
"James j ?! Apa dia sudah mengambil kalung itu?" Pikir pamannya yang langsung tertuju pada James j .
"James!!!" Teriak pamannya yang memanggil James j dan mencarinya di seluruh ruangan rumahnya.
"Kemana dia pergi?!" Lanjut pamannya berbicara.
Pamannya itu pun langsung segera menelepon James j .
Drrtttt... Suara HP James j berbunyi yang ternyata tertinggal di ruang tamu.
"Duhhh... Hp nya gak dibawa lagi!" Ujar pamannya yang sambil berusaha juga untuk menelepon Will l tapi ia pun tidak mengangkat telponnya.
"Kemana sih mereka berdua pergi pagi-pagi kayak gini?!"
"Aku sekarang akan mencari mereka berdua paman!" Balas Stev . dengan cepat dan langsung mematikan teleponnya untuk mencari James j dan Will l .
"Hari ini kau akan pergi... Tapi aku sudah tidak mampu menatap wajahmu lagi Will l ! Aku tidak bisa menemanimu untuk yang terakhir kalinya, karena aku takut jika aku akan menahanmu untuk pergi." Kata aku u yang sambil memandang pemandangan dari luar jendela kamarnya.
"Apakah kau akan menemuiku untuk yang terakhir kalinya aku u ? Setelah pergi dari sini aku akan benar-benar hilang dari kehidupanmu untuk selamanya, apa aku mampu melihat air matamu yang menetes di hadapanku?" Kata Will l dalam hatinya yang sambil duduk di bawah pohon pada pagi hari itu.
Jam sudah menunjukkan pukul 12.45 siang.
James j pun baru pulang kerumahnya pada siang hari itu.
"James j darimana saja kau ini?! Mana kalung permata itu?" Tanya langsung pamannya yang melihat James j datang.
"Kalung permata yang kau bawa itu palsu James j !"
"Apa?!"
"Kenapa paman selalu menghalangi Will l untuk kembali?"
"Dan kau juga selalu memaksanya untuk menuruti semua kemauan mu!"
"Apa maksudmu paman?! Aku selalu memikirkan yang terbaik untuknya."
"Apa kau benar-benar menyayanginya seperti adikmu sendiri?"
"Kalau kau benar-benar menyayanginya kau tidak akan pernah..."
"Apa maksudmu??!!" Sela Will l yang tiba-tiba datang dan mendengar pembicaraan mereka berdua.
"Will l ?! Sejak kapan kau ada disini?" Tanya James j .
"Will l dengarkan perkataanku yang kau dengar itu salah... Aku adalah kakakmu dan aku akan selalu memberikan yang terbaik untukmu!"
"Jawab pertanyaanku!!!" Teriak Will l .
"Will l !" Panggil pamannya yang mulai takut dengan ekspresi wajah Will l yang mulai marah pada James j .
"Kalian berdua telah membohongiku selama ini???"
"Lalu apa?! Aku sudah pernah bilang dengan kalian berdua aku bisa memaafkan kesalahan apapun itu kecuali dengan kebohongan!"
"Kau adikku Will l dan kau akan terus menjadi adikku!"
Spoiler next bab: 🌹
"Lihatlah kau bahkan hanya memikirkan dirimu sendiri! Dan ini yang kau sebut selalu memberikan yang terbaik untukku???!!!"
"Kenapa kau bersikap seperti ini Will l ?"
"Kenapa???!!! Kau tanyakan saja pada dirimu sendiri! Aku benci dengan seorang pembohong bahkan kalian berdua yang selama ini sangat aku percaya tapi ternyata kalian telah membohongiku." Ujar Will l pada mereka berdua dengan tatapan benci karena sudah membohonginya selama ini.
Will l pun langsung pergi lagi meninggalkan mereka berdua dengan penuh amarah.
"Sekarang apa yang harus aku lakukan!!! Will l pasti akan sangat membenciku mulai sekarang." Teriak James j sambil mengacak-acak rambutnya itu.
"Cepat cari Will l Stev . dia terlihat sangat marah tadi."
Stev . pun menganggukkan kepalanya dan langsung pergi mencari Will l .