
“Kami dengar dari nona penyihir bahwa anda terkena gigitan dari kalajengking merah, apakah itu benar?”
“Apa? Itu adalah salah satu kalajengking paling berbahaya, apakah anda baik-baik saja?”
“Anda harus banyak beristirahat, dan makanlah yang cukup agar anda cepat pulih.”
Berbagai perhatian dari para penduduk di terima oleh Ezra sejak dia tinggal di desa. Semua orang di sana begitu baik dan perhatian padanya. Tidak jarang Ezra mendapatkan bantuan dari mereka. Bukan hanya bantuan, mereka juga memberikannya makanan, dan kebutuhan lain yang sungguh berguna baginya. Ezra sebelumnya tidak pernah merasakan hal ini. Hidup bersama Marceline dan Augustine selama ini membuatnya merasa kekurangan kasih sayang. Tapi pertemuan dengan mereka seolah memberikannya begitu banyak kasih sayang yang tidak terhingga.
Setiap hari semenjak dia tinggal di desa, ada banyak orang yang datang untuk membantunya. Menanyakan mengenai kabarnya, mengajaknya bicara, dan bahkan sampai memberikannya pakaian baru untuk dia kenakan. Bukan hanya itu, Ezra juga mendengar banyak kisah tentang keluarganya dari para tetua di desa. Mereka menceritakan tentang bagaimana tangguh dan bijaksananya sang ayah yang merupakan raja, bagaimana baiknya sang ratu, dan bagaimana hebatnya kedua saudaranya yang tak lain adalah pangeran dan putri yang memiliki kemampuan dan keahlian luar biasa dalam bidangnya masing-masing.
Ezra terdiam. Dia baru saja mendengarkan cerita lain dari salah satu tetua di desa bernama Gordon. Lelaki itu baru saja menceritakan tentang kisah kakak perempuan Ezra bernama Selene. Dari kisah yang Gordon sampaikan ternyata walaupun kakak keduanya adalah seorang wanita, tapi dia cukup keren. Ezra dengar bahwa wanita itu memiliki keahlian yang tidak kalah hebatnya dalam bidang seni beladiri pedang dan sihir. Gordon juga bahkan menceritakan tentang bagaimana proses wanita itu ketika dia harus mengambil alih pasukan Tristan yang mana merupakan kakak pertama Ezra dalam perang melawan bangsa kurcaci.
“Anda mungkin tidak akan percaya dengan apa yang saya ceritakan kalau anda tidak melihatnya sendiri. Saat itu kejadiannya sangat kacau. Yang mulia pangeran Tristan terluka parah dan nyaris tidak bisa bertarung lagi, lalu pasukan mereka hanya tersisa sedikit sedangkan para bangsa kurcaci terus bertambah dan terus menyerang dengan beringasnya. Mereka mungkin terkesan memiliki tubuh yang kecil. Tapi kepiawaian mereka dalam bekerjasama untuk mencapai kemenangan sangat tidak bisa diremehkan. Tuan putri Selene ketika itu langsung ditunjuk untuk mengambil alih pasukan guna mempertahankan kerajaan. Karena tidak memiliki pilihan lain, akhirnya tuan putri maju dan mengambil alih pasukan. Dengan jumlah pasukan yang tersisa, beliau berusaha untuk memukul pasukan lawan hingga tidak berdaya. Berkat keahliannya dalam menggunakan pedang dan sihir, beliau bisa mengalahkan semua pasukan kurcaci itu dan membuat pimpinan mereka bertekuk lutut. Beliau bahkan sama sekali tidak memberikan mereka ampun.”
“Benarkah? Tapi bagaimana bisa dia melakukannya?”
“Beliau menggunakan kemampuan sihirnya untuk membuat para pasukan menjadi lebih kuat sehingga mereka jadi memiliki cukup tenaga untuk menyelesaikan pertarungan, dan rencana beliau sungguh berhasil. Berkat apa yang dilakukan tuan putri, bangsa kurcaci akhirnya berhasil ditaklukan dan mereka bahkan sampai bersumpah tidak akan menyerang Netherland lagi. Sejak saat itu, tuan putri ditunjuk sebagai orang yang mengurus segala bentuk kerjasama antara Netherland dengan Dwarf Land. Setiap tahun, bangsa kurcaci juga mengirimkan upeti sebagai bentuk kerjasama dan penghormatan atas kerajaan Netherland.”
“Wah… dia terdengar sangat keren…” gumam Ezra.
“Tuan putri dan tuan pangeran memang sangat keren dan mengagumkan. Tidak heran kalau seluruh rakyat begitu mencintai beliau.”
...***...