Ezra Lazarus: Adventure In The Underworld

Ezra Lazarus: Adventure In The Underworld
Bab 28 - Naga Legendaris



Wanita itu mendadak diam ketika telinganya mendengar suara beberapa orang asing. Dia menutupi tubuh tanpa busananya dengan tangan, dan merendam tubuhnya ke dalam air hingga mencapai lehernya. Telinganya yang sangat sensitif bisa dengan jelas mendengar setiap kalimat yang dikatakan oleh sekelompok orang yang asalnya dari arah sisi lain sungai.


Mendengar pembicaraan mereka membuatnya merasa tidak nyaman. Wanita itu bergegas menghampiri tepi sungai dimana dia meletakkan seluruh pakaiannya lalu dengan segera dia mengenakan semua itu sebelum ada yang datang dan melihatnya dalam keadaan telanjang.


Selesai berpakaian, wanita itu beranjak menghampiri asal suara yang didengarnya. Berjalan menyusuri hutan di tepian sungai sampai akhirnya tiba di tebing, dimana air sungai itu mengalir menjadi air terjun di antara bebatuan yang ada.


Dia terdiam di sana sambil mengedarkan pandangannya ke arah bawah. Tak lama, akhirnya dia bisa melihat dua orang pria dan seorang wanita yang sejak tadi di dengarnya sedang mengobrol. Wanita itu memperhatikan mereka. Walaupun jaraknya dengan mereka sangat jauh, tapi dia bisa dengan jelas mendengar pembicaraan mereka mengenai naga dan semacamnya.


Perhatian wanita itu tertuju pada lelaki albino yang sejak tadi mendengarkan pembicaraan kedua temannya. Entah kenapa, tapi wanita itu seolah melihat sebuah cahaya yang bersinar di tubuhnya.


Wanita itu termangu untuk waktu yang cukup lama, menatap Ezra yang sama sekali tidak sadar bahwa dia memperhatikannya sejak tadi. Tapi tak beberapa lama kemudian, wanita itu membelalakan matanya saat dia melihat sebuah cahaya lain yang muncul di belakang Ezra dan perlahan cahaya itu menampakkan wujud seekor kuda terbang yang bersinar dengan begitu terang.



...*...


“Ini aneh. Aku tidak bisa merasakan kekuatan itu lagi,” ujar Everly.


“Sungguh? Kenapa bisa?” Osric yang sangat tertarik dengan topik pembicaraan Everly menatapnya dengan wajah penasaran.


“Aku juga tidak mengerti. Padahal tadi aku bisa merasakan kekuatannya dengan begitu jelas, sekarang tiba-tiba saja kekuatannya lenyap begitu saja.”


“Coba kau rasakan lagi!”


“Sudah aku coba. Tapi kekuatannya memang menghilang!” balas Everly. Sementara keduanya sibuk mengobrol, beda halnya dengan Ezra yang entah kenapa merasa seolah ada seseorang yang sedang memperhatikannya sejak tadi. Ezra tiba-tiba beranjak dari tempatnya tanpa menghiraukan kedua sahabatnya dan berjalan menyusuri sungai. Terus berjalan hingga langkahnya membawa Ezra ke air terjun yang terletak cukup jauh dari posisi awal dia berada.


Ezra terdiam di sungai dekat air terjun sambil mendongakkan kepalanya, menatap ke arah atas tebing.


Instingnya mengatakan bahwa sosok yang memperhatikannya sejak tadi berasal dari sana. Begitu dia melihat ke sekeliling, Ezra dibuat terkejut saat dia melihat sebuah sinar yang begitu terang. Sinarnya berwarna kemerahan, dan tak lama, dia melihat seekor naga muncul dengan ukuran yang sangat besar dari arah hutan di dekat tebing.


Tubuhnya membatu seketika saat dia melihat makhluk mitologi itu dengan kedua matanya sendiri.


Untuk sesaat rasa takut menghampirinya. Ezra sungguh tidak pernah melihat makhluk sebesar itu dalam hidupnya sebelumnya. Rasa takutnya bahkan bertambah saat naga itu tanpa sengaja beradu tatap dengannya. Tapi apa yang terjadi selanjutnya justru membuat Ezra terkejut sekaligus bingung.


Naga itu menggerakkan kepalanya seolah mengangguk satu kali, dan ketika melihat naga itu melakukan hal tersebut, hatinya tanpa sebab mengartikan anggukan kepalanya sebagai bentuk penghormatan. Seperti pengganti dari gerakan membungkukkan tubuh padanya.


“EZRA!” Osric dan Everly berteriak dengan panik. Sampai akhirnya mereka menemukan Ezra yang sedang termangu di dekat air terjun. Mereka menghampiri lelaki yang menjadi sahabatnya itu dan menyadarkannya dari apa yang baru saja dia alami.


“Kau selalu saja menghilang tanpa sebab seperti ini. Apa yang kau lakukan di sini? Kenapa kau tiba-tiba pergi?”


“Kau sungguh membuat kami cemas!” ujar Everly menambahkan.


Ezra masih terdiam sesaat sampai kemudian Everly mengguncang tubuhnya dan menyadarkannya. “Kalian lihat itu?”


Ezra menatap mereka bergantian. Alih-alih langsung menjawab pertanyaannya. Everly dan Osric justru malah tampak kebingungan dengan ucapan Ezra barusan.


“Apa maksudmu?” tanya mereka bersamaan.


“Naga! Aku baru saja melihat seekor naga! Di sana!” Ezra menunjuk ke arah dimana dia melihat makhluk itu muncul. Tapi begitu menoleh, naga itu sudah lenyap dari pandangannya.


“Kami tidak melihat apapun. Mana ada naga di sana.” Osric menjawab sambil mengedarkan pandangannya sekali lagi.


“Aneh, padahal barusan jelas-jelas aku melihat naga di sana.”


“Mungkin kau berhalusinasi atau mungkin itu hanya ilusi dari cahaya. Lagipula tidak mungkin ada naga. Makhluk itu sudah punah ratusan tahun lalu ketika perang antara cahaya melawan kegelapan. Semua naga yang pernah ada di bantai hingga mereka tewas di tangan raja kegelapan, karena mereka bersekutu dengan raja cahaya.”


“Tapi aku tidak mungkin salah lihat. Aku jelas-jelas melihat naga di sana.”


...***...