan rambut nya yang basah karena baru selesai mandi.


"Alvin kok gue ada di kamar lo? dan bukan nya tadi gue ada di ruangan gelap ya? "Tanya gue ke Alvin karena bingung dengan kejadian ke maren.


"Kamu pingsan ke maren, jadi aku bawa saja kamu ke kamar aku, dan aku udah mintak izin ke orang tua kamu untuk kamu nginep di sini,kalau tidak orang tua mu pasti kewatir karena kamu pingsan ke maren! " Jawab Alvin dengan panjang lebar.


"Ini benaran lo kan? " Kata gue yang tidak percaya akan perubahan sifat nya secara dratis.


"Enggak, maksud gue kalau di tanya lo pasti akan menganggukan kepala atau mengucapkan satu kata atau dua kata , tapi sekarang lo menjawap pertanyaan gue panjang lebar! " Jawab gue yang merasa senang dengan, perubahan sikap nya dari dingin menjadi hangat.


"Kalau begitu kamu maukan jadi sahabat aku, dan aku ingin melindungi kamu dari bahaya, dan aku juga tidak akan mengulang kesalahan itu lagi! " Ucap nya yang panjang lebar, dan mengulurkan tangan nya ke gue.


Entah setan apa yang masuk ke dalam diri nya, sehingga sifat nya berubah terhadap gue, tapi gue enggak terlalu peduli yang penting gue dan Alvin sekarang akan menjadi sahabat baik.


"Tentu aja gue mau, dan gue juga akan melindungi lo dari bahaya! " Ucap gue dengan senang hati bersehabat dengan Alvin, dan gue pun menjabat tangan nya.


FLASHBEK SELESAI


"Jadi begitulah awal gue menjadi sahabat nya, dari saat masa itu dan sampai sekarang." Ucap Rendy dengan bahagia, dan melirik ke arah Alvin dan Alvin pun ikut tersenyum tipis ke arah Rendy, yang menatap nya dengan senyuman manis nya.


"Lalu mahluk apa yang membuat lo pingsan di gudang? " Tanya Surya, yang penasaran dengan mahluk tak kasat mata yang hampir merebut nyawa Rendy dulu.


"Itu.... penghuni rumah itu.....maksud gue.... mahluk tak kasat mata! " Jawab Rendy yang terbata-bata, karena takut rahasia Alvin terbongkar.


"Oh, mahluk astral ya?! " Ucap Surya, yang sedikit menekan Rendy untuk membongkar rahasia Alvin ke pada nya.


"Ehhhhhh bagaimana kalau kita nonton filem horor nya!" Ucap Rendy yang ingin mengakhiri pembicaraan ini, dan dia pun lansung menuju ke ruang keluarga, kareba disana letak tv nya, dan CD filem nya.


"Gue tau, lo indigokan Vin! " Bisik Surya ke telingan Alvin, dan pergi meninggalkan Alvin menuju ke ruang depan bersama Rendy.


"Hihihihi seperti nya rahasia mu sudah terbongkar" Ucap hantu kafir itu ke arah Alvin untuk memanasi nya, tapi Alvin tidak mempedulikan ucapan hantu itu, dan lansung ke ruang depan dengan yang lain nya.


"Dasar manusia munafik, hihihihi! " Ucap Mey, dan dia pun hilang dengan membuat suara lengkingan, yang mebuat bulu kuduk berdiri dan sakit telinga.


Dan mereka pun menonton filem horor setelah bercerita, dan judul filem yang mereka nonton adalah DANUR 2.


 


~BERSAMBUNG~


 


JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN KOMENTAR! 🎉🎉🎉🎉