Edelweis Love Doyoung TREASURE

Edelweis Love Doyoung TREASURE
•14



tokk..


tokk..


Aya yang lagi sibuk bikin adonan kue, mendengar suara pintu diketuk langsung melepas apron dan berlari ke arah pintu untuk membukanya


clek.


grep.


"astaga Justin, untung aku gak jatuh, kamu kenapa, kok tiba tiba kayak gini, wajah kamu juga kenapa bisa.—"


"shutt, diem dulu. aku lagi butuh pelukan" Aya mendesah berat, Justin kalau lagi mode manja emang kayak anak kecil, selama berapa menit terus seperti itu, sampai akhirnya Justin melepaskan pelukan, Aya bernafas lega, bukan apa apa, pegal kakinya berdiri lama lama


"aku gak bakalan marah, Tapi. jelasin kenapa wajah kamu bisa jelek kayak gini" cetus Aya


"Jelek apa sih Ay, ganteng begini kok jelek, bukannya aku makin keren ya kalau ada luka di wajah gini. jadi kayak cowok cowok fiksi idaman Cewek Cewek, iya kan?"


"oh gitu, kamu maunya jadi idaman Cewek Cewek, ok. Keluar dari Rumah ku" tutur Aya


"eh! gak gitu maksudnya, iya iya bercanda. tega banget kesayangannya di usir, obatin dulu dong ini lukanya sayang.." Aya memutar mata malas lalu pergi tak lama kembali lagi dengan membawa kotak obat ditangannya


ia menarik Justin untuk duduk lalu mulai mengobati luka diwajahnya dengan telaten, Justin tak mengalihkan pandangannya dari wajah Aya, gak salah saingannya banyak, Ceweknya aja sempurna begini


"Ay.."


"hm, kenapa?"


"Nikah yuk"


plak


"aduhhh Ay, kok dipukul sih, sakit ini!"


"ya lagian itu mulutnya kalau ngomong, udah punya apa emang kamu buat nikahin aku, uang aja masih minta orang tua, gaya kamu" celetuk Aya


"Cewek gue kalau ngomong no filter anjir"


"udah kan, sana pulang" Aya yang hendak pergi ditarik tangannya sama Justin dan berakhir duduk dipangkuan lelaki itu


Tangan Justin bergerak memeluk tubuh Aya dari belakang lalu meletakan kepala dibahunya


"Sayangnya aku lagi apa, hm?"


"Bikin kue, mau?"


cup.


"Selama makanan itu tangan kamu yang bikin, gak bakalan nolak aku" ujar Justin


Rona kemerahan muncul dipipi Aya karena Justin mencium pipinya


"Mukanya merah, malu ya?"


"ihhhh nyebelin kamu, dah awas sana aku mau lanjut bikin kue lagi" Aya yang mau pergi gak dikasih sama Justin


"Justin lepasin, aku mau bikin kue." rengek Aya


"astaga! Justin! Kamu ngapain?!" Aya terkejut ketika Justin merubah posisi mereka menjadi tiduran di sofa dengan Aya berada di bawah dan Justin diatasnya


"Jangan gila kamu! minggir!"


"Gak mau"


"Justin.."


"engga sayang.."


"Macam macam awas ya"


"pengen emang di macem macemin sama aku?"


"Ya tuhan! gak gitu maksudnya"


"Terus apa, hm?" Aya gak bisa nahan kegugupannya ketika Justin mendekatkan wajahnya ke arahnya


...***...


"Babe.." rengek Justin, Aya tersenyum tipis


"oh, nakal ya, awas aja aku balas" Aya melepaskan pelukan Justin dan mundur menjauhi lelaki itu


"kesini sayang, siapa yang suruh kamu pergi, enak aja, aku gak mau kotor sendiri"


"Aku udah kotor Justin, tuh liat"


"engga, engga, itu belum kotor"


"Justin..."


"No babe."


Aya memikirkan cara agar bisa lolos dari Justin, ayolah, ukuran dapurnya sangat kecil, meski susah tapi apa salahnya di coba


"Aaaa!! Justin, lepasin ihhh.."


"engga, enak aja kamu udah bikin aku kotor terus mau pergi gitu aja, gak bisa. kamu juga harus kayak aku, nah,,gini kan cantik" Aya mencebikan bibirnya kesal


Memang sig Justin memberikannya gak sebanyak dia mengoleskan pada wajah Justin tapi tatap saja kotor


"ututu,,kenapa sih, kesayangan aku cemberut, nanti cantiknya hilang loh"


"gak tahu, marah sama kamu, sana ah!"


"eh sayang, kok marah" Aya tak menggubris ucapan Justin dan kembali melanjutkan membuat adonan, sementara Justin di buat pusing, cewek kalau udah marah, bakal lama di bujuknya


"Sayang..." rengek Justin


"ck, diam..sana jauh jauh"


"engga, engga, aku bercanda doang loh, kok kamu marah beneran sih, aku aja gak marah" Aya menatap Justin dengan tatapan sinis


"salah lagi gue.." batin Justin


Dan selama itu Justin harus tahan gak bicara sama Aya sampai adonannya matang, kuenya udah jadi dan tinggal makan doang tapi Aya masih diemin dia, gak ajak bicara sama sekali, cewek emang kalau marah bukan main


gak lagi deh Justin jahil sama Aya setelah ini, tiba tiba Aya memberikan sepiring kue yang sudah matang pada Justin, jelas Justin langsung berbinar matanya tapi kembali cemberut pas di todong garpu sama Aya


"gak usah kepedean, makan."


"galak banget sih, heran gue"


"bicara apa kamu?"


"engga, engga, gak ngomong apa apa"


"di kira aku gak punya kuping kali ya"


"Terserah Ay, iya iya aku salah, iya, udah ya marahnya cantik, gak bisa aku tuh di giniin"


"Kenapa jadi drama banget sih"


"sabar Justin, sabar. emang cewek begitu, maunya di ngertiin tapi gak mau ngertiin balik" batin Justin


"Sini, lihat aku.." ujar Aya


gak tahu sejak kapan itu kotak P3K ada disana, kapan ambilnya coba


"Maaf ya, baru di obatin"


Karena terlalu asik Aya sampai lupa mau obatin muka Justin yang luka, dia mau tanya lagi sebenernya mukanya kenapa tapi kayaknya gak usah dari pada Justin bad mood


"Ay.."


"hm, malam ini,,aku nginep di Rumah kamu boleh gak?"


"Tidur di sofa"


"gak rela tapi gak apa apa"


"Terserah"