
"Nishimiya apa yang kau lakukan?". Bertanya. "Ini cara membuat api unggun". Menggesek-gesek ranting. "Berapa lama kita menunggu apinya?". Bertanya. "Entahlah mungkin tidak akan muncul".
"Oh.. astaga". Berjalan. "Kau mau kemana?". Bertanya. "Ke desa itu lah memang kau tidak ingin mengabari warga desa bahwa iblis totor telah di bunuh?". Mereka pun telah sampai di desa pagi hari. "Sudah pagi". Melihat langit. "Ayo ke balai desa".
"Warga desa sekalian aku pemburu iblis nishimiya shoka dan juga temanku xiao lim sudah membunuh iblis yang telah menghancurkan desa kalian". Memberitahu. "Benarkah itu anak muda?!". Terkejut. "Tentu saja aku tidak akan pernah berbohong kepada kalian".
" Terimakasih anak muda, terimakasih banyak!". Bersorak. "Xiao saatnya kita melanjutkan perjalanan kita". Pergi dari desa. "Nak kau tidak mau tinggal sehari disini? kami akan meyambut mu dengan baik". Bertanya. "Maaf paman dan bibi kami memiliki tugas sendiri jadi tidak bisa di undur jauh lagi".
"Terimakasih paman dan bibi atas sambutan kalian tetapi aku dan nishimiya masih memiliki tugas lain". Melanjutkan perjalanan. "Nishimiya kapan kita sampai ke pegunungan tinggi itu?". Bingung. "Mungkin beberapa hari lagi, maklum saja kan daratan tinggi kan sangat jauh dan curam".
"Tidak akan sampai-sampai kalau begini". Memanggil sesuatu. 'Apa yang dia lakukan?'. Memanggil phoenix. "Wah... cantik sekali phoenix mu itu". Kagum. "Ayo cepat naik, kita akan sampai lebih cepat dengan naik ini". Menyuruh naik. ".... ". Gugup.
Mereka pun sampai di daratan tinggi hanya 5 jam saja. "Astaga hewan mu cepat sekali kecepatannya melebihi cepatnya kereta cepat jepang!". Kagum. "Hah.. kau ini ngomong apa?". Bingung. "Lupakan saja omongan ku tadi". Malu. "Ayo kita temui petapa suci itu".
"Nishimiya kau merasakan seperti di awasi dari tadi?". Waspada. "Firasat mu cepat juga xiao". Waspada. "Xiao santai saja jangan tegang begitu kau bisa membuat mereka menyerang secara tiba-tiba". Berbisik. "Baiklah". Santai. 'Perasaan ini!'. Dejavu. "Nishimiya?".
"Siapa kau!". Waspada. "Aku petapa suci namaku petapa suci". Muncul. "Gak jelas". Bingung. "Petapa suci bagaimana cara menyadarkan temanku?!". Bertanya. "Dia tidak usah disadarkan, karena dia bisa sadar sendiri".
".... ". Ragu-ragu. Sementara itu di alam bawah sadar nishimiya...
" ***Aku dimana ini bukannya tadi di kuil?". Melihat tempat. "Halo lagi nishimiya murid ku yang paling pintar". Menyapa. " Gu... guru!". Terkejut. "Kau baik-baik saja guru?!". Khawatir. " Aku baik-baik saja murid bodoh". Menyentuh kepala nishimiya.
"Guru... guru... guru... aku kangen guru.. ". Menangis. " Sudah jangan menangis". Mengusap air mata nishimiya. "Nishimiya kau harus sadar dari tidur mu ini... sadarlah murid ku yang bodoh kita akan bertemu lagi... sampai jumpa". Menghilang. " GURU***!.... ".
"GURU!.... ". Sadar dari tidurnya. "Kau kenapa nishimiya?". Bingung. 'Tadi aku hanya bermimpi saja?'. Menyentuh wajah xiao. "Apa yang kau lakukan?!". Kesal. "Tidak kok tidak apa-apa hanya saja aku khawatir kalau ini mimpi".
"Sudahlah ayo kita temui petapa suci itu". Menemui petapa suci. "Kau sudah sadar nishimiya shoka?". Bertapa. "Maaf tapi aku tidur berapa hari kalau boleh tau?". Bertanya. "50 tahun lamanya". Memberitahu. "HAH? 50 TAHUN?!". Terkejut. "Kenapa, kenapa kau terkejut begitu nishimiya?". Bingung.