Ephemeral

Ephemeral
5.



"James j ?! Apa dia sudah mengambil kalung itu?" Pikir pamannya yang langsung tertuju pada James j .


"James!!!" Teriak pamannya yang memanggil James j dan mencarinya di seluruh ruangan rumahnya.


"Kemana dia pergi?!" Lanjut pamannya berbicara.


Pamannya itu pun langsung segera menelepon James j .


Drrtttt... Suara HP James j berbunyi yang ternyata tertinggal di ruang tamu.


"Duhhh... Hp nya gak dibawa lagi!" Ujar pamannya yang sambil berusaha juga untuk menelepon Will l tapi ia pun tidak mengangkat telponnya.


"Kemana sih mereka berdua pergi pagi-pagi kayak gini?!"


"Aku sekarang akan mencari mereka berdua paman!" Balas Stev . dengan cepat dan langsung mematikan teleponnya untuk mencari James j dan Will l .


"Hari ini kau akan pergi... Tapi aku sudah tidak mampu menatap wajahmu lagi Will l ! Aku tidak bisa menemanimu untuk yang terakhir kalinya, karena aku takut jika aku akan menahanmu untuk pergi." Kata aku u yang sambil memandang pemandangan dari luar jendela kamarnya.


"Apakah kau akan menemuiku untuk yang terakhir kalinya aku u ? Setelah pergi dari sini aku akan benar-benar hilang dari kehidupanmu untuk selamanya, apa aku mampu melihat air matamu yang menetes di hadapanku?" Kata Will l dalam hatinya yang sambil duduk di bawah pohon pada pagi hari itu.


Jam sudah menunjukkan pukul 12.45 siang.


James j pun baru pulang kerumahnya pada siang hari itu.


"James j darimana saja kau ini?! Mana kalung permata itu?" Tanya langsung pamannya yang melihat James j datang.


"Kalung permata yang kau bawa itu palsu James j !"


"Apa?!"


"Kenapa paman selalu menghalangi Will l untuk kembali?"


"Dan kau juga selalu memaksanya untuk menuruti semua kemauan mu!"


"Apa maksudmu paman?! Aku selalu memikirkan yang terbaik untuknya."


"Apa kau benar-benar menyayanginya seperti adikmu sendiri?"


"Kalau kau benar-benar menyayanginya kau tidak akan pernah..."


"Apa maksudmu??!!" Sela Will l yang tiba-tiba datang dan mendengar pembicaraan mereka berdua.


"Will l ?! Sejak kapan kau ada disini?" Tanya James j .


"Will l dengarkan perkataanku yang kau dengar itu salah... Aku adalah kakakmu dan aku akan selalu memberikan yang terbaik untukmu!"


"Jawab pertanyaanku!!!" Teriak Will l .


"Will l !" Panggil pamannya yang mulai takut dengan ekspresi wajah Will l yang mulai marah pada James j .


"Kalian berdua telah membohongiku selama ini???"


"Lalu apa?! Aku sudah pernah bilang dengan kalian berdua aku bisa memaafkan kesalahan apapun itu kecuali dengan kebohongan!"


"Kau adikku Will l dan kau akan terus menjadi adikku!"


Spoiler next bab: 🌹


"Lihatlah kau bahkan hanya memikirkan dirimu sendiri! Dan ini yang kau sebut selalu memberikan yang terbaik untukku???!!!"


"Kenapa kau bersikap seperti ini Will l ?"


"Kenapa???!!! Kau tanyakan saja pada dirimu sendiri! Aku benci dengan seorang pembohong bahkan kalian berdua yang selama ini sangat aku percaya tapi ternyata kalian telah membohongiku." Ujar Will l pada mereka berdua dengan tatapan benci karena sudah membohonginya selama ini.


Will l pun langsung pergi lagi meninggalkan mereka berdua dengan penuh amarah.


"Sekarang apa yang harus aku lakukan!!! Will l pasti akan sangat membenciku mulai sekarang." Teriak James j sambil mengacak-acak rambutnya itu.


"Cepat cari Will l Stev . dia terlihat sangat marah tadi."


Stev . pun menganggukkan kepalanya dan langsung pergi mencari Will l .