Ezra Lazarus: Adventure In The Underworld

Ezra Lazarus: Adventure In The Underworld
Bab 29 - Rencana Kepergian Cedric



“Everly, apakah kau juga melihat naga?” tanya Osric sambil menoleh padanya. Wanita yang menjadi sahabat mereka itu masih diam dan memandang ke arah tebing yang tadi ditunjuk oleh Ezra.


“Gadis,” gumamnya dengan suara pelan.


“Apa?”


“Aku melihat seorang gadis!” Everly menatap mereka bergantian.


“Gadis? Kau ini lebih aneh dari Ezra. Jelas-jelas tidak ada apa-apa di sana. Bagaimana mungkin ada seorang gadis.” Osric merasa tidak mengerti. Temannya yang satu mengatakan dia melihat naga, sementara yang satu lagi mengatakan kalau dia melihat gadis. Dia sungguh tidak mengerti, sebenarnya mana yang benar antara keduanya.


“Ah! Terserah. Lebih baik sekarang kita pergi dari sini. Sudah terlalu lama kita di sini.” Osric mengalihkan pembicaraan. Dia lantas beranjak dari sana dengan diikuti oleh Ezra dan Everly yang kini melangkah di belakangnya.



...*...


Cedric terdiam memandangi Ezra yang kini sedang berlatih bersama dengan Osric dan beberapa temannya yang lain. Mereka sedang mengasah kemampuan pedang mereka dengan mencoba bertarung satu sama lain.


Semakin hari, kemampuan beliau jadi semakin meningkat, aku rasa sepertinya beliau sudah siap untuk menghadapi pertarungan yang sesungguhnya… Cedric tersenyum tipis sambil terus memperhatikan Ezra yang dengan cekatannya bisa dengan mudah menangkis dan menyerang balik setiap serangan yang dilakukan oleh lawan berlatihnya.


Melihat kemampuan Ezra yang kian hari kian meningkat membuat Cedric merasa bangga karena usahanya melatih Ezra sama sekali tidak sia-sia. Ezra bahkan bisa menguasai setiap ilmu yang diajarkannya dengan cepat.


“Semakin hari, sepertinya beliau semakin hebat, ya?”


Atensi Cedric beralih pada lelaki tua yang mendadak muncul dan berdiri di sampingnya. Cedric menoleh pada Marcus, salah satu penasihat kerajaan yang berhasil selamat dan bertahan bersama dengan Cedric hingga hari ini. Selama ini Marcus lah yang selalu membantu Ezra dalam belajar mengenai kepemimpinan kerajaan dan hal-hal lain.


“Yang mulia pangeran ketiga memang orang yang sangat istimewa, bahkan beliau bisa menguasai semua pelajaran yang kita ajarkan dengan begitu cepat. Beliau cukup cepat beradaptasi dengan sekitarnya, dan melihat beliau yang berlatih sesemangat ini, membuatku jadi semakin merasa kalau beliau memang datang untuk membawa kembali cahaya yang selama ini hilang.”


“Harapan kita pada beliau jadi semakin besar, ya?”


“Benar. Omong-omong bukankah kau bilang bahwa kau akan pergi menemuinya begitu yang mulia pangeran sudah berhasil menguasai semua pelajaran yang kau ajarkan? Sekarang yang mulia pangeran sudah menguasai kekuatannya, lalu kapan kau akan pergi mencari orang itu?”


“Mengenai hal itu, sebenarnya sudah aku diskusikan dengan Elara, dan rencananya kami akan pergi hari ini untuk mencarinya. Tapi kami tidak tahu akan butuh waktu berapa lama untuk melacak keberadaan orang itu, terlebih sudah ratusan tahun berlalu Elara tidak bertemu dengannya,” jelas Cedric dengan wajah yang sedikit cemas. Entah kenapa, dia malah jadi risau kalau memikirkan tugas lainnya yang dia miliki. Sudah sejak lama seharusnya Cedric pergi untuk mencari seseorang sesuai dengan perintah mendiang ratu, tapi karena banyaknya hal yang terjadi, Cedric jadi terpaksa harus menunda perjalanan untuk menemui orang yang dimaksud. Apalagi setelah dia menemukan Ezra di hutan saat hampir menjadi mangsa burung bangkai, sejak itu, dia memutuskan untuk membatalkan kembali perjalanannya dan memastikan kondisi Ezra aman.


Tapi sekarang setelah Ezra menguasai semua pelajaran yang diajarkannya, Cedric juga malah merasa cemas meninggalkan lelaki itu. Dia takut terjadi sesuatu sementara dia dan Elara pergi.


Marcus terdiam, melihat Cedric dengan wajah cemas seperti ini saja sudah cukup membuatnya mengerti dengan apa yang ditakutkan oleh lelaki itu.


“Kau pasti cemas dengan yang mulia pangeran ketiga, kan? Apalagi akhir-akhir ini awan hitam tampak bermunculan lebih banyak dan mencoba menghalangi cahaya bulan. Itu artinya Morgana sudah sadar dengan kemunculan yang mulia pangeran, dan dia sedang berusaha untuk mencari beliau. Kau pasti cemas karena itu, kan?”


“Ya, itu yang membuatku merasa ragu untuk pergi,” gumam Cedric.


“Tidak perlu mencemaskan semua itu. Yang mulia pangeran ketiga sudah bisa melindungi dirinya sendiri, dan itu artinya dia sudah siap untuk menghadapi semua rintangan yang sebenarnya seperti yang kau katakan tadi. Jadi beliau akan aman. Pergilah, dan jangan cemaskan apapun. Bagaimanapun juga, kau harus kembali dengan membawa barang yang dititipkan oleh yang mulia ratu ‘padanya’ kan?”


“Kau benar…”


...***...