Ephemeral

Ephemeral
8.



Hari ini adalah hari Senin, tempat yang paling pertama Aku u kunjungi saat bel istirahat mulai berdering adalah kantin sekolahnya.


"Keliatannya ini enak deh, ini juga... Wahh yang ini juga!" kata Ia a yang hampir mengambil semua menu makanan di kantin.


"Dia siapa sih? ngambil makanannya banyak banget nanti kita gak kebagian lagi!" ujar seorang siswi yang sedang mengantri di belakang Aku u untuk mengambil makanan juga.


Will l dan Aku u mereka berdua pun hanya bisa menganga lebar karena melihat tingkah Ia a yang seperti orang baru makan setelah 1 tahun.


"Dia siapa Aku u ?" Ia a yang bertanya.


"Kakaknya Will l ."


"Apa???!!! Dia kakaknya Will l ...?! Terakhir kali aku lihat kakaknya berumur sekitar 20 tahunan!" teriak Ia a.


"Will l , Ia a, kalian berdua duluan aja masuk ke kelasnya nanti aku sebentar lagi nyusul," ujar Aku u yang menyuruh Will l dan Ia a agar mereka masuk duluan ke kelas.


"Aku mau ngobrol sama James j seonbae dulu sebentar gak apa-apa kan?"


James j yang mencegah agar Will l tidak salah paham dengannya, ia menggelengkan kepala dan mengangkat bahunya pada Will l , memberi tahu kalau ia tidak tau apa yang akan mau Aku u bicarakan.


"Aku mau minta tolong padamu untuk membantuku."


"Tolong bantu Will l untuk menemukan jalan keluar... Aku tidak ingin kehilangannya, aku tau permintaanku ini egois seonbae. Tapi bagiku dia sudah seperti matahari yang menyinari hari-hariku dan juga seperti bulan yang menemaniku di langit malam yang gelap dan dingin."


"Tapi Aku u ..."


"Aku mohon padamu, aku juga akan membantumu melakukan apa saja yang bisa membuat Will l agar dia tetap disini bersamaku."


"Aku yakin seonbae dan aku sudah memikirkannya dengan matang-matang."


"Meskipun kau harus mengorbankan dirimu sendiri?"


Spoiler next bab: 🌹


"Kau tau kenapa Will l ingin tinggal disini?! Itu karena dia ingin terus berada di sampingmu! Lalu kalau kau yang sekarang berkorban untuknya, itu sudah terlambat Aku u . Jika kau melakukan itu, pengorbanan Will l yang selama ini dia lakukan untukmu itu hanya akan sia-sia saja."


"Lalu apa yang harus aku lakukan? Aku tidak bisa melakukan apa-apa lagi untuknya."


"Kau lupa siapa aku sekarang Aku u ? Aku kakaknya... Aku yang akan melakukan apapun untuk bisa menyelamatkan Will l ."


"Lihatlah meskipun anak ini selalu berburuk sangka padaku, tapi dia tetap adikku... Dan aku yang bertanggung jawab untuk menjaganya karena hanya dia satu-satunya keluargaku sekarang."


"Apa maksudmu? Aku tidak punya kakak sekarang dan namaku Will l bukan adikmu yang bernama Han Ju-Woon itu."


"Cihhh sekarang dia malah gak mau mengakui kalau aku ini kakaknya! Tapi terserah sih aku gak terlalu peduliin itu, yang jelas orang yang ada di hadapanku ini adalah adikku." ujar James j yang kemudian pergi menuju kelasnya sambil memasukkan kedua tangannya ke kantong celana.


"Kenapa kau menangis Aku u ?" tanya Will l .


"Bukan apa-apa Will l ." ungkap Aku u padanya.


"Ya udah kalo kamu gak mau bilang sama aku juga gak apa-apa kok... Aku gak bakal maksa kamu Aku u ." balas Will l yang mengerti.