Ezra Lazarus: Adventure In The Underworld

Ezra Lazarus: Adventure In The Underworld
Bab 22 - Hal yang Harus di Persiapkan



“Anda tidak ingin langsung beristirahat?” tanya Cedric yang menyadari Ezra sama sekali tak beranjak dari tempatnya.


“Aku ingin di sini dulu untuk mengumpulkan tenaga.” Mendengar hal itu, Cedric mendadak beranjak menghampirinya dan duduk di sampingnya yang masih terbaring di tanah.


“Maaf jika aku terlalu keras pada anda. Aku hanya menjalankan tugas yang diberikan oleh duke Bruce, jika beliau masih ada, seharusnya beliau yang mengajari anda semua ini.”


“Tidak apa-apa, aku tahu kau hanya menjalankan apa yang diperintahkan. Aku mengerti.”


“Mengenai pelajaran yang aku ajarkan hari ini, apakah ada yang membuat anda tidak mengerti? Mungkin kita bisa memperbaikinya di sana juga, dan mungkin dengan begitu anda bisa memiliki ketahanan yang lebih kuat.”


“Mungkin ada satu. Bagaimana caramu mengatur napas dan energimu agar tidak terkuras habis ketika kau melakukan semua gerakan itu? Tidakkah itu melelahkan dan membuatmu lebih cepat kehabisan tenaga?”


“Seperti yang sudah aku katakan, anda kelelahan hanya karena anda belum terbiasa. Begitu anda sudah terbiasa, anda akan bisa mengerti bagaimana cara untuk mengatur napas dan energi anda dengan sendirinya. Naluri itu akan mulai muncul seiring dengan berjalannya waktu, begitu anda menguasai semua jurus mendasar yang sudah aku ajarkan.”


“Kalau begitu, bagaimana dengan menambah energi? Bisakah kau memberikanku cara agar energiku bisa bertambah?” tanya Ezra lagi. Cedric terdiam sambil memandangi Ezra, setelah diperhatikan lagi, mungkin memang benar tenaganya cepat habis karena tubuhnya yang kurus.


“Hm.., sepertinya mengenai hal itu aku memiliki solusinya.”


“Sungguh? Apa itu?”


“Anda akan tahu nanti. Pokoknya apapun yang aku katakan, anda harus mengikutinya. Apakah anda siap?”


“Ya, selama aku bisa membuat energiku menjadi lebih kuat.”


“Baiklah, aku akan mempersiapkan diri. Oh, omong-omong sampai kapan aku harus menjalani pelatihan ini?”


“Sampai anda mahir. Selain itu, ada banyak hal yang harus anda persiapkan. Bukan hanya kemampuan beladiri saja. Akan juga akan mulai berlatih menggunakan sihir, berkuda, memanah, bermain pedang, kepemimpinan militer, kepemimpinan kerajaan, dan sedikit tentang sejarah untuk menambah wawasan anda tentang dunia yang mungkin masih terasa asing ini.”


“Apa? Ada begitu banyak yang harus aku pelajari?” Ezra membelalakkan mata, dia tidak menyangka bahwa ini baru permulaan saja, sementara masih ada begitu banyak hal yang harus dia kuasai.


“Itu karena anda tumbuh di dunia atas, dunianya berbeda. Maka dari itu, anda harus mempelajari banyak hal sebelum anda berperang melawan Morgana.


“Aku tidak menyangka kalau akan ada begitu banyak yang harus aku pelajari.”


“Jangan cemas, anda bisa melakukan semuanya. Percayalah.” Cedric tersenyum, mencoba membuat Ezra percaya diri dengan kemampuan yang dimilikinya. “Omong-omong ini sudah hampir waktunya makan malam, lebih baik kita mandi dan mengganti pakaian.”



Cedric bangkit dari tempat duduknya. Dia mengulurkan tangan guna membantu Ezra bangun, dan mereka berdua lantas beranjak meninggalkan tempat latihan untuk mandi serta bersiap menikmati makan malam bersama dengan yang lainnya.


Sementara itu, para penduduk desa yang lain saat ini sedang berada di bangunan utama, berkumpul sambil mempersiapkan makan malam. Bangunan utama adalah bangunan tempat biasa mereka berkumpul, tempatnya hampir mirip seperti sebuah aula untuk melakukan rapat penting. Tapi bangunan utama ini memiliki beberapa ruangan berbeda yang salah satunya adalah ruang makan dengan meja perjamuan yang besar dan panjangnya cukup untuk menampung belasan orang.


Begitu selesai mandi, Ezra dan Cedric segera pergi ke sana dan menemui yang lain.


...***...