
“Kalian akan pergi?” Ezra memandang Cedric dan Elara bergantian. Mereka berdua sudah tampak rapi, dan siap untuk pergi.
“Ya, kami akan pergi.” Elara menganggukkan kepalanya pelan.
“Kemana kalian akan pergi?”
“Kami memiliki tugas yang harus kami selesaikan. Ada seseorang yang harus kami temui guna membantu menyelesaikan semua masalah kita, yang mulia.”
“Berapa lama kalian akan pergi?”
“Aku dan Elara belum tahu berapa lama, yang jelas kami harus mencari orang itu hingga kami temukan, dan selama itu, tolong anda jaga diri anda baik-baik. Jagalah para penduduk di desa ini juga.” Cedric menatap Ezra penuh harap. Sementara Ezra hanya terdiam dengan penuh keraguan. Ezra merasa bahwa kemampuan yang dia miliki tidak akan mungkin bisa membantu melindungi seluruh penduduk yang ada.
“Osric, Everly, tolong jaga yang mulia dan bantu beliau melindungi yang lain.” Cedric mengalihkan perhatiannya pada mereka berdua, dan keduanya hanya menganggukkan kepalanya sebagai tanda mengerti.
Setelah berpamitan dan meyakinkan Ezra bahwa dia bisa melindungi semua penduduk desa dengan kemampuannya, Cedric dan Elara lantas berangkat meninggalkan desa. Saat itu, Ezra hanya bisa diam dan memperhatikan kepergian mereka berdua dengan perasaan tidak tenang. Entah kenapa dia merasa cemas akan sesuatu.
...*...
Pats!
Ezra membuka kedua matanya spontan ketika mimpi itu kembali dialaminya. Dia terdiam sambil berusaha mengumpulkan seluruh kesadarannya. Tak lama, Ezra bangkit dan duduk sambil merenung.
Sudah beberapa hari berlalu sejak kepergian Cedric dan Elara. Entah kenapa aku malah jadi lebih sering mengalami mimpi itu. Aku tidak mengerti kenapa aku terus mengalami mimpi yang sama. Kenapa aku terus melihat kuda terbang dalam mimpiku? Apakah sebenarnya ada sesuatu dari arti mimpi ini yang tidak aku ketahui, tapi apa? Dan kenapa aku terus mengalami mimpi itu? Bahkan semakin hari jadi semakin sering aku mengalaminya…
Berbagai pertanyaan selalu menghampiri pikirannya ketika mimpi yang dialaminya itu kembali datang menghampiri tidurnya. Dan setiap kali mimpi itu datang, Ezra selalu merenung memikirkan arti dari mimpi itu sebenarnya.
...*...
“Kau baik-baik saja? Entah kenapa sejak Cedric dan Elara pergi, aku melihat kau jadi sering melamun. Apakah ada yang kau pikirkan tentang mereka?” tanya Everly yang mengambil duduk di sebelahnya lalu diikuti Osric yang duduk di sisi lain tempat Ezra duduk.
“Aku hanya tidak mengerti. Akhir-akhir ini sejak Cedric dan Elara pergi, aku jadi sering mengalami mimpi,” ujar Ezra terus terang.
“Mimpi?” Everly menatapnya dengan penasaran.
“Apakah kau memimpikan Cedric dan Elara? Apa yang kau lihat tentang mereka dalam mimpimu?” tanya Osric.
“Bukan. Aku tidak memimpikan tentang mereka, melainkan aku mimpi tentang hal lain. Sebenarnya mimpi ini sudah sering aku alami sejak aku masih tinggal di tempat bibiku. Tapi aku tidak mengerti kenapa mimpi itu akhir-akhir ini jadi lebih sering aku alami. terutama setelah kepergian Cedric dan Elara. Dalam mimpi itu, aku ada di sungai yang biasa kita kunjungi, dan di sana aku selalu melihat seekor kuda terbang berwarna putih dengan cahaya yang selalu menyelimuti sekujur tubuhnya berdiri di air. Dan kuda itu menatap ke arahku.” Jelas Ezra. Sejak tadi Osric dan Everly diam sambil mendengarkan setiap penjelasannya dengan seksama.
“Sepertinya aku tahu mengenai arti dari mimpi yang kau alami,” ujar Everly yang membuat Ezra dan Osric beralih pandang pada wanita itu.
“Sungguh? Kalau begitu katakan padaku arti dari mimpi itu sebenarnya!” kata Ezra. Mendengar Everly berkata demikian membuatnya merasa bahwa mungkin saja dengan ini Ezra jadi tahu apa sebenarnya pesan tersembunyi dibalik mimpi yang dia alami.
“Kuda terbang yang ada dalam mimpimu itu sebenarnya adalah makhluk yang biasa melindungi keluarga kerajaan Netherland. Dari cerita yang beredar, katanya kuda itu adalah tunggangan dari raja-raja terdahulu. Hanya saja, keberadaan kuda itu tidak bisa dilihat oleh sembarang orang. Hanya keluarga kerajaan dengan kemampuan istimewa yang bisa melihat dan menungganginya. Selain itu, kuda itu juga adalah tunggangan turun temurun yang akan memilih sendiri tuannya. Dalam artian, tidak semua orang yang pernah menjadi raja di Netherland pernah memiliki kuda itu.”
Osric berdecak kagum mendengar penjelasan dari Everly. “Luar biasa! Bukankah itu artinya Ezra juga adalah orang istimewa itu? Dan bukankah itu artinya dia juga memiliki kemampuan untuk bisa menunggangi kuda itu?”
“Sudah pasti. Karena Ezra bilang selalu mengalami mimpi itu.”
“Aku rasa itu tidak mungkin karena aku bahkan tidak pernah melihat kuda terbang itu secara nyata. Dia hanya muncul di mimpiku,” ujar Ezra yang merasa kalau ucapan Everly tidak masuk akal baginya.
“Dia datang ke mimpimu hanya untuk memastikan keadaanmu, dan memberitahukan sebuah pertanda padamu. Dia sedang mencoba mengirimkan pesan, tapi mungkin kau tidak menyadarinya. Sekali-kali, cobalah untuk berkomunikasi dengannya lewat mimpimu. Dan lagi, karena dia adalah kuda istimewa, dia hanya akan datang di saat yang menurutnya tepat.”
...***...