
02 November 2019, 08:34, Apartemen Tae, Seoul
Taehyung terbangun dari tidurnya, kepalanya terasa sangat sakit karna ia minum terlalu banyak alkohol tadi malam. Ia sangat bingung kenapa ia bisa berada didalam apartemennya.
"kenapa aku ada disini? apa manager yang membawaku pulang? aahh sakit sekali kepalaku", gumaman taehyung sambil terus memegang kepalanya.
Setelah beberapa saat mengatasi sakit dikepalanya, ia teringat dengan kekasihnya. Taehyung berlari mencari emma ke dalam kamar kekasihnya itu, tapi ia tidak menemukan kekasihnya. Kemudian ia mencari-cari ponselnya, tapi ia juga tidak menemukan keberadaan ponselnya. Ia sangat panik setengah mati, ia takut sekali terjadi sesuatu pada kekasihnya. Saat ia berjalan ke arah meja makan, ia menemukan secarik kertas yang diselipkan dibawah mangkuk sup pengar.
"aku pergi sebentar keluar, aku akan kembali dengan cepat. Makanlah supnya. Emma"
Taehyung menghela nafas lega, setidaknya emma meninggalkan pesan untuknya dan kekasihnya itu mengatakan akan kembali. Ia segera mandi dan berganti pakaian, kemudian memakan sup pengar buatan emma.
09:28
Emma kembali dengan membawa 1 koper besar. Taehyung segera berjalan mendekati emma.
taehyung : sayang, kenapa kamu membawa koper?
emma : ah aku akan pindah dari sini, aku sudah membeli sebuah apartemen.
taehyung : pindah? apa maksudmu?
emma : aku tidak bisa terus tinggal disini.
taehyung : kenapa?
emma : aku sudah tidak nyaman berada disini.
taehyung : apa maksudmu?
Emma tidak menghiraukan pertanyaan kekasihnya, ia berjalan meninggalkan taehyung dan masuk ke dalam kamarnya dan mulai memasukkan semua pakaian dan barang-barangnya ke dalam koper besar yang baru saja ia beli.
taehyung : sayang, apa maksudmu? kenapa kamu tidak nyaman berada disini? jelaskan padaku (memegang kedua tangan emma dengan erat sambil terus menatapnya)
emma : bukankah seharusnya kamu sudah tau alasannya?
taehyung : apa maksudmu? aku tidak tau apapun alasanmu?
emma : .. (terdiam menatap taehyung)
taehyung : apa kamu memiliki pria lain?
emma : apa? apa maksudmu?
taehyung : lalu apa alasanmu?
emma : kamu menuduhku selingkuh?
taehyung : tidak, aku hanya bertanya.
emma : apa kamu pikir aku wanita yang seperti itu? tega sekali kamu mengatakan hal itu setelah apa yang sudah kamu lakukan padaku kemarin!
taehyung : aku melakukan apa!? jelaskan padaku! aku tidak mengingat apapun yang terjadi kemarin!
emma : kamu ingin aku menjelaskannya!?
taehyung : eoh jelaskan padaku! apa yang aku lakukan hingga membuatmu tidak nyaman!?
emma : kamu mematikan ponselmu sejak sore hari, kamu tidak memberiku kabar hingga malam, aku memasak makan malam spesial untuk kita, aku terus menunggumu hingga aku kelaparan, tapi saat kamu pulang- (menahan air matanya)
emma : kamu pulang bersama wanita lain, kalian bahkan saling merangkul dan pakaianmu.. ada noda lipstik wanita itu (terjatuh ke lantai dan menangis sejadi-jadinya)
Dengan cepat taehyung memeluk erat kekasihnya, ia benar-benar tidak tau jika ia sudah sangat menyakiti emma. Setelah beberapa saat emma kembali tenang didekapan taehyung.
taehyung : maafkan aku sudah menyakitimu sayang, tapi aku bisa pastikan aku tidak melakukan hal apapun.
emma : bagaimana kamu bisa memastikan tidak ada apapun jika kamu saja tidak mengingat apa yang terjadi? (masih sesegukan)
taehyung : kemarin setelah shooting aku tidak memegang ponselku karna berada di managers shin, lalu semua member bts dan seluruh staff mengadakan makan malam bersama karna project kami sukses, aku memang minum terlalu banyak karna sejujurnya aku sangat cemburu padamu kemarin.
emma : cemburu?
taehyung : aku mendengar suara pria sebelum kamu menutup telpku, aku benar-benar tidak bisa mengendalikan perasaan cemburuku hingga aku kehilangan kontrol minum.
emma : lalu?
taehyung : lalu aku hanya ingat kalau aku meminta manager shin mengantarkanku pulang karna kepalaku sudah sakit sekali.
emma : tapi wanita itu mengatakan kamu yang memintanya mengantarkanmu pulang, bahkan kancing bajunya sudah terlepas dan terlihat sekali dada besarnya semalam (kembali meneteskan air mata mengingat yang ia lihat semalam)
taehyung : siapa wanita yang kamu maksud itu?
emma : yura, staff yang suka padamu (semakin menangis)
taehyung : sialan, wanita itu pasti sengaja melakukannya! aku akan pergi sekarang menemuinya! (beranjak pergi)
emma : jangan pergi, aku tidak ingin kamu pergi (menahan lengan taehyung sambil menatapnya dengan mata yang bengkak karna menangis terlalu banyak)
taehyung : baiklah, aku tidak pergi sekarang, tapi nanti (memeluk erat emma)
emma : tidak, jangan menemuinya lagi, tidak boleh!
taehyung : lalu bagaimana aku bisa membuktikan padamu kalau aku tidak melakukan apapun dengannya sayang?
emma : POKOKNYA KAMU TIDAK BOLEH BERTEMU DENGANNYA LAGI ! TIDAK BOLEH ! (berteriak dengan air matanya yang kembali keluar)
taehyung : iya iya sayang, aku tidak akan menemuinya lagi, maafkan aku, maafkan aku (mengecup setiap rinci wajah kekasihnya)
emma : aku tidak mau tidur diapartemen ini lagi, aku akan pindah ke apartemen baruku, aku tidak suka berada disini, dia sudah menginjakkan kakinya disini, aku tidak suka, aku ingin pindah dari sini (merengek sambil menangis)
taehyung : aku juga akan mengemas semua barang-barangku.
emma : kenapa?
taehyung : aku tidak suka berada disini jika tidak bersamamu, aku akan pindah kemanapun kekasihku berada, aku akan terus menempel dengan kekasihku, aku tidak mau kehilanganmu, aku tidak mau membiarkanmu jauh-jauh dariku, aku juga sudah tidak suka apartemen ini karna kekasihku juga sudah tidak menyukainya.
emma : eoh! tinggallah bersamaku! aku juga ingin terus bersamamu (memeluk erat taehyung sambil terus menangis)
taehyung : berhentilah menangis sayangku, aku tidak bisa melihatmu menangis, hatiku terasa sakit sekali.
emma : aku tidak bisa menghentikannya, aku terlalu lama menangis sejak semalam, aku bahkan tidak bisa tidur karna air mataku terus keluar (sesegukan berusaha menghentikan air matanya)
taehyung : kamu menggemaskan sekali sayang (mencium bib*r emma dengan lembut)
Mereka berciuman dengan lama dan ciuman itu sukses membuat air mata emma berhenti. Setelah berciuman, merekapun terus berpelukan, mereka tidak ingin melepaskan pelukannya.