Emma Adams

Emma Adams
Emma Story (Part II)



Tanpa diketahui kekasihnya, emma dan lee datang ke perusahaan agensi tempat wonyoung bekerja. Perusahaan agensi wonyoung sangat terkejut dengan kedatangan emma yang tiba-tiba ke perusahaan mereka. CEO perusahaan agensi itu sangat senang dengan kedatangan emma tanpa tau apa yang akan dilakukan emma disana. Emma masuk ke dalam ruangan CEO, didalamnya juga sudah ada wonyoung dan beberapa artis yang sebelumnya dipilih oleh agensi mereka untuk menjadi perwakilan brand global ambassador perusahaan emma.


ceo : silahkan duduk nona, apa kedatangan anda kesini ingin mengatakan soal kerjasama yang sebelumnya kita bahas?


emma : tentu.


ceo : jadi apa anda menerima wonyoung dan juga artis kami yang lainnya menjadi salah satu brand global ambassador dari brand perusahaan anda?


emma : .. (tersenyum)


ceo : anda sungguh menerima mereka?


emma : apa anda mengartikan senyuman saya seperti itu?


ceo : lalu apa maksud dari senyuman anda?


emma : saya tidak menerima satupun artis dari agensi anda.


ceo : apa!? (terkejut)


emma : dan saya akan mencabut semua investasi saya dari perusahaan anda.


ceo : apa maksud anda nona? anda tidak bisa seenaknya memutuskan hal itu.


emma : tentu saya bisa, didalam kontrak tertulis dengan jelas kalau saya bisa mencabut investasi saya.


ceo : tapi itu jika perusahaan kami membuat kesalahan pada perusahaan anda atau mencoret nama baik perusahaan anda.


lee : anda sudah melakukannya tuan (menaruh artikel murahan tentang wonyoung dan taehyung)


ceo : ta-tapi artikel ini benar.


emma : anda yakin?


ceo : y-ya (gugup)


emma : lee, berani sekali seorang ceo seperti anda berbohong pada saya (smirk)


wonyoung : tapi artikel itu benar, saya memang menjalin hubungan dengan kim taehyung (tiba-tiba berbicara memotong perkataan emma)


ceo : wonyoung, lebih baik kamu diam!


wonyoung : tapi-


ceo : DIAM ! (membentak)


emma : apa anda lupa jika perusahaan saya sangat dekat dengan bighit? saya tidak mungkin datang kesini tanpa bukti apapun, kalian sudah berani berbohong pada saya dan saya berhak memutus kontrak kerjasama dalam bidang apapun dan juga mengambil kembali investasi yang sudah saya berikan pada perusahaan murahan ini.


ceo : tapi selama ini perusahaan kami bisa berjalan karna investasi besar yang anda berikan nona, kami mohon anda mempertimbangkan kembali keputusan anda.


lee : nona emma tidak pernah memberikan kesempatan kedua pada perusahaan yang memberikan citra buruk, apalagi artikel seperti ini bukan hanya sekali atau dua kali perusahaan anda lakukan, tapi berkali-kali setiap artis anda memiliki project baru (tegas)


ceo : saya mohon nona, berikan kami kesempatan.


emma : anda ingin kesempatan?


ceo : tentu nona, perusahaan saya akan lakukan apapun demi kesempatan itu.


emma : buang semua artis yang bekerja diperusahaan anda sekarang dengan tidak hormat dan mungkin saya akan mempertimbangkan kesempatan itu.


wonyoung : bagaimana bisa anda berkata seperti itu!? APA KESALAHAN KAMI !? (berbicara keras)


emma : anda masih tidak mengetahui kesalahan anda? apa anda bodoh?


lee : anda tidak pernah bersikap sopan pada artis senior ataupun junior, anda selalu menjebak beberapa idol ataupun artis dengan rumor tidak benar hanya untuk popularitas, anda selalu pergi ke club malam untuk bermabuk-mabukan dengan banyak petinggi dari beberapa saluran tv hanya untuk mempertahankan pekerjaan anda disetiap acara musik yang mereka siarkan. Saya bisa menyembutkan semuanya jika anda mau dan tidak malu nona.


ceo : apa selama ini anda membuntuti artis kami?


lee : informasi seperti itu tidak perlu dibuntuti tuan, selama ini perusahaan anda memang berhasil menutupinya dari media dan juga penggemar artis anda, tapi anda tidak bisa menutupinya dari perusahaan kami.


emma : sepertinya anda puas sekali bermain-main dengan investasi yang saya berikan.


ceo : nona, saya mohon untuk tidak memperpanjang masalah ini, saya tidak bisa memutuskan kontrak dengan semua artis saya begitu saja.


emma : baiklah jika itu keputusan anda. Lee, ambil semua investasi yang saya berikan dan proses secara hukum masalah ini, banyak hal yang sudah mereka abaikan didalam kontrak perjanjian. (berdiri dan beranjak pergi)


lee : baik nona (berjalan dibelakang emma)


Tiba-tiba saja wonyoung mendekati emma dan langsung menampar pipi kiri emma dengan kencang hingga membuat bekas merah pada pipi emma.


lee : APA ANDA SUDAH GILA !? (mencengkram tangan wonyoung dengan sangat kencang)


ceo : WONYOUNG !


wonyoung : sebelum anda menghancurkan karir saya, saya berhak melakukan ini pada anda!


emma : wah sepertinya anda ingin masuk penjara dengan cepat nona (smirk)


lee : anda tidak membalasnya nona?


emma : biarkan para tahanan dipenjara yang membalas perbuatannya.


lee : bawa wanita murahan ini ke dalam penjara sekarang! (memerintahkan beberapa bodyguard)


bodyguard : baik tuan lee.


lee : itu akan menjadi lebih baik tuan.


bodyguard : polisi sudah tiba didepan, kami akan membawanya sekarang.


lee : artis anda sudah melakukan kesalahan yang sangat besar, saya akan pastikan dia dipenjara lebih dari 10 tahun.


ceo : apa!? anda sudah gila !! tidak mungkin! dia hanya menamparnya bukan membunuhnya!


lee : bahkan jika dia hanya menyentuh sedikit nona emma, kami akan tetap memenjarakannya, kalian sudah bermain-main dengan orang yang salah (tegas)


15:51, Hannam The Hills


Emma menyandarkan tubuhnya di sofa besar ruang tv, ia menghela nafasnya dengan keras.


lee : saya akan memanggilkan dokter untuk mengobati lebam diwajah anda nona.


emma : tidak perlu lee, tolong ambilkan kompresan saja, saya akan mengobatinya sendiri.


lee : baik nona.


Saat menunggu lee, ponsel emma berdering, ayahnya yang menghubunginya.


📞


emma : ayah? ada apa menghubungiku?


ayah : apa maksud dari artikel itu!?


emma : ah ayah sudah membacanya, aku hanya ditampar.


ayah : sial ! berani sekali dia menyakiti putriku! ayah akan kesana dan melakukan pelajaran padanya!


emma : ayah, tenanglah, lee sudah membuat pelajaran padanya dan juga perusahaan tempat dia bekerja.


ayah : tapi ayah tidak bisa diam saja.


emma : lebih baik ayah tenangkan ibu, dia pasti sedang mencemaskanku sekarang.


ayah : ibumu sudah dipesawat sekarang, dia langsung terbang ke korea setelah melihat artikel itu.


emma : apa!? ibu benar-benar luar biasa hahahaha


ayah : kenapa kamu malah tertawa!?


emma : tidak apa ayah, ibu memang yang terbaik.


ayah : ayah juga akan kesana, tapi besok pagi setelah pekerjaan ayah selesai.


emma : iya ayah, aku juga sudah lama tidak bertemu dengan kalian, aku sangat merindukan ayah dan ibu.


ayah : baiklah, obati lukamu, ayah tidak ingin melihat putriku terluka sedikitpun.


emma : tentu ayahku tersayang.


Baru saja emma mematikan ponselnya, ia mendengar suara taehyung yang terus memanggilnya.


"sayang! sayang! sayaaaaang! kamu dimana?", taehyung terus berteriak mencari kekasihnya.


Emma pun berjalan menghampiri taehyung, ia masih tidak percaya jika taehyung sudah pulang sore itu. Taehyung yang melihat emma langsung memeluknya dengan erat dan melihat seluruh bagian tubuh kekasihnya dengan cemas.


emma : kamu mencari apa ditubuhku?


taehyung : dimana dia melukaimu? katakan padaku! aku akan membalasnya! (terus memperhatikan kekasihnya)


emma : disini (ucapnya dengan manja sambil menempelkan telapak tangan kanan taehyung ke pipi kirinya)


taehyung : dia menamparmu sayang?


emma : eoh, sakit sekali tamparannya (memanyunkan bibirnya)


taehyung : ayo aku kompres dulu, setelah itu aku akan pergi kesana untuk menamparnya!


emma : sayang, aku rasa luka nya tidak akan sembuh jika dikompres (menatap manja)


taehyung : kita kerumah sakit saja kalau begitu sayang!


emma : sepertinya juga tidak akan sembuh.


taehyung : lalu aku harus bagaimana sayang? lihatlah pipimu merah sekali sekarang (cemas)


emma : akan sembuh jika dicium kamu sayang (tersenyum)


Tanpa berkata apapun taehyung mencium dengan lembut pipi emma, ia menciumnya berkali-kali setiap sudut wajah emma.


*cup cup cup cup cup cup


emma : wah aku benar-benar sembuh sekarang (bahagia)


taehyung : tetap saja kita harus mengompresnya sayang.


emma : hehehe iya sayang.