
"Guru mu sepertinya bijak, ya". Memuji. "I.. iya bisa dikatakan begitu". Mereka mulai melanjutkan perjalanan ke daerah utara tak jauh dari tempat mereka berada sekarang. "Kita kapan sampai ke sana". Sudah lelah. "Kalau lelah kita bisa beristirahat 2 menit".
"Tidak usah aku hanya kehausan saja". Masih bisa berdiri. "Baiklah kalau gitu didepan sana ada desa gimana kalau kita ke desa itu untuk istirahat semalam?". Menyarankan. "Baiklah". Berjalan ke desa. Keadaan di desa saat sore sangat sepi dan hanya ada orang dewasa saja.
"Kenapa aku tidak melihat anak-anak di desa ini bukanya belum malam juga?". Bingung. "Ayo kita tanya kepada pedagang kelontong itu". Pergi menanyakan. "Permisi bibi ada apa dengan desa ini kenapa sama sekali tidak ada anak kecil berkeliaran?". Bertanya.
"Iya bibi bukannya belum malam tapi kenapa sepi begini?". Bingung. "Maaf kalian siapa kenapa bisa datang ke tempat kami?". Bertanya. "Aku seorang pemburu iblis dan ini rekanku dia juga pemburu iblis". Memperkenalkan diri. "Se... seorang pemburu... iblis?!".
"Kenapa bibi terkejut seperti itu?". Bingung. "Tidak.. tidak bibi hanya memperingatkan mu saja untuk nanti, kalian lebih baik pergi dari desa ini!". Mengusir. "Ah.. kenapa bibi apa yang terjadi dengan desa ini?". Bingung. "Tidak itu bukan urusan kalian!".
"Bibi setidaknya beritahu kami apa yang terjadi, barang kali kami bisa membantu anda". Memaksa. "Sudahlah xiao kita tidak perlu memaksanya mungkin ini masalah desa ini kita tidak perlu ikut campur". Pergi. "Bibi apa kami boleh menginap di rumah anda?".
"Boleh saja tapi ingat kalian kalau malam tidak boleh keluar!". Melarang. 'Kenapa bibi melarang kami keluar?'. Penasaran. "Baik bibi kami tidak akan keluar". Lalu aku dan xiao menginap di rumah bibi untuk semalam. "Aku heran kenapa sepertinya ada yang bibi sembunyikan". Penasaran. "Kau ini seperti biksu brahma saja".
"Apa yang kau lakukan jangan buka pintu!". Menghalangi. "Kami ingin memeriksa apa yang terjadi bibi dan paman". Xiao pun mencegah bibi dan paman menghalangi nishimiya membuka pintu. "Tidak ada apa-apa". Melihat kanan dan kiri. "NISHIMIYA BELAKANG MU!". Tiba-tiba ada iblis menyerang.
'Untung aku menghindar dengan sempurna'. Menghindar. "Xiao kau lindungilah bibi dan paman, aku akan melawan iblis ini". Mengeluarkan pedang. "Baik!". Menutup pintu. "Iblis akulah lawan mu!". Marah. Iblis itu terus menyerang nishimiya dengan lendir beracun nya yang bisa meleleh kan manusia.
"Jadi serangan mu itu lendir beracun ya, aku sudah mempelajari banyak serangan menghindar dari iblis yang memiliki jutsu ini". Ingin membunuh iblis. "Jutsu cahaya dewa surgawi... ". Melompat tinggi ke udara dan menebas iblis itu sekali tebasan. "Heh... akhirnya mati". Menutup pedang.
"Apa sudah selesai nishimiya?!". Bertanya. "Bukalah pintu itu iblis nya sudah mati. "Anak ini padahal masih muda tapi bisa membunuh iblis seperti ini". Terkejut. "Sudah kami katakan bibi kami ini seorang pemburu iblis makanya dapat membunuh iblis ini".
"Tapi kemarin ada pemburu iblis yang datang tapi orangnya telah dimakan oleh iblis karena kalah". Memberitahu. "Nishimiya mungkin pemburu iblis itu masih pemula dan berlagak sombong". Asal tebak. "Mungkin dugaan mu benar dia pemburu iblis pemula".