Ezra Lazarus: Adventure In The Underworld

Ezra Lazarus: Adventure In The Underworld
Bab 25 - Sungai yang Sama



Ezra sungguh tidak menyangka kalau pelatihan yang Cedric maksud akan seperti ini. Pagi-pagi, lelaki itu sudah mengajak mereka ke tepi bukit dan melakukan pemanasan di sana. Selesai melakukan pemanasan, mereka mulai berlari hingga membuat Ezra kelelahan. Ezra yang pada dasarnya memang tidak terbiasa melakukan semua itu jadi sama sekali tidak bertenaga. Dia merasa lelah karena pelatihan tadi sungguh menguras tenaganya.


“Anda baik-baik saja, yang mulia?” tanya Osric yang tak lain adalah salah satu pemuda yang sejak tadi terus membantunya ketika Ezra mengalami kesulitan. Ezra hanya menganggukkan kepalanya dengan napas terengah-engah.


“Aku hanya tidak terbiasa untuk melakukan semua ini.”


“Memangnya anda tidak pernah berlatih seperti ini sebelumnya?”


“Ini adalah yang pertama kalinya bagiku. Tapi kau dan yang lain tampaknya sudah terbiasa untuk melakukan semua ini. Kalian sering berlatih seperti ini?”


“Oh, tentu saja. Kami sering berlatih karena sejak melarikan diri dari desa, kami jadi memiliki tanggung jawab untuk melindungi diri kami dan penduduk lain yang lebih lemah.”


“Begitu rupanya…”


“Saya juga sebelumnya sama seperti anda. Tapi setelah terbiasa, saya jadi bisa mengatur energi saya agar saya tidak kehabisan tenaga setelah melakukan semua pelatihan ini.”


“Lalu setelah ini apa lagi?”


“Biasanya kita akan kembali ke desa dan mulai melakukan latihan kecil hingga menjelang waktu sarapan. Setelah latihan, kita mandi bersama di sungai untuk memulihkan semua tenaga kita. Baru setelah itu sarapan, membantu penduduk lain, dan kembali berlatih.”


Ezra hanya menganggukkan kepalanya menanggapi ucapan Osric barusan. Setelah beristirahat sejenak dan mengobrol bersama dengan Osric. Seperti yang pria itu katakan, mereka akhirnya kembali ke desa dan berlatih hingga menjelang waktu sarapan. Begitu tiba di desa, Ezra melihat semua penduduk yang sudah bangun dan beraktivitas seperti biasanya.



...*...


Ezra terdiam tanpa kata begitu dia tiba di sungai yang dimaksud oleh Osric dan yang lainnya. Dia sungguh tidak percaya kalau ternyata sungai yang mereka datangi sangat mirip seperti sungai yang dia datangi di mimpinya. Sungai dimana Ezra melihat sebuah kuda terbang yang selalu muncul di tengah-tengah sungai dan memandanginya seolah mencoba mengatakan sesuatu.


Sungai ini… bagaimana bisa sungai ini terlihat begitu mirip dengan sungai yang aku lihat di mimpiku? Aku sungguh tidak percaya. Ini sungguhan, kan? Ezra terdiam membatu di tempatnya. Ezra tidak mungkin salah. Sungai itu memanglah sungai yang dia lihat dalam mimpinya. Tempatnya sungguh mirip dengan apa yang dia lihat, selain itu, dia juga melihat berbagai persamaan lain yang membuatnya semakin yakin bahwa sungai itu adalah sungai yang sama yang Ezra lihat dalam mimpinya.


“Yang mulia?” Osric membuyarkan lamunannya. Ezra seketika beralih fokus pada lelaki yang kini sudah dalam keadaan bertelanjang dada itu. “Kenapa anda diam saja? Apakah anda tidak bisa mandi di sungai?”


“Tidak, aku hanya kagum karena tempatnya sangat indah,” balas Ezra beralasan.


“Tempatnya memang indah. Selain itu airnya sangat menyegarkan, anda akan merasa kembali bertenaga setelah anda mandi di sini. Ayo turun.” Osric melangkah masuk ke dalam air, menyusul temannya yang lain yang sejak tadi sudah sibuk bermain air di tengah sungai yang aliran airnya sangat tenang itu. Ezra menganggukkan kepalanya lalu melepaskan pakaiannya sebelum melangkah masuk ke dalam air.


Saat kakinya pertama kali menyentuh air, Ezra seolah melihat air yang tenang itu mengeluarkan cahaya begitu kakinya masuk. Ezra tercekat. Dia terkejut bukan main dengan apa yang baru saja dilihatnya. Untuk sesaat dia termangu sambil memandangi sekelilingnya.


Airnya bersinar. Aku tidak salah lihat, kan? Tapi kenapa yang lain seolah tidak menyadari apa yang baru saja aku lihat? Apakah hanya aku yang menyadarinya?


...***...