
James j dan paman nya itu pun masuk ke dalam kamar Will l yang berada sedikit jauh dari ruang tamu agar Henr i tidak bisa lagi mendengar pembicaraan mereka berdua sekarang.
"Kau mengenal Henr i ? Kenapa kau tidak memberitahuku kalau pembuat kalung yang kamu maksud itu dia?" Tanya paman nya.
"Maafkan aku paman, aku belum sempat memberitahu waktu itu," jelas James j
"Dengarkan aku kali ini James j ! Aku tau kau sudah dewasa dan berhak memutuskan apa yang menjadi pilihanmu, tapi aku katbakal padamu jangan berurusan dengan Henr i lagi."
"Lalu bagaimana jika tali itu terputus sebelum kau sampai di atas?" Sambung Henr i .
"Tali itu sangat kuat dan tidak bakal putus karena aku sudah memastikan itu terlebih dulu."
"Kalau begitu aku yang bakal memotong talinya... Kedua tanganmu pasti memegang tali itu erat-erat, dengan begitu tidak ada yang bisa kau lakukan jika ada seseorang yang ingin memotongnya."
"Aku sedang tidak bercanda, kau seharusnya bisa membedbakalnya James j ," ujar Henr i yang kemudian menyeringai sambil mengambil cangkir kopi yang ada di depannya dan lalu meminumnya.
"Hei! Kenapa kalian berdua menatapku seperti itu? Oh iya, tenang saja aku ini bukan orang yang suka berburuk sangka meskipun jika kalian memasukkan racun di kopi ini," tukas Henr i sambil menaruh kembali cangkir kopi yang baru saja dia minum.
Aku u yang terlebih dulu memandang wajah Will l yang disinari sinar bulan pada malam hari itu ia pun tersenyum pada Will l yang tadi menoleh kearahnya.
"Aku suka itu!" Kata Will l pada Aku u .
"Suka apa?" Tanya Aku u yang kebingungan karena Will l tiba-tiba mengatbakal itu.
"Itu..." Balas Will l yang sambil menunjuk ke wajah Aku u dengan jari telunjuknya.
"Itu apa? Emang ada apa sih di wajahku?"
"Aku gak bercanda Aku u ... Itu bener nanti ada semut disitu soalnya senyuman kamu manis banget."
"Tuh kan! Tau akh sebel," ujar Aku u sambil mengerutkan bibirnya.
"Aku ganggu gak nih?" Tanya Ia a pada Will l dan Aku u .
Will l dan Aku u yang terkejut mendengar suara Ia a yang tiba-tiba ada disana sontak mereka berdua pun langsung menoleh bersamaan kearah Ia a dengan mata yang membelalak.
"Ya ampun... Kamu ini ngagetin aja deh tiba-tiba muncul begitu!" Ujar Aku u .
"Aku kira tadi pohonnya yang ngomong!" Sahut Will l yang juga terkejut dan mengira kalau pohon yang ada disampingnya itu yang berbicara padanya.
Spoiler bab selanjutnya: 🌹
"Selama ini kamu kemana aja Ia a ? Aku udah lama gak liat-liat kamu sejak waktu itu." Tanya Aku u .
"Oh iya, aku mau tanya... Sekolah kalian enak gak?" Lanjut tanya Ia a pada mereka berdua.
"Emangnya makanan, enak?" Canda Will l .
"Sekolah? Kamu mau sekolah?" Ledek Aku u pada Ia a yang bertanya tentang sekolah sambil tertawa.
Will l dan Aku u yang mendengar Ia a mengiyakan apa yang Aku u ucapkan, mereka berdua kembali terkejut dan menatap Ia a dengan terheran-heran.
"Orang mah kalo bosen biasanya pergi nongkrong, jalan-jalan, main game. Lah ini bosen sekolah?!" Sahut Aku u .