
10 Juli 2019, 09:00, Your Art, Seoul
Emma mengenakan tiered chiffon dress, shoulder bag with two-tone buckle dan white loafers prudence. Ia menghadiri acara pembukaan pameran art dari salah satu seniman kesukaannya di korea. Ia datang bersama shopia dan juga beberapa bodyguardnya, karna akan banyak orang yang datang jadi ia membutuhkan keamanan ketat. Dan banyak sekali reporter yang datang untuk meliput kedatangannya, karna memang emma tidak pernah datang ke korea sehingga membuat semua media ingin mengabadikan moment tersebut. Bukan hanya emma yang datang saat itu, ternyata banyak sekali artis, idol dan juga konglomerat yang datang karna mereka mendengar berita kedatangan emma. Tapi walaupun begitu, karna penjagaan ketat, mereka tidak bisa berdekatan dengan emma. Setelah beberapa saat berada disana, emma melihat beberapa orang yang dikenalnya, kemudian ia berjalan menghampiri mereka dan kejadian itu membuat semua orang yang hadir disana sangat terkejut.
emma : seo joon oppa? (aktor terkenal korea)
seo joon : emma? (tersenyum sambil memeluk emma)
emma : sudah lama tidak bertemu, kamu terlihat semakin tampan (tersenyum)
seo joon : kamu juga terlihat semakin cantik emma (tersenyum)
emma : .. (tersenyum)
seo joon : ah iya aku hampir lupa, perkenalkan temanku, park hyung sik dan choi woo shik (wooga squad)
woo shik : halo, senang bertemu denganmu (menjabat tangan emma)
hyung sik : senang bertemu denganmu (tersenyum)
emma : senang juga bertemu dengan kalian, aku adalah teman baik seo joon oppa (tersenyum)
seo joon : wah sepertinya kita akan menjadi bahan pembicaraan hari ini (melihat banyak sekali reporter yang mengambil gambar dan video mereka)
emma : tidak apa (menenangkan seo joon)
shopia : nona, ada telp untuk anda (berbicara pelan)
emma : dari siapa?
shopia : nyonya rosie, sepertinya sangat penting.
emma : oppa, kita bicara lain kali ya, aku akan menghubungimu nanti.
seo joon : baiklah, aku akan menunggu telpmu.
emma : .. (membungkukkan badan dengan sopan untuk berpamitan pada seo joon dan juga yang lainnya)
Emma segera berjalan keluar menuju mobilnya sambil berbicara dengan tante rosie.
📞
emma : ada apa tante?
rosie : bisakah kamu kerumah sakit sekarang? kondisi ji-eun tiba-tiba melemah, ia ingin bertemu denganmu.
emma : aku akan sampai dalam waktu 30 menit (menutup telpnya)
shopia : kita akan langsung kerumah sakit nona?
emma : ya, mr.kim tolong lebih cepat lagi (mr.kim supir pribadinya)
mr.kim : baik nona.
10:57, Hospital, Seoul
Sesampainya dirumah sakit, emma melihat ji-eun yang sudah memakai beberapa alat bantu ditubuhnya dan mata ji-eun hanya melihat ke arah emma.
emma : hei adikku yang cantik, eonnie sudah datang (mengusap lembut pipi ji-eun)
ji-eun : eonnie (menggenggam erat tangan emma)
emma : ada apa sayang? (menahan air matanya)
ji-eun : bawa aku ke pulau jeju, aku mohon (suara lemas)
emma : kita akan kesana saat kondisimu membaik, eoh?
ji-eun : tidak, aku mau pergi kesana sekarang eonnie (semakin erat menggenggam tangan emma)
emma : .. (menatap ke arah tante rosie dan dokter)
dokter : .. (menganggukkan kepala)
emma : baiklah, eonnie akan membawamu kesana sekarang (mencoba tersenyum)
Tante rosie dan emma menyiapkan segala kebutuhan ji-eun, emma bahkan meminta sekretarisnya untuk mengirim pesawat pribadinya ke rumah sakit agar mereka tidak membuang waktu, karna emma tidak bisa bertahan lebih lama lagi. Taehyung yang mendapat kabar soal kekasihnya, ia juga segera meninggalkan pekerjaannya dan pergi ke rumah sakit untuk ikut bersama ji-eun dan juga yang lain ke pulau jeju.
Sebelum mereka berangkat, emma berbicara dengan dokter yang menangani ji-eun.
emma : apa tidak masalah kami membawanya pergi?
dokter : waktu nona ji-eun tidak lama lagi, saat ini kami hanya bisa mewujudkan keinginannya, saya mohon bahagiakanlah nona ji-eun disana, mungkin ini moment terakhirnya bersama dengan anda dan juga keluarga lainnya, maafkan kami. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin (membungkukkan badannya dengan sopan)
Setelah mendengar perkataan dokter, tubuh emma tiba-tiba lemas, ia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi nanti dipulau jeju. Tapi ia juga harus menepati janjinya pada ji-eun untuk membawa ji-eun kesana.
emma : kamu istirahat dulu ya, sore nanti kita akan melihat matahari terbenam bersama dipinggir pantai seperti maumu (mengusap lembut wajah pucat ji-eun)
ji-eun : baik eonnie (tersenyum)
taehyung : aku akan disini menemanimu sayang.
ji-eun : .. (tersenyum)
emma : .. (tersenyum)
Setelah meninggalkan ji-eun dan taehyung, emma mendekati tante rosie dan juga daddy nya yang baru sampai.
ayah : kamu baik-baik saja nak? (melihat wajah emma yang sudah pucat)
emma : aku baik-baik saja dad, saat ini taehyung sedang menemani ji-eun istirahat, biarkan saja mereka bersama.
tante rosie : terima kasih nak sudah berada disini (memeluk erat emma)
emma : tante harus kuat, saat ini ji-eun sangat membutuhkan kita disisinya (memeluk erat)
tante rosie : tante belum siap kehilangan ji-eun (menangis)
emma : .. (menepuk-nepuk lembut punggung tante rosie)
17:33, pantai
ji-eun : eonnie, aku ingin sekali menjadi matahari (menatap lekat matahari yang akan tenggelam)
emma : kenapa?
ji-eun : karna hadirnya bisa menerangi kehidupan bumi ini dan saat ia pergi, ia bisa memberikan kenangan indah yang tidak terlupakan seperti saat ini.
emma : kalau kamu menjadi matahari, pasti bumi ingin kamu selalu hadir dan tidak pergi.
ji-eun : hm?
emma : kamu terlalu indah untuk menyinari bumi, pasti bumi akan terlalu silau karnamu (tersenyum)
ji-eun : aish! selalu saja menggodaku seperti itu (tersenyum)
emma : apa aku sudah berhasil memberikan kekuatan untukmu? (menggenggam erat tangan ji-eun)
ji-eun : em! (menganggukkan kepala)
emma : ji-eun, terima kasih sudah menjadi adikku selama beberapa tahun ini, aku sangat bahagia memiliki adik yang sangat cantik sepertimu, aku berjanji akan menggantikanmu untuk menyayangi ibumu (menatap lekat ji-eun)
ji-eun : eonnie, terima kasih untuk kasih sayang dan cintanya selama ini padaku, aku sangat bersyukur dan juga bahagia bisa merasakan memiliki seorang kakak perempuan yang sangat baik sepertimu, terima kasih selalu menggenggam erat tanganku, menemaniku dan menyemangatiku. Dan terima kasih sudah berjanji akan menjaga ibu kita (tersenyum)
emma : berjanjilah untuk datang ke dalam mimpiku saat aku merindukanmu, karna akan terasa sangat berat untukku jika kamu tidak melakukannya.
ji-eun : aku pasti akan datang eonnie (tersenyum lirih)
emma : .. (tersenyum lirih)
taehyung : sayang, ini untukmu (memberikan satu tangkai bunga mawar putih)
ji-eun : cantik sekali (tersenyum)
taehyung : aku mencintaimu ji-eun (tersenyum lirih dan menggenggam erat tangan kiri kekasihnya sambil menyentuh cincin pemberiannya dijari manis ji-eun)
ji-eun : berbahagialah seperti janjimu padaku, aku akan mengawasimu dari atas sana (melihat ke arah langit)
taehyung : em, aku akan penuhi janjiku padamu, terus awasi aku ya sayang (mencoba tersenyum)
ji-eun : .. (tersenyum)
emma : ji-eun? (merasakan genggaman tangan ji-eun semakin melemah)
ji-eun : eonnie, aku tiba-tiba merasa mengantuk, bolehkah aku tidur disini?
emma : tidurlah, eonnie dan taehyung akan menemanimu.
taehyung : aku sangat mencintaimu ji-eun (menahan air matanya)
ji-eun : aku juga sangat mencintaimu kim taehyung (menyandarkan kepalanya dibahu taehyung)
emma : eonnie sangat menyayangimu (suaranya bergetar)
ji-eun : aku juga sangat menyayangi eonnie (menggenggam erat tangan emma)
Setelah beberapa saat, ji-eun menghembuskan nafas terakhirnya bersamaan dengan tenggelamnya matahari. Taehyung memeluk ji-eun dengan sangat erat, ia menangis sejadi-jadinya. Sedangkan emma hanya terdiam dan menatap ji-eun yang sudah tiada. Kemudian beberapa saat kemudian, pandangannya buram, kepalanya sangat sakit dan ia pingsan.