
Will l pun sontak langsung menoleh karena mendengar suara yang sangat ia rindukan yaitu Aku.
"Aku sedang ingin sendiri sekarang, kau bisa pergi dari sini." Balas Will l pada pertanyaan Aku tadi.
"Kau mungkin memang ingin sendiri sekarang Will l ! Tapi asal kau tahu kau tidak pernah sendirian ada aku yang akan selalu menemanimu dimanapun kau berada." Ujar Aku.
"Aku memang tidak mengerti apa yang sedang kau rasakan saat ini tapi aku akan berusaha untuk mengerti itu semua."
"Cukup Aku... Kau tidak perlu berusaha lagi untukku, kita memang tidak pernah ditakdirkan untuk bersama dan aku sekarang menyadari itu."
"Seonbae aku ingin berbicara berdua dengan Will l dulu kau tidak apa-apa kan menunggu dulu disana?" Ujar Aku pada Stev e yang meminta agar meninggalkannya dulu yang ingin berbicara berdua bersama dengan Will l .
"Aku akan menunggu disana." Balas Stev e sambil berjalan pergi dan menundukkan kepalanya.
"Maafkan aku Will l ! Aku selalu ingin terus bersamamu tapi dengan begitu aku akan menyakitimu nanti." Ucap Aku yang kemudian berlutut kemudian memegang wajah Will l dengan kedua tangannya dan meminta Will l untuk menatap matanya.
Will l pun memandang wajah Aku dengan matanya yang mulai berkaca-kaca.
"Aku..." Ujar Will l yang berbicara dengan bibirnya yang bergetar karena sudah tidak mampu menahan tangis nya lagi.
"Kau tidak perlu menahannya lagi Will l ! Menangis lah jika kau ingin menangis karena kau merasa ini semua terlalu sulit bagimu untuk melewatinya." Kata Aku yang sambil membuka tangannya agar Will l bisa menangis di pelukannya.
Will l pun akhirnya menangis di pelukan Aku melepaskan semua bebannya yang serasa sudah tidak mampu untuk dia tahan lagi.
"Aku harap kalian berdua bisa terus bersama... Karena cintaku padamu tidak akan sebanding dengan cinta Will l padamu Aku!" Ujar Stev e yang melihat Will l dan Aku dari kejauhan.
"Bukan urusanmu!!!" Balas James j pada Stev e sambil melepaskan tangan Stev e dari tangannya.
"Apa hak kamu memerintah ku seperti itu?"
James j yang mendengar ucapan Stev e pun sontak langsung menarik bajunya dan ingin memukulnya.
"Hentikan!" Teriak Will l yang melihat James j akan memukul Stev e .
James j pun terkejut dan langsung melepaskan tangannya yang sedang menarik baju Stev e .
"Melihatmu seperti ini itu membuat aku semakin ingin membencimu!" Kata Will l sambil menatap James j dengan tatapan tidak suka dengan apa yang dilakukannya.
Spoiler next bab: 🌹
"Lalu bagaimana??? Sebenarnya apa sih yang kau mau dariku?!"
"Kau tidak mempedulikan perasaanku yang sebagai kakakmu ini Will l ?!"
"Lalu bagaimana denganku? Apa kau juga mempedulikan perasaanku?! Apa kau memikirkan juga bagaimana perasaanku yang sudah kau bohongi selama ini dengan kebohongan besar mu itu?!"
James j pun sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi pada Will l karena ia juga sebenarnya menyadari kalau dirinya itu telah bersalah pada Will l , tapi ia masih ingin menentangnya karena ia yakin dengan apa yang sudah ia lakukan itu benar.
"Terima kasih! Berkatmu aku bahkan tidak mengetahui siapa diriku yang sebenarnya." Kata Will l yang sambil menarik tangan Aku pergi dari hadapan James j karena muak dengan sikapnya yang selalu seperti itu.