
14 Oktober 2019, 10:20, Building, Paris.
Emma mengenakan double breasted blazer black, light blue jaens, dior saddle bag, strappy high heel sandals dan beberapa perhiasan. Penampilan emma memang selalu modis, karna sejak ayahnya memulai bisnis fashion, ia memiliki penata gaya dan rias khusus, jadi ia sudah terbiasa dengan penampilan yang modis dan elegan.
*tok tok tok (suara ketukan pintu ruangannya)
emma : masuklah (tidak melihat ke arah pintu karna sedang fokus menyelesaikan pekerjaannya)
ayah : putri ayah sibuk sekali (berjalan mendekati emma)
emma : ayah? (berlari memeluk ayahnya yang sudah lama tidak dilihatnya)
Setelah melepas kerinduan dengan berpelukan, emma dan ayahnya duduk di sofa ruangan emma. Anna (sekretaris emma) juga membawakan minuman untuk mereka.
emma : kenapa tidak memberitahuku kalau ayah akan datang? akukan bisa menjemput ayah dibandara.
ayah : ibumu yang tidak memperbolehkan ayah, katanya kamu sedang sibuk mengerjakan beberapa pekerjaan yang tertunda.
emma : .. (tersenyum)
ayah : jadi apa pekerjaanmu sudah selesai?
emma : emm sepertinya akan selesai dalam beberapa hari kedepan, banyak sekali project yang tertunda karna urusan pribadiku, jadi aku akan menyelesaikan semuanya dulu sebelum aku pergi lagi.
ayah : apa kamu sungguh mencintai pria itu?
emma : tidak tau, itulah alasanku ingin berada didekatnya untuk meyakinkan hatiku, ini pertama kalinya aku merasakan hal seperti ini, aku dibuat kebingungan dan tidak tau harus melakukan apa karnanya.
ayah : karna kamu baru pertama kali jatuh cinta emma, selama ini kamu tidak pernah dekat dengan pria manapun, bahkan kamu selalu menjauh dari pria, jadi wajar saja jika kamu merasa seperti ini sekarang.
emma : ayah benar (menganggukkan kepalanya)
ayah : apa dia pria yang baik?
emma : tentu saja, sudah terbukti karna ji-eun sangat mencintainya dulu dan bahkan ji-eun ingin aku bersamanya, tidak mungkin jika ji-eun memilih orang yang tidak baik untuk kakaknya yang cantik ini kan ayah?
ayah : ya benar juga sih, ayah akan mendukung apapun yang ingin kamu lakukan, karna ayah percaya jika kamu bisa menentukan pilihan yang benar dalam hidupmu.
emma : aku akan meyakinkan hatiku dengan sungguh-sungguh sebelum aku menentukan pilihanku.
ayah : .. (tersenyum mengusap lembut kepala putrinya)
15 Oktober 2019, 07:01, Apartemen, Paris
Emma sungguh tidak ingin membuka matanya karna sudah 2 hari ia lembur bekerja menyelesaikan pekerjaannya, tapi pagi itu ponselnya terus berbunyi, ia sangat kesal tapi ia tidak memiliki tenaga untuk meneriaki orang yang sudah menghubunginya selama 1 jam tanpa berhenti. Dengan suara lemasnya, emma mengangkat panggilan tanpa melihat siapa yang menghubunginya.
📞
emma : halo? (suara lemas)
taehyung : halo? emma? ada apa dengan suaramu? kenapa kamu terdengar lesu sekali? apa kamu sakit? (pertanyaan bertubi-tubi)
emma : ternyata kamu yang menghubungi dari tadi !? (meninggikan suaranya karna kesal)
taehyung : aku sangat mencemaskanmu, karna kamu tidak membalas pesanku dari kemarin, maaf.
taehyung : apa kamu marah padaku?
emma : tentu!
taehyung : maafkan aku.
emma : aku juga minta maaf karna tidak sempat membalas pesanmu, aku terlalu lelah karna terus lembur menyelesaikan pekerjaanku, maafkan aku.
taehyung : tidak apa, aku mengerti, kamu memang sangat sibuk akhir-akhir ini.
emma : apa yang sedang kamu lakukan? kenapa berisik sekali? (terdengar suara banyak orang)
taehyung : aku baru saja selesai latihan, sekarang namjoon hyung sedang berlatih untuk penampilannya.
emma : ah pantas saja (berjalan menuruni tempat tidurnya menuju dapur)
taehyung : kamu tidur lagi saja dan hubungi aku jika sudah bangun, aku cemas sekali jika kamu tidak mengabariku.
emma : aku sudah tidak bisa tidur lagi (meneguk air mineral)
taehyung : lalu apa yang akan kamu lakukan?
emma : emm aku akan terbang ke korea dan memukulmu karna sudah mengganggu tidurku.
taehyung : waah kamu menyeramkan sekali jika sedang marah hahahaha
emma : aku memang menyeramkan huh!
taehyung : tapi saat bertemu, kamu sangat menggemaskan.
emma : apa kamu sungguh ingin aku pukul? hah?
taehyung : maaf maaf hahaha
emma : malam ini aku akan ke korea, bisakah kamu menjemputku?
taehyung : oh? pekerjaanmu sungguh sudah selesai?
emma : belum, tapi sisanya aku akan menyelesaikan di korea.
taehyung : aku akan menjemputmu dibandara nanti, aku tidak sabar ingin memelukmu.
emma : sebelum memelukku, aku akan memukulmu dulu.
taehyung : pukullah jika itu membuatmu senang, aku akan menerima hukumanmu itu hahaha
emma : kamu berhasil memancing amarahku kim taehyung!
taehyung : hahahaha kamu lucu sekali jika marah emma!
Percakapan mereka terus berlanjut sampai akhirnya taehyung harus kembali berlatih dan mereka mematikan panggilan. Sedangkan emma yang sudah bangun sepenuhnya memilih mencuci wajahnya dan pergi berolahraga berlari disekitaran apartemennya. Emma juga membeli beberapa hadiah untuk dibawa ke korea, selain membelikan untuk taehyung, ia juga membeli hadiah untuk member bts lainnya.