Emma Adams

Emma Adams
Adik



08 Juli 2019, 07:13, Hospital, Seoul


Emma datang ke rumah sakit pagi sekali karna ingin menggantikan tante rosie menjaga ji-eun. Emma mengenakan black camellia chemise, low rise straight denim, sneakers dan mini leather bag.


emma : selamat pagi (tersenyum menyapa ji-eun)


ji-eun : selamat pagi eonnie (tersenyum)


emma : dimana tante rosie?


rosie : disini nak (keluar dari kamar mandi)


emma : hei tante, aku sudah beli makanan untuk sarapan kita (menunjukkan makanan yang ia bawa)


rosie : wah banyak sekali, bagaimana cara kita menghabiskannya?


emma : maaf, aku tidak tau apa yang kalian sukai, jadi aku membeli semua menu di restoran itu.


ji-eun : bagaimana kalau kita pilih saja apa yang kita sukai dan sisanya diberikan pada perawat disini?


emma : ide yang bagus ! (tersenyum)


rosie : .. (tersenyum)


Setelah selesai makan pagi, tante rosie pulang ke rumahnya untuk beristirahat, sedangkan emma mulai menemani ji-eun dirumah sakit.


10:27


ji-eun : eonnie akan berapa lama di korea?


emma : mungkin dalam waktu yang lama.


ji-eun : benarkah?


emma : ya benar, apa kamu senang?


ji-eun : em! senang sekali !


emma : besok aku akan pergi ke Hybe untuk membicarakan kerjasama perusahaan kami, jadi kemungkinan besok aku akan datang kesini saat pertemuannya selesai.


ji-eun : tidak apa eonnie, jangan cemaskan aku. Aku sudah sangat bersyukur dan bahagia karna eonnie sudah mau datang kesini menemaniku.


emma : aku hanya melakukan apa yang aku bisa untuk adikku.


ji-eun : terima kasih sudah menganggapku sebagai adikmu (menggenggam erat tangan emma sambil tersenyum)


emma : maaf karna belum bisa memanggil tante rosie dengan sebutan ibu sepertimu.


ji-eun : tidak apa eonnie, aku bisa mengerti, tapi bisakah eonnie berjanji akan memanggil ibuku dengan sebutan ibu saat aku tidak ada nanti?


emma : kamu pasti akan selalu ada ji-eun, jangan pernah berkata seperti itu lagi dan tanpa harus berjanji padamu, aku juga aku akan berusaha memanggilnya dengan sebutan ibu.


ji-eun : terima kasih eonnie (tersenyum)


Emma baru saja selesai membantu ji-eun mandi dan sedikit merias ji-eun karna kekasihnya akan datang.


ji-eun : kenapa eonnie tidak tidur dirumah saja bersama ibu?


emma : nanti saat kamu sudah kembali kerumah, aku baru akan tidur disana bersamamu, lagipula jarak hotelku sekarang sangat dekat dengan rumah sakit jadi aku bisa dengan cepat bertemu denganmu.


ji-eun : apa menurut eonnie aku masih cantik seperti dulu?


emma : tentu saja, walaupun saat ini kamu tidak memiliki rambut yang indah seperti dulu, tapi kamu tetap terlihat cantik.


ji-eun : eonnie, apa pendapatmu tentang taehyung?


emma : hmm, menurutku dia pria yang baik dan dia juga terlihat sangat mencintaimu.


ji-eun : tidak, maksudku dari sudut pandang seorang wanita sepertimu.


emma : dia terlihat tampan, baik, ramah dan juga sedikit unik.


ji-eun : unik?


emma : ya sama sepertimu, sepertinya karna itu hubungan kalian langgeng sampai sekarang.


ji-eun : aku pikir hanya aku saja yang menyadari keunikannya, ternyata eonnie juga.


emma : bukan hanya kita, tapi aku rasa semua penggemarnya juga menyadari hal yang sama. Dia sangat beruntung bisa bersama dengan wanita sepertimu, begitupula denganmu, jadi jangan pernah menyerah dengan semua ujian yang sedang menerpa dirimu, kamu harus selalu mengingat perjuanganmu untuk bisa bertahan sampai saat ini, ok?


ji-eun : ok eonnie (tersenyum)


Tiba-tiba saja taehyung masuk ke dalam kamar ji-eun dengan membawakan bucket bunga mawar putih dengan jumlah yang sangat banyak.


taehyung : sayaaaaaang (berlari mendekati ji-eun dengan sangat antusias)


ji-eun : apa kamu memborong semua bunga ditoko?


taehyung : aku hampir melakukannya hehehe


ji-eun : aku akan membunuhmu jika kamu melakukan hal itu.


taehyung : maaf maaf, tapi kenapa kekasihku sangat cantik hari ini? (memandang wajah ji-eun yang memakai riasan)


ji-eun : eonnie yang merias wajahku, apa aku terlihat sangat cantik?


taehyung : em, cantik sekali ! terima kasih emma (tersenyum menatap emma)


emma : aku senang melakukannya, sepertinya aku sudah harus kembali ke hotel, bersenang-senanglah (tersenyum)


ji-eun : terima kasih eonnie (tersenyum)


emma : berhentilah berterima kasih ji-eun, aku akan sangat kesal jika kamu mengatakan hal itu lagi.


ji-eun : maaf hehehe