Emma Adams

Emma Adams
Mall



19 Oktober 2019, 07:21, Apartemen Tae, Seoul


Taehyung baru terbangun dari tidur pulasnya karna semalam ia begadang bersama emma menonton film. Taehyung melihat ke dalam kamar emma, tapi emma sudah tidak ada didalam kamarnya. Ia terus berjalan mencari emma disetiap sudut apartemennya.


taehyung : emma! emma! kamu dimana!? (berteriak)


emma : aku disini ! (berteriak dari arah dapur)


Taehyung berlari ke arah dapur, ia melihat emma sedang menyiapkan sarapan untuk mereka berdua. Emma terlihat sangat seksi dengan rambutnya yang sedikit basah dan juga memakai kaos oversized milik taehyung dan celana pendek hitam milik emma. Dengan cepat, taehyung memeluk emma dari belakang, ia juga menempelkan dagunya dibahu kanan kekasihnya.


emma : kenapa kamu terus berteriak tadi?


taehyung : aku takut kamu menghilang.


emma : hm, lepaskan tae, aku sulit bergerak jika kamu terus memelukku begini (sebenarnya karna jantungnya terus bergedup cepat)


taehyung : tidak mau, aku ingin terus memelukmu!


emma : walaupun kamu sudah menjadi kekasihku, tapi kamu tidak boleh terus memelukku!


taehyung : kenapa!?


emma : aku bisa terkena serangan jantung jika kamu terus begini tae!


taehyung : wajahmu merah sekali seperti tomat sayang (membalikkan tubuh emma dan memegang kedua pipinya)


emma : a-apa!? sa-sayang? (terbata-bata)


taehyung : eoh, sayang! sayangku (menatap emma dengan senyuman gummy nya)


emma : tidak tidak! tidak boleh! panggil aku emma saja seperti biasa! aku belum siap dipanggil seperti itu tae!


taehyung : tidak mau sayang (memeluk erat)


emma : yaa!! bagaimana jika aku masuk rumah sakit karna benar-benar terkena serangan jantung!? apa kamu tidak khawatir!?


taehyung : aku akan menjagamu dirumah sakit sayang, jangan cemaskan hal itu.


emma : yaa!! aku benar-benar ingin sekali memukulmu sekarang!


taehyung : pukul saja sayang! (melepaskan pelukannya dan langsung mengecup pipi kanan emma)


Kecupan taehyung membuat emma seketika terdiam, ia memegang pipi kanannya dan jantungnya berdetak semakin cepat, ia tidak bisa mengendalikan perasaannya.


taehyung : kenapa kamu diam? katanya mau pukul aku? oh oh oh kamu malu? hahahahaha (terus menggoda)


emma : .. (masih terdiam membeku)


taehyung : apa ini pertama kalinya kamu dicium pria? (menyadari sikap emma)


emma : eoh (menganggukkan kepala)


taehyung : wah aku beruntung sekali (tidak berhenti tersenyum)


emma : mendekatlah!


taehyung : kenapa? (berjalan mendekati emma tanpa rasa curiga)


Tanpa aba-aba, emma langsung memukul dada taehyung dengan sedikit kencang.


Plak plak plakk!


taehyung : aw aw aw sayang maaf maaf hahaha


emma : hm!


taehyung : maaf sayangku (memeluk erat emma)


emma : hmm ayo kita makan dulu, setelah itu aku ingin pergi.


taehyung : pergi kemana?


emma : tentu saja ke mall, aku harus membeli pakaian tae.


taehyung : ah benar juga, aku akan mengantarmu.


emma : apa kamu ingin menggemparkan dunia hari ini?


emma : kalau kamu pergi berdua denganku ke mall, pasti banyak sekali paparazi memotret kita dan kamu pasti taukan apa yang akan terjadi selanjutnya?


taehyung : ah kamu benar, tapi aku tidak ingin berpisah denganmu (memeluk semakin erat)


emma : memangnya kamu tidak bekerja?


taehyung : tidak, aku libur hari ini.


emma : emm kalau begitu kita tidak perlu ke mall.


taehyung : lalu pakaianmu?


emma : kita bawa saja mallnya kesini (tersenyum)


taehyung : apa!?


08:42


Bell apartemen taehyung berbunyi, saat taehyung ingin berjalan membuka pintu, emma menahannya.


"kamu tunggu saja disini, itu pasti mall ku yang datang", kata emma berjalan dengan antusias ke arah pintu.


Taehyung yang masih kebingungan hanya mengikuti perkataan emma untuk tetap berada diruang tv. Tidak lama kemudian tiba-tiba ada beberapa orang masuk dengan membawa banyak sekali tas belanja dengan merk brand yang tentu saja ternama (brand milik perusahaan emma).


"semuanya taruh saja disini ya", kata emma pada beberapa pegawai yang datang membawakan banyak sekali tas belanjannya.


taehyung : kamu sungguh membawa mall kesini? (kagum)


emma : .. (menganggukkan kepala sambil tersenyum)


"kalian sudah menandatangi perjanjian bukan? saya harap kalian tidak melanggarnya", kata emma dengan tegas.


"sudah nona, kami pasti tidak akan melanggarnya", kata salah satu pegawai disana.


Setelah semua orang keluar dari sana, emma mengecek semua tas belanjanya.


taehyung : perjanjian apa yang kamu katakan pada mereka tadi? (membantu emma membuka semua belanjaannya)


emma : ah itu, akukan disini bersamamu, aku tidak ingin mereka membocorkan hal itu, mereka juga sudah aku berikan kompensasi untuk menutup rahasia ini.


taehyung : kamu detail sekali sayang (mengusap lembut rambut kekasihnya)


emma : akukan CEO, hal kecil seperti itu pasti mudah untuk dilakukan (bangga)


taehyung : tapi CEO hebat ini, tidak mudah mengatasi rasa malunya saat bersama kekasihnya.


emma : apa kamu ingin aku pukul lagi?


taehyung : tidak tidak sayang, sakit sekali pukulanmu.


emma : hm!


taehyung : hari ini kita dirumah saja ya, aku ingin terus dekat denganmu sayang (merangkul lengan emma dengan erat)


emma : bagaimana kalau kita main game? aku tau kamu punya game yang bagus kan? aku pernah diceritakan oleh ji-eun dulu!


taehyung : play stasion maksudmu?


emma : eoh benar! aku jago sekali loh main itu!


taehyung : tapi sepertinya aku lebih jago darimu!


emma : kita lihat saja nanti (tersenyum percaya diri)


Akhirnya mereka bermain game bersama selama beberapa jam, taehyung terus kalah, bukan karna ia sengaja mengalah tapi memang emma bermain lebih hebat darinya.


"sayang! apa kamu sudah berlatih ini sebelumnya?", kata taehyung yang kesal terus kalah.


"sebenarnya aku sudah menyelesaikan game ini hahahaha", kata emma dengan terus tertawa melihat taehyung yang terlihat kesal.


"aaah jadi kamu mengerjaiku", kata taehyung yang langsung mendekati emma.


"aku tidak bermaksud kok, hanya saja melihatmu kalah, lucu sekali", kata emma dengan wajah yang terus menggoda taehyung.


"rasakan ini sayang", kata taehyung yang langsung menggelitiki pinggang emma.