Ezra Lazarus: Adventure In The Underworld

Ezra Lazarus: Adventure In The Underworld
Bab 27 - Everly



Saat untuk pertama kalinya Ezra belajar sihir dengan Elara, dia dipertemukan dengan Everly. Salah seorang gadis desa yang juga mempelajari sihir dari Elara. Kemampuan Everly adalah yang terbaik dibandingkan dengan gadis lainnya, dan berkat itu, dia diminta untuk membantu menemani Ezra menguasai setiap pelajaran dasar sihir. Berkat adanya bantuan dari Everly, Ezra jadi mengerti cara penggunaan sihir dari sudut pandangnya. Itu juga memudahkan Ezra untuk mempelajari semuanya.


Sejak hari itu, waktu terus berlalu, dan tanpa sadar Ezra jadi dekat dengan Everly dan Osric. Ezra bahkan menganggap mereka sebagai sahabatnya sendiri, dan mereka juga berpikir demikian tentangnya. Tak jarang mereka saling membantu dalam berbagai situasi sulit, dan bersama ketika senggang.


Hari demi hari terus Ezra jalani dengan berlatih beladiri, sihir, dan beberapa ilmu lain yang berhubungan dengan memimpin kerajaan dari para penasihat kerajaan yang selamat. Sejak mempelajari semuanya, Ezra perlahan melupakan tujuannya untuk kembali, dan merasa bahwa ini memanglah panggilan yang sesungguhnya untuknya. Ezra merasa seolah memang sudah seharusnya dia berada di tempat ini bersama dengan mereka, dan melindungi mereka layaknya seorang pangeran yang sesungguhnya.


Setiap pelajaran yang Ezra dapatkan, membuat Ezra perlahan paham dan bisa mengerti dengan situasi yang sesungguhnya.


Setelah menguasai beladiri, seni bersenjata, sihir, dan ilmu penting tentang kerajaan serta yang lainnya, Ezra lantas dipersiapkan oleh Cedric dan Elara untuk benar-benar menjadi pangeran yang sesungguhnya. Mengajarkannya tentang strategi perang, dan bagaimana caranya untuk memimpin sebuah pasukan dalam berperang.


Ezra yang pada dasarnya memang sudah mulai merasa memiliki tanggung jawab atas mereka, perlahan bisa belajar dengan cepat dan memahami setiap pelajaran dengan lebih cepat.


Di sisi lain, sementara Ezra sibuk membangun kemampuannya, dia sama sekali tidak pernah tahu bahwa morgana mengerahkan seluruh pasukan kegelapannya untuk mencari dan mengintai untuk membunuhnya sebelum ramalan itu terwujud. Dia terjaga siang dan malam dengan perasaan tidak tenang, berharap ada kabar baik mengenai usahanya menangkap Ezra.


Akan tetapi, semua usahanya berakhir gagal karena morgana sama sekali tidak pernah tahu bagaimana sosok dari pangeran ketiga yang dikatakan dalam ramalan. Dia juga tidak pernah mendengar dari mana nantinya dia akan muncul dan menyergap untuk membunuhnya.


Setiap kali dia memikirkan Ezra, setiap kali itu juga morgana merasa cemas dan tidak bisa tenang. Setiap malam, dia bahkan sampai memanggil makhluk penghuni kegelapan lainnya untuk membantu memperkuat benteng pertahanannya, dan melindunginya dari berbagai ancaman. Terutama Ezra. Apa yang dilakukannya itu perlahan menyebabkan bulan purnama kembali tertutup oleh awan gelap yang menjadi simbol bahwa pertahanannya semakin kuat untuk melawan Ezra. Sialnya, walaupun banyak awan gelap yang menutupi permukaan bulan, bulan itu masih terus bersinar dengan begitu terang, dan membuat malam masih tampak bersinar walau tidak seterang sebelumnya.



...*...


“EZRA!” Osric dan Everly berteriak sambil melambaikan tangan ke arahnya. Suara mereka seketika membuyarkan lamunannya. Membuat Ezra seketika menoleh ke arah dimana mereka datang.


“Ternyata kau di sini. Kami cemas mencarimu sejak tadi!” kata Osric begitu tiba dihadapannya.


“Kami mencarimu karena kau tiba-tiba menghilang setelah makan siang. Kami kira kau pergi kemana, ternyata di sini…” Osric mengalihkan perhatiannya ke arah sungai yang biasa mereka kunjungi untuk mandi di pagi hari.


“Sedang apa kau di sini sendirian?” tanya Everly yang merasa heran. Tidak biasanya Ezra pergi ke sungai di siang hari seperti ini.


Ezra terdiam untuk sesaat. Mencoba mencari alasan yang tepat untuk diberikan pada mereka. Pasalnya Ezra tidak mungkin berkata jujur bahwa dia kemari karena akhir-akhir ini mimpi tentang sungai dan kuda terbang yang dialaminya lebih sering dia alami dari sebelum-sebelumnya, bahkan sampai membuat Ezra merasa tidak tenang dan selalu memiliki keinginan untuk pergi ke sungai sendiri seperti saat ini.


“Aku hanya ingin mencari udara segar, dan aku tiba-tiba teringat akan tempat ini. Di sini udaranya sangat sejuk, ditambah lagi, tempatnya sangat tenang,” ujarnya beralasan.


“Begitu rupanya…” Osric menganggukkan kepalanya.


Everly terdiam sambil memperhatikan sekeliling. Wanita itu lalu berjalan menghampiri sungai dan berjongkok di sana sambil mencelupkan tangannya ke dalam air. Saat dia memasukkan tangannya ke dalam air, Everly entah kenapa seolah bisa merasakan sebuah kekuatan aneh yang berasal dari air itu.


“Ini…”


“Ada apa, Everly?” Osric dan Ezra menghampirinya dengan wajah penasaran. Entah apa yang sedang dilakukan wanita itu. Tapi yang jelas dia terlihat bersikap aneh.


“Entah kenapa begitu aku mencelupkan tanganku ke dalam air, aku malah teringat akan sebuah legenda kuno yang dulu pernah diceritakan oleh nenekku mengenai sebuah sungai yang airnya berasal dari keringat naga legendaris terakhir yang berhasil bertahan hidup dari kepunahan yang terjadi. Aku seolah merasakan sebuah kekuatan mengalir dari air ini. Sebuah kekuatan aneh yang belum pernah aku rasakan sebelumnya. Kekuatannya sangat luar biasa kuat.”


“Benarkah?” Ezra dan Osric menatapnya tak percaya. Mereka sungguh tidak menyangka kalau Everly merasakan sesuatu yang tidak mereka ketahui.


...***...