Ephemeral

Ephemeral
11.



"Ayo kita mulai latihannya saja sekarang! Pasangan pertama Will l dan Magi e ibu sudah menyiapkan konsep yang spesial buat kalian berdua. Kalian akan berdansa bersama dengan sangat romantis dengan judul tema Good Bye My Love ya!" ungkap Guru itu sambil menerang kan konsep yang bagus.


"Kalian paham kan konsepnya? Sekarang coba kalian latihan mandiri seperti yang sudah saya jelaskan tadi ya!" lanjutnya berbicara.


Kanan... Kiri...


Kanan...


Satu... Dua... Tiga...


Magi e yang sedang menghitung buat menyesuai kan langkahnya dengan lagu yang ada.


"Stop! Stop!" sela Guru Park bicara.


"Will l , ayo lebih romantis lagi dong! Magi e sudah memegang bahumu, setidaknya kamu bisa pegang pinggang Magi e juga!" protes nya.


"Iya maaf bu, soalnya saya gugup," alasan Will l .


"Kamu gak perlu merasa gugup Will l !" Magi e memegang bahu Will l dengan kedua tangannya.


"Benarkah?!" Will l memegang pinggang Magi e dengan erat sambil menatap nya.


"Nahhh bagus seperti itu Will l ! Tidak salah lagi kalian berdua memang benar-benar pasangan yang cocok!" Guru Park mengacungkan kedua jempol nya.


aku u memegang kaca jendela ruang kelasnya sambil melihat ke arah Will l dan Magi e yang sedang berdansa.


'Ini menu makanan favoritku, tapi entah kenapa aku sedang tidak berselera buat makan sekarang,' keluh aku u dalam hati nya.


"Seonbae kamu tau gak?" aku u yang kemudian langsung menghampiri Stev e dan duduk berhadapan makan bersama dengannya sambil berpura-pura bercerita tentang diri nya pada Stev e .


"Iya dong! Oh iya, aku udah nyiapkan tiket bioskop buat kita berdua nonton nanti malam. Gimana malam ini kamu gak sibuk kan?" 


"Malam hari ini aku lagi gak sibuk kok, kan Seonbae juga udah liat sendiri kemarin aku udah latihan di teater..."


"Nanti malam aku jemput ke rumah kamu ya aku u , jangan lupa dandan yang cantik!"


"Aku sudah menjauhi aku u seperti yang kamu minta, sekarang kembalikan kalung permata milikku!" Will l beranjak dari tempat duduknya.


"Kau sudah gila?!?! Kalau kalungnya kau belah jadi dua sama saja kau sudah menghancurkan kalung itu!!!"


"Kita sama-sama bukan berasal dari dunia ini, kalo aku u tau mungkin dia juga tidak akan mau bersamamu!"


"Kita?! Ah iya, aku belum memberi tahumu kalau aku sudah menetap tinggal disini! Kamu mau tau caranya aku bisa tinggal disini sampai sekarang???" tanya Stev e .


"Liontin merah! Kau bisa mengorbankan orang yang kamu sayang, bagaimana? Asalkan orang itu rela mengorbankan dirinya untukmu itu tidak jadi masalah. Apa kau bisa mengorbankan aku u buat liontin merah itu?"


"Aku bukan orang licik sepertimu bisa mengorbankan orang yang kau sayang cuma buat keegoisanmu sendiri!"


"Itu sih terserah kamu Will l , aku cuma memberimu pilihan ketiga buat menyelamatkan dirimu sendiri! Lagian aku juga gak bener-bener menyukai aku u kok, kamu tenang aja! Tapi aku bisa pastiin gak ada cewek yang gak bisa jadi milikku."


"Sudah kuduga! Kau memang tidak benar-benar menyukai aku u , tapi ternyata kamu cuma mempermainkan perasaan nya saja cuma buat kesombongan mu itu?!" Will l menarik kerah baju Stev e .