
BRAKK.!!
"Cewek miskin kayak lo, berani banget deketin Devan, lo pikir lo siapa sialan.!! gak usah sok kecakepan di depan Devan, dia itu milik gue, ngerti lo.!!" teriak Risa tepat di depan wajah Aya
"ahk.! — s-sakit.." Risa melepas tarikannya pada rambut Aya terus ambil ember yang berisikan makanan basi yang di bawa Yuna dari kantin
"Rasain lo, makanya jadi Cewek gak usah kecentilan, seharusnya lo sadar, derajat lo sama Devan itu jauhnya minta ampun, langit dan bumi aja masih kurang buat menggambarkan kalian berdua, lo dengar baik baik. kalau sampe gue liat lo deketin Devan lagi, lo .—" Risa mendorong dahi Aya menggunakan jari telunjuknya
bakal dapat yang lebih dari pada ini." Setelahnya Risa bangkit terus ambil embernya dan tumpahin isinya di atas kepala Aya
Ketiganya tertawa lepas, bahagia lihat gimana kacaunya penampilan Aya, gak ada rasa kasihan sama sekali, sebaliknya mereka bilang itu membuat Aya jadi terlihat sangat cantik.
Sedangkan Aya gak bisa berbuat apa apa, dia pasrah aja di perlakukan kayak gitu karena melawan pun percuma, Risa itu Cewek yang paling di segani di Cendana, Guru aja gak berani sama dia karena dia anak dari salah satu Donatur tetap di SMA Cendana dan orang tuanya merupakan penyumbang yang paling banyak
"Ayo, muak gue liat si sampah ini" ujar Risa kemudian pergi tapi sebelum itu Dia tendang ember nya ke arah Aya yang gak bisa berbuat apa apa selain diam di tempatnya, bahkan sampai Risa dan teman temannya pergi
^^^Ceklek.^^^
Bunyi pintu di kunci terdengar.
Air mata yang sedari tadi Aya tahan akhirnya tumpah membasahi pipinya, kedua tangannya mengepal kuat, ada perasaan marah di dalam hatinya tapi gak bisa di luapkan, bukan gak bisa tapi lebih kek sadar diri kalau dia itu bukan siapa siapa, melawan pun gak akan berguna
Yang teraniaya bakal kalah sama yang punya uang juga kuasa, Aya masih mau tamatin Sekolahnya sampai selesai, dia gak mau berhenti di tengah jalan cuma karena ini, dia mau mendapatkan kehidupan yang lebih baik dari pada ini. lagi pula hanya tinggal satu tahun setelahnya dia bisa hidup dengan tenang tanpa gangguan dari Risa dan teman temannya
Dengan bantuan berpegangan pada dinding Toilet, Aya mencoba bangkit namun berulang kali terjatuh karena kakinya yang sakit gak kuat menahan beban tubuhnya, gimana engga, Daniel injak kakinya kuat banget mana di tekan, bekas tapak sepatunya pun ada di betisnya
Aya mengambil ponselnya yang ada di saku Jas Almamater yang dia kenakan, mencari nama Devan untuk di hubungi dengan niat meminta bantuan, Aya gak tau harus minta bantuan sama siapa lagi karena cuma Devan dan teman temannya yang dia kenal selebihnya asing
Berapa menit di tunggu gak ada tanda kalau teleponnya bakal di angkat, tiba tiba perut bagian bawahnya, sebelah kiri terasa begitu sakit, ponsel yang ada ditangannya jatuh karena reflek langsung remas perutnya
"ahk.—ssstt, kenapa harus sekarang sih sakitnya, kenapa gak di rumah.— ahk. " Kedua mata Aya memejam menahan rasa sakit yang kian terasa
Gak ada pilihan lain, dia cari pertolongan kalau gak mau mati di sini
brakk..! brakk..!
"Tolong.!! siapapun di luar, tolong.!"
brakk..! brakk..!
"Sialan emang si Haris, bisa bisanya gue di tinggalin, awas aja nanti gue.—" Justin menghentikan langkahnya di depan Toilet Perempuan, salah fokus dia sama alat kebersihan di depan Pintu
"Sejak kapan ada itu di sana?" ujar Justin, ada tempelan kertas juga bertuliskan Toilet Rusak
"Rusak apanya, ngaco banget ini yang masang, kerjaan orang gak bener pasti, Toilet Cendana rusak sama dengan minta di Demo, gila aja bayar Sekolah mahal mahal urusan Toilet aja gak becus" Justin ambil tuh alat pembersih lantai terus lempar sembarang arah, kertasnya gak lupa dia sobek
"Kok gue merinding ya.." ujar Justin liat sekitar sambil usap tengkuknya
"Cendana ngada ngada, mahal mahal masa bangunan tua, dahlah mending gue.—"
"t-tolong.." Terdengar suara rintihan yang sangat kecil tapi jelas dari dalam Toilet
Sekujur tubuh Justin menegang
"s-siapapun, t-tolong.."
"Tapi, mana ada setan minta tolong dua kali, satu kali aja sok jual mahal gak nampakin diri, orang beneran kali ya, apa harus gue cek eh tapi nanti gue di kira mau berbuat yang engga engga lagi tapi gimana kalau itu orang beneran yang butuh pertolongan, sialan. kelamaan, terobos aja lah urusan itu mah belakangan.—eh di kunci"
brakk..! brakk..!
"ada orang di dalam? kalau iya ngejauh dari Pintu coba, mau gue dobrak Pintunya" Gak ada jawaban dari dalam, Justin jadi takut tapi sisi kemanusiaannya jauh lebih gede
Kalau sampe itu orang beneran, sakit dan minta pertolongan tapi malah dia tinggalin nanti kalau mati di gentayangin lagi, sumpah Justin gak mau, cukup sama Ibunya sja dia di gentayangin suruh kerjain PR jangan main mulu, itu aja udah bikin pusing. jangan lagi di tambah Setan
BRAKK.!! BRAKK.!!
"Besi apa baja sih ini, kuat amat. yang di dalam jauh jauh tapi dari Pintu.! mau gue dobrak nih.!!"
*BRAKK.!! BRAKK.!!
BRAKK.!! BRAKK*.!!
Tendangan ke empat membuahkan hasil, Pintunya terbuka, Justin masuk ke dalam dan liat Cewek tergeletak gak sadarkan diri dengan beberapa luka di bagian tubuhnya, Gadis itu tidak lain adalah Aya, Cewek yang di kenalnya setelah Justin menyingkirkan rambut yang menutupi wajahnya
"AYA.!! EH LO KENAPA?! AYA, BUKA MATA LO, SIALAN, BAJINGAN SIAPA YANG BERANI BIKIN LO KAYAK GINI, AYA.!!" Gak ada respon dari Aya bikin Justin jadi tambah panik, gak pake babibu dia langsung telepon Haris
"Awas aja lo Ris kalau gak di angkat, gue tarik rambut lo sampe rontok"
*pipp
"iya halo, kenapa tin. tenang aja ini makanan lo gak gue makan, buruan lo lama amat sih*"
"Jangan banyak tanya, ke Toilet cepetan. gue tunggu gak pake lama.!"
"si anjir waras lo bicara begitu, gue normal ya sialan, gak usah.—"
"Berengsek.!! buruan kesini setan!!"
"*Buset, kalem bos. iya iya ini gue on the way. tunggu sebentar, gue jalan pake kaki bukan terbang, kenapa.—"
tututt*~~
Pusing kepalanya dengar Haris banyak omong melebihi Ibu Ibu yang nawar Harga sayuran di pasar
"liat aja, bakal gue hajar orangnya kalau sampe ketemu, beraninya mereka, ini si Haris lama amat sih tuh anak, lagi darurat juga lelet banget masih cepetan juga kura kura ini mah"
"JUSTIN.!!"
"TOILET CEWEK SINI!!"
Haris langsung samperin ke asal suara dan kaget dia pas masuk ke dalam, liat Justin lagi pangku kepala Aya yang gak sadarkan diri
"HEH.! INI ANAK ORANG LO APAIN?!"