Emma Adams

Emma Adams
Trauma



09 Juli 2019, 10:30, Hybe, Seoul


Emma mengenakan black draped jersey dress, satu set berlian, slingback pumps dan mini lady dior bag. Ia berjalan dengan elegan memasuki ruang pertemuan bersama dengan sekretaris dan juga beberapa staff lainnya dari perusahaannya dan juga Hybe.


pdnim : selamat pagi nona emma, senang bertemu dengan anda secara langsung (menyapa dengan sopan)


emma : senang juga bisa bertemu dengan anda (tersenyum)


namjoon : saya kim namjoon leader bts, senang bertemu dengan anda nona emma (mengulurkan tangannya)


emma : senang bisa bertemu denganmu (menjabat tangan namjoon sambil tersenyum)


taehyung : .. (menatap emma dengan sedikit terkejut)


shopia : bisakah kita mulai rapatnya sekarang? (sekretaris emma)


pdnim : tentu saja (tersenyum)


11:48


pdnim : terima kasih sudah datang secara langsung ke perusahaan kami nona emma, kami merasa sangat terhormat dengan kedatangan anda.


emma : terima kasih juga karna sudah menjamu saya dengan baik disini, saya berharap kerjasama ini akan berjalan lancar.


pdnim : kami akan pastikan hal itu, apa tidak sebaiknya kita makan siang bersama?


emma : mungkin lain kali, karna hari ini saya sudah ada janji makan siang dengan seseorang, maaf.


pdnim : baiklah, kami akan menantikan hari itu tiba.


emma : terima kasih sudah mau bekerjasama dengan perusahaan kami (menatap semua member bts)


namjoon : kami akan bekerja dengan baik, terima kasih sudah mempercayakan kami (tersenyum)


shopia : nona, sudah saatnya anda pergi (berbicara pelan)


emma : baiklah, saya sudah harus pergi, sekali lagi terima kasih dan sampai jumpa saat pemotretan nanti (tersenyum)


pdnim : saya akan mengantar anda sampai lobby.


emma : baik (tersenyum)


12:23, Hospital, Seoul


Emma membawakan samgyetang pesanan ji-eun dan juga beberapa makanan korea lainnya yang ia beli di salah satu restoran kesukaan ji-eun. Mereka makan siang bersama dirumah sakit.


emma : apa kamu tidak memberitahukan kekasihmu kalau aku pemilik perusahaan yang akan bekerjasama dengan agensinya?


ji-eun : ya aku memang sengaja tidak ingin memberitahunya, apa wajahnya terlihat sangat terkejut tadi? (tertawa kecil)


emma : dia bukan hanya terkejut, tapi sepanjang rapat selalu menatapku dengan wajah kebingungan, wah aku hampir tidak bisa fokus karna kekasihmu itu (tidak habis pikir)


ji-eun : hahahaha maaf eonnie, aku hanya tidak ingin dia lebih salah tingkah jika mengetahui identitas dirimu sebenarnya.


emma : ah pantas saja (menghela nafas)


ji-eun : eonnie, aku ingin sekali pergi ke pulau jeju.


emma : pulau jeju?


ji-eun : ya, aku ingin sekali melihat matahari terbenam dipinggir pantai, aku juga ingin menginap di villa ku yang berada disana, sudah lama aku tidak menghirup udara segar.


emma : aku bisa membawamu kesana, tapi harus berdasarkan ijin dari dokter, aku tidak mau memaksakan dirimu, apalagi kamu baru saja menjalani kemoterapi.


ji-eun : bisakah eonnie membujuk dokter? aku ingin sekali kesana (merengek)


ji-eun : aku sudah merasa sangat baik sekarang, jangan khawatir.


emma : hmm (pasrah)


ji-eun : eonnie, lihatlah! tiba-tiba hujan diluar ! (melihat ke arah jendela)


Tiba-tiba saja emma merasakan trauma pada dirinya saat melihat hujan, karna dulu ibunya meninggal di rumah sakit yang sama dan saat itu hujan turun dengan sangat deras. Emma terus menahan dirinya, ia tidak ingin menunjukkan trauma itu pada ji-eun dan membuat ji-eun mengkhawatirkannya.


emma : ji-eun, tidak apa kan jika eonnie keluar sebentar?


ji-eun : tidak apa eonnie, sebentar lagi taehyung juga akan datang, memangnya eonnie ingin kemana?


emma : ada sesuatu yang tertinggal didalam mobil.


ji-eun : apa sangat penting?


emma : ya, eonnie keluar dulu ya.


ji-eun : sebentar, kenapa wajah eonnie terlihat pucat?


emma : mungkin karna riasannya, eonnie keluar dulu ya (langsung pergi begitu saja meninggalkan ji-eun)


Emma berjalan dengan sangat cepat sambil terus memukul dadanya, ia tidak bisa menahan rasa traumanya semakin lama. Saat akan masuk ke dalam mobil, tangannya sangat bergetar, sehingga ia sangat kesulitan membuka pintu mobilnya. Karna tidak bisa menahannya lagi, emma terjatuh tepat didekat pintu mobilnya, ia menangis dengan begitu sesak, tangannya juga semakin dingin dan tubuhnya bergetar.


taehyung : emma? (tiba-tiba taehyung datang dan mendekatinya)


emma : .. (tidak bisa menatap taehyung karna belum bisa menenangkan traumanya)


taehyung : berhentilah menangis (menutup wajah emma dengan jacketnya dan memeluknya dengan erat)


Beberapa saat kemudian emma sudah mulai bisa mengendalikan dirinya, tapi tubuhnya sangat lemas sehingga ia memegang erat lengan taehyung agar bisa berdiri.


taehyung : apa terjadi sesuatu padamu? (menatap lekat)


emma : tidak, terima kasih jacketnya (memberikan kembali jacket taehyung)


taehyung : wajahmu pucat sekali, tubuhmu juga sangat dingin, kamu pakai saja dan kembalikan padaku nanti (memakaikan kembali jacketnya dibahu emma)


emma : tolong jangan beritahukan hal ini pada ji-eun.


taehyung : baiklah jika itu keinginanmu.


emma : sebaiknya kamu menemaninya, sekarang dia pasti sedang menunggumu.


taehyung : lalu bagaimana denganmu?


emma : aku tidak bisa menemuinya dengan keadaan seperti ini, aku akan ke hotel untuk menenangkan diriku.


taehyung : aku akan mengantarmu dulu.


emma : tidak perlu, jarak hotelku sangat dekat dari sini, aku bisa menyetir sendiri.


taehyung : sungguh?


emma : ya sungguh, pergilah sekarang. Aku tidak ingin membuat ji-eun menunggu lama.


taehyung : hm, berhati-hatilah dan jangan lupa hubungi ji-eun jika sudah sampai di hotelmu, kalau tidak aku akan memberitahukan hal ini pada ji-eun.


emma : ya, jangan khawatir.


Setelah memastikan keadaan emma lebih baik, taehyung masuk ke dalam rumah sakit untuk menemui kekasihnya. Walaupun hatinya sangat mencemaskan emma, tapi ia tidak bisa berbuat apapun, karna ji-eun juga sedang membutuhkan dirinya untuk berada disisinya. Emma juga langsung menghubungi ji-eun saat sudah sampai di hotel, hal itu membuat taehyung bisa bernafas lega, karna setidaknya emma selamat sampai hotel.