
RENDY
Saat ini gue dan Alvin akan pergi ke suatu tempat, tapi gue enggak tau mau kemana kami, karena si Alvin enggak mau memberi tau kemana kami akan pergi.
Setelah satu jam perjalanan dari mall, kami akhirnya sampai di tempat tujuan dan ternyata kami berhenti di dekat sebuah taman tua dan juga pagar tua nya yang telah di pasangi dengan garis kuning polisi.
Dan gue ingat sekarang kalau taman itu adalah tempat bermain kami dulu saat SD dan juga SMP, karena tempat ini memiliki penunggu nya jadi tidak ada yang berani menghancurkan taman ini dan bahkan ada yang pernah mencoba menghancurkan taman ini tapi, orang itu malah sakit-sakitan tapi tidak juga sampai mengambil korban jiwa jadi bisa di bilang penunggu nya itu tidak lah jahat.
Dan beberapa tumbuhan yang ada di taman tua ini adalah taman yang gue dan Alvin buat, seperti anggrek , mawar dan juga sebuah bunga kamboja yang di tanam oleh teman kami saat SD dulu, tapi dia tidak bersama kami setelah kejadian 5 tahun yang lalu.
"Apa kamu masih ingat tentang taman ini? " Tanya Alvin ke gue, dan gue pun langsung menjawab "Tentu saja ingat! bahkan sama mbak Kunti masih ingat gue."
"Kalau begitu ayo masuk! " Ajak Alvin ke gue dan gue pun langsung pergi masuk ke taman itu dengan melewati garis kuning polisi yang di ikat di sekitar pagar taman, lalu setelah melewati nya gue pun mendorong pagar nya yang agak susah di bukak, mungkin karena sudah tua.
Greeek
Akhirnya pagar nya terbuka, karena Alvin juga ikut mendorong pagar nya setelah dia menyuruh om Boni tunggu kami di luar, setelah pagar nya terbuka kami pun masuk ke dalam dan terlihat ada beberapa tamanan yang sudah layu dan juga masih ada yang subur tanaman nya.
Mungkin karena sudah setahun lebih kami tidak ke sini, dan kami pun membereskan tanaman yang layu di satukan dengan pupuk taman, dan yang masih subur kami kasih pupuk yang sudah di campur dengan tanaman yang layu, setelah itu kami siram dengan air mineral yang di bawa Alvin dari rumah nya, akhirnya selesai juga kami berkebun.
"Akhirnya selesai juga berkebun nya! " Ucap gue dan meletakkan pot bunga yang terakhir, lalu meregangkan tubuh gue.
"Tapi, kayak nya ada yang kurang! " Ucap Alvin sambil menepuk kedua tangannya yang kotor, untuk menghilangkan tanah di tangan nya.
"Tentu aja ada yang kurang! bunga nya banyak yang layu, jadi kita butuh bunga yang baru untuk taman ini. " Jawab gue dengan meletakkan ke dua tangan di pinggang.
"Besok kita beli bunga nya di toko bunga nanti! " Ucap Alvin tapi mata nya tertuju pada satu tempat yaitu di bunga mawar yang berwarna merah segar seperti darah, yang sangat berbeda dari bunga mawar yang lainnya.
"Apa, mbak kunti nya ada di sini! " Tanya gue ke Alvin dengan sedikit meninggi kan suara gue. Alvin pun mengarahkan mata nya ke gue dengan tatapan dingin nya, "Iya!" Jawab nya lalu dia memegang tangan gue dan menutup mata nya.
Setelah lima menit kami berpegangan tangan, gue bisa melihat di sana ada seorang wanita berambut hitam panjang sampai mata kaki, kulit putih pucat, mata yang hitam semua nya dengan tatapan sendu nya, kain putih yang bersih menutupi tubuh nya dan senyum ciri khas nya yang membuat orang takut dan merinding , tapi tidak dengan kami.
Oh ya! gue lupa bilang kalau Alvin memiliki sebuah kemampuan indigo nya, dan yang salah satu nya dia bisa menjadi perantara antara manusia biasa dengan arwah yang tidak bisa di lihat oleh orang bisa, tapi berkat Alvin gue yang merupakan orang biasa bisa melihat arwah, dan salah satu nya adalah mbak kunti yang merupakan penjaga taman tua ini dan juga termasuk teman SD kami dulu.
"Udah lama ya mbak kunti, kita enggak ketemu! " Ucap gue dengan senyuman manis gue untuk mbak kunti. "kemana saja kalian? dan dimana hani? " Tanya mbak kunti ke kami.
"Dia udah enggak bersama kami lagi selama lima tahun ini! " Jawab Alvin dan mbak kunti pun hanya diam saja dan mata nya mengeluarkan darah segar ,dan juga bau yang menyengat dan membuat gue muntah.
Uweeek
Alvin pun melepas kan pegangan tangan kami, supaya gue tidak melihat apa yang terjadi dengan mbak kunti dan mencium bau busuk dari darah yang keluar dari mata mbak kunti tersebut .
"Mbak kunti nya bagaimana keadaan nya sekarang?" Tanya gue ke Alvin karena penasaran tentang keadaan mbak kunti, karena sekarang gue enggak bisa melihatnya, tetapi gue bisa merasakan ke beradaan nya.
"Dia enggak apa-apa, dia lagi menyentuh bunga kamboja milik Hani! " Jawab Alvin " Sekarang kita lebih baik kita pulang, hari udah mau sore! " Lanjut nya dan dia langsung menarik tangan gue dan gue pun pasrah di tarik Alvin ke luar dari taman.
Setelah mengunci pagar taman, kami pun menuju ke mobil dan terlihat di sana om Boni sudah tidur dengan nyenyak sekali, kemudian ide jahil keluar dari kepala gue dan gue pun langsung melakukan ide tersebut ke om Boni yang lagi nyenyak tidur nya.
"OM BONI! KEBAKARAN OM! KEBAKARAN! " Teriak gue sambil menggoyangkan tubuh besar om Boni itu,dan om Boni pun seketika bangun dengan mata yang terbuka lebar.
"Mana kebakaran nya !? ada di mana kebakaran nya!? " Tanya om Boni sambil celingak celinguk seperti orang ling lung .
"Mana ada om! hahahaha! " Ejek gue ke om Boni sambil tertawa dan gue lansung masuk ke dalam mobil, dan di ikuti Alvin dari belakang dan dia hanya menggelengkan kepala nya karena sikap jahil gue ke om Boni.
"Kok saya di kerjain sih nak Rendy! " Tukas om Boni dengan membuat nada marah ke gue, dan gue pun langsung jawab " Siapa suruh tidur di mobil, tidur tu di rumah om! kalo enggak mau di Kerjain! hahahaha" Seketika tawa gue pecah di dalam mobil.
Sedang kan Alvin sibuk membaca buku baru yang di belikan bunda Alvin ke pada nya sambil, mendengar kan ayat suci al -qur'an di hp kecil nya menggunakan henset di telinga nya, dan om Boni wajah nya memerah karena ejekan gue tadi yang membuat nya malu sampai ubun-ubun dan, om Boni lansung menancapkan gas mobil menuju ke rumah.
Setelah 30 menit perjalanan dari taman tua ke rumah, kami pun berpisah ke kerumah masing-masing karena gue mau memberikan barang pesanan mama jadi, gue pun memilih tidur di rumah aja dan membiarkan Alvin menghabiskan waktu nya bersama keluarga nya, karena kedua orangtua Alvin akan pergi keluar negeri lima hari lagi dari sekarang.
Keesokan hari nya, saat pulang sekolah kami sudah berencana pergi bersama ke toko bunga untuk membeli bunga untuk taman tua itu, karena sudah banyak tanaman yang sudah layu apa lagi mungkin kami tidak akan bisa lagi berkunjung ke sana lagi dan menemui mbak kunti juga.
Setelah membeli bunga nya, kami pun menuju ke taman tua dan di sana kami pun menyusun bunga yang kami beli, setelah selesai kami pun pergi untuk pulang tapi sebelum masuk ke dalam mobil, gue pun balik lagi pergi masuk ke dalam taman dan gue pun berkata ke mbak kunti.
"Mbak kunti terima kasih sudah menjadi teman kami, dan kami juga minta maaf karena mungkin kami tidak akan bisa menemui mu lagi, dan aku mau bilang untuk tidak menunggu kami lagi dan beristirahatlah sekarang dengan tenang , karena taman ini akan menjadi taman seperti dulu lagi mbak kunti! bukan tapi kak Sisil. " Ucap gue dan air bening pun keluar dari mata gue dan membasahi pipi gue.
"Jadi, mbak sekarang pergilah ke alam sana dengan tenang dan aku yang akan menjamin tentang taman ini! " Ucap Alvin yang ada di belakang gue, dan gue tau ternyata mbak kunti memang sedang berdiri di hadapan gue.
Setelah mendengar ucapan kami tadi, gue melihat wujud asli dari mbak kunti, yaitu wujud seorang gadis remaja yang berkisar 18 tahun dengan rambut hitam panjang sepinggang, mata seperti manusia normal, kain putih yang masih sama dan senyuman yang tidak menyeram kan melainkan senyuman yang manis, yang terlihat di wajah cantik nya walau kulitnya putih pucat seperti mayat hidup .
"Terimakasih atas semuanya yang telah kalian perbuat untukku dan telah menjadi teman ku! "Ucap nya dengan suara nya yang lebih merdu dari suara nya yang dulu lebih berat , " Dan juga ucapkan terima kasih ku kepada Hani juga ya!" Lanjut nya, dan seketika tubuh nya menjadi butiran cahaya yang hangat, seperti kata orang kalau arwah itu merupakan sebutiran cahaya yang hangat dan ringan.
Setelah kejadian tersebut, kedua orang tua Alvin membantu gue dan Alvin membangun kembali taman tua itu, menjadi taman yang lebih indah, setelah satu bulan perbaikan dan sekarang banyak orang yang mengunjungi taman tersebut tidak seperti dulu.
Bahkan gue, Alvin dan juga Surya setiap waktu luang kami pasti kemari, untuk menikmati bunga-bunga yang indah yang ada di taman 'Taman Sisil' itulah nama yang gue dan Alvin berikan, dan pasti nya Hani juga setuju kalau dia akan ke taman ini suatu hari nanti.
Dan pastinya gue yakin, kalau saat ini kak Sisil pasti lagi tersenyum pada kami dan bilang terima kasih karena sudah memenuhi keinginannya untuk membangun taman tua itu, menjadi taman yang indah dan asri lagi.
...~BERSAMBUNG ~...
JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN KOMENTAR! 🎉🎉🎉🎉