
24 Oktober 2019, 11:20, Apartemen Tae, Seoul
Emma masuk ke dalam kamar taehyung dengan mengenakan pleated mini dress pink dengan riasan sederhana.
"sayang, apa aku sudah terlihat cantik? aku gugup sekali", emma berjalan mendekati kekasihnya.
Taehyung tiba-tiba terdiam karna sangat terpesona dengan penampilan kekasihnya. Ia bahkan tidak bergerak sedikitpun.
"sayang? kenapa kamu diam saja? sayang? SAYANG !", emma panik karna kekasihnya hanya terdiam.
taehyung : kamu cantik sekali sayang (berjalan mendekati kekasihnya)
emma : benarkah? aku gugup sekali, bagaimana ini?
taehyung : tenanglah sayang, mereka pasti menyukaimu (memegang kedua tangan emma sambil tersenyum)
12:13, Tae Home, Seoul
Setelah beberapa waktu, akhirnya mereka sampai dirumah kedua orang tua taehyung. Ya, hari itu taehyung ingin mengenalkan emma pada keluarganya, karna ia sangat serius dengan hubungannya bersama emma. Eun jin, adik perempuan taehyung membukakan pintu untuk mereka.
eun jin : eonnie cantik sekali (kagum dengan emma)
emma : kamu membuatku semakin gugup saja.
eun jin : masuklah eonnie, appa dan eomma sudah menunggu kalian, terutama eonnie (tersenyum menggandeng lengan emma dengan erat)
Sesampainya diruang keluarga, benar saja, kedua orang tua taehyung sudah berdiri sambil tersenyum menunggu mereka.
taehyung : eomma appa, kenalkan kekasihku, emma.
emma : halo (menyapa sambil menundukkan kepala dengan sopan)
eomma : cantik sekali menantu eomma (tersenyum dan berjalan mendekati emma)
appa : duduklah nak, istriku sudah memasak banyak sekali makanan korea untukmu.
emma : terima kasih eomma appa (canggung)
eomma : kamu menggemaskan sekali emma (mengusap lembut kepala emma)
taehyung : aku pintar memilih kekasih bukan eomma?
eomma : eoh, putra eomma memang sangat membanggakan.
Mereka pun makan bersama sambil terus mengobrol, emma yang tadinya canggung, berubah menjadi nyaman karna keluarga taehyung benar-benar menyambutkan dengan ramah dan mereka sangat memperhatikan dirinya.
eomma : apa kamu bekerja nak?
emma : ya aku bekerja eomma.
appa : kamu bekerja dimana?
emma : apa aku boleh mengatakannya? (menatap taehyung)
taehyung : katakan saja, tidak apa (menganggukkan kepala)
eun jin : apa eonnie bekerja di bighit?
eomma : benarkah?
emma : ah bukan, sebenarnya- (terpotong)
taehyung : kekasihku adalah chairman dan CEO dari LVMH Moët Hennessy, produsen barang mewah terbesar di dunia.
appa : apa!? kamu tidak bercandakan?
eomma : be-benarkah? (terbata-bata karna sangat terkejut)
emma : benar eomma appa, maaf aku tidak mengatakannya lebih dulu, itu membuatku sangat gugup dan takut jika kalian tidak bisa menerimaku ke dalam keluarga ini (menundukkan kepalanya)
taehyung : sayang, apa yang kamu katakan? kenapa bicara seperti itu? (menggenggam tangan kanan emma)
eun jin : eonnie, siapapun dirimu, darimanapun asalmu, jika oppa ku mencintaimu, kami pasti akan menerimamu (menggenggam tangan kiri emma)
eomma : ya benar, kami tidak pernah mempermasalahkan latar keluargamu, karna yang terpenting bagi kami adalah perasaan semua anak kami.
appa : kamu adalah wanita yang baik, jadi tidak ada alasan untuk kami tidak menerimamu, menantuku.
jong gyu : lagipula, eonnie sangat cantik, jadi kami pasti akan menerimamu dengan senang hati hehehe
Perkataan jong gyu membuat semua orang disana tertawa termasuk emma, ia sangat beruntung ketakutan yang selama ini dirasakannya ternyata bisa ditepis begitu saja oleh kehangatan keluarga taehyung.
21:20
Malam itu emma sedang berdiri sendiri dibalkon lantai dua rumah orang tua taehyung. Sebenarnya emma dan taehyung tidak berencana untuk menginap disana, tetapi ayah dan ibu taehyung meminta mereka untuk menginap karna mereka ingin lebih mengenal emma dan juga masih merindukan putra mereka yang sangat sibuk akhir-akhir ini.
Taehyung sedang berada diruang kerja ayahnya bersama dengan jong gyu dan yeontan, entah apa yang sedang mereka bicarakan didalam sana. Emma sangat suka dengan pemandangan dari balkon rumah orang tua taehyung, bahkan cuaca malam itu juga sangat mendukung. Saat ia sedang asik menikmati pemandangan malam, ibu taehyung datang menghampirinya dengan membawakan coklat hangat.
eomma : katanya, menantu eomma suka sekali coklat hangat, minumlah nak (memberikan secangkir coklat hangat untuk menantunya)
emma : terima kasih eomma (menerima dengan senang hati dan langsung meminumnya beberapa teguk)
eomma : kenapa disini sendirian nak?
emma : pemandangan dari sini sangat indah eomma, aku terlalu terpesona melihatnya (tersenyum menatap pemandangan kembali)
eomma : taehyung membelikan rumah ini untuk kami juga karna pemandangannya yang indah, dia mengatakan kalau rumah untuk kami harus yang terbaik.
emma : dia memang putra yang baik.
eomma : apa kamu sudah merasa lebih baik? eomma sudah tau kalau kamu adalah kakak ji-eun.
emma : berkat taehyung, aku menjadi lebih baik.
eomma : taehyung memang belum pernah membawa ji-eun ke rumah ini, tapi kami pernah beberapa kali bertemu dengannya, ji-eun adalah wanita yang baik dan cantik sepertimu, dia pasti sudah bahagia diatas sana dan dia juga pasti ingin kamu bahagia disini (menatap emma dengan dalam)
Perkataan ibu taehyung membuat air mata emma menetes deras, rasa rindu yang selama ini tertahan tiba-tiba saja tidak bisa membuyar, ia sangat merindukan adik cantiknya itu. Ibu taehyung yang mengerti dengan tangisan emma, langsung memeluk menantunya dengan erat, tidak lupa mengusap lembut punggung emma.
Saat mereka sedang berpelukan dengan emma yang terus menangis, taehyung dan eun jin melihat dari kejauhan, mereka juga mendengar apa yang baru saja dibicarakan ibu mereka dengan emma.
"oppa, pilihanmu memang tidak pernah salah, baik ji-eun eonnie ataupun emma eonnie, mereka adalah wanita cantik dan terbaik yang pantas bersama denganmu", kata eun jin sambil menatap dalam kakak laki-lakinya.
"adik kecil oppa juga cantik dan baik, oppa juga berharap suatu hari nanti, kamu akan mendapatkan pria yang sangat tampan dan baik seperti oppa", kata taehyung sambil mengusap lembut rambut adik cantiknya.