
Angin mulai berhembus di sepanjang perjalanan udara mulai dingin aku bisa merasakan dinginnya angin malam waktu itu. 'Semoga kau baik-baik saja hinata'. Aku pun berlari dengan sangat cepat agar jejaknya tidak hilang. "Kenapa ada tanda peringatan di sini?".
Saat aku mencoba masuk biksu brahma mencegahku. "JANGAN MASUK KE DALAM NISHIMIYA!". Mencegah. "Ada apa biksu, kenapa aku tidak boleh ke sana?". Bingung. "Tidak bisa nak itu tempat dimana iblis berkuasa kita tidak perlu masuk ke sana". Melarang.
"Tapi biksu para iblis membawa temenku aku harus menyelamatkan nya!". Memberontak. "NISHIMIYA AKU TIDAK MAU KEJADIAN DULU TERULANG LAGI!". Membentak. "Hah? apa kejadian apa?". Bingung. "Sebenarnya dulu aku memiliki seorang murid yang baik". Mulai bercerita.
"Tapi murid tidak sengaja masuk ke dalam daerah terkutuk itu karena mencoba menyelamatkan seorang wanita". Sedih. 'Ternyata biksu mempunyai trauma seperti itu'. Sedih. "Lalu apa yang terjadi biksu kepada murid anda?". Penasaran. "Entahlah mungkin dia sudah... ". Menangis.
"Biksu apa aku harus merelakan hinata?". Bertanya. "Nak carinya hinata di tempat lain tapi jangan di hutan itu". Memohon. "Baik biksu terimakasih atas nasehatnya tadi". Pergi mencari hinata.
Aku sudah dua bulan mencari hinata tapi tidak kunjung ketemu dan aku mencoba mencarinya di kota dan di desa. "Lelahnya". Bersandar di pohon. "Kenapa hari ini cuacanya panas". Capek. "Halo perlu bantuan ku nona cantik". Seorang pria memamerkan ketampanannya.
"Eh... kau ini kenapa?". Bingung. "Nona yang cantik dan kecil ini siapa namamu?". Bertanya. "Tuan apa kau tidak punya tata krama kepada orang lain?". Kesal. "Aku hanya bertanya saja". Menggoda. "Nama tidak penting yang penting itu bagaimana kau bisa mengikuti ku".
Aku mengulurkan pedang di depannya dan dia memasang ekspresi biasa saja. "Nona kau ini nakal sekali". Mengeluarkan pedang juga. "Kau ingin bertarung denganku?". Posisi siap. "Tentu saja". Setelah itu kami tidak jadi bertarung.
"Apakah anda benar nishimiya shoka?". Bertanya. "Ya.. iya aku nishimiya shoka". Mempertahankan diri. "Aku akan menemanimu bertualang mencari hinata mulai sekarang". Ekspresi nishimiya pun terkejut. "Apa?! siapa yang menyuruhmu!". Kesal. "Biksu brahma".
"Hais.. sudahlah dari pada kesepian tidak ada temen baik kau diterima". Nishimiya dan orang tadi melanjutkan perjalanan. "Siapa namamu?". Bertanya. "Aku tidak punya nama dari dulu aku anak yatim yang kemudian di asuh biksu brahma". Menceritakan.
'Nasibnya malang sekali'. Sedih. "Sudahlah jangan ceritakan kisah membosankan mu itu". Aku di temani dia melanjutkan perjalanan ku mencari hinata. "Siapa namamu, dari tadi kau belum memperkenalkan diri". Bertanya. "Biksu brahma tidak bilang kepadamu?".
"Apa dia pernah bilang kau akan menemaniku?". Bingung. "Haduh kukira pikunnya sudah hilang, namaku itu xiao lim panggil saja xiao". Memberitahu namanya. "Namamu terlihat asing". Baru tau nama seperti itu. "Hah? bukan urusanmu kan". Kesal.
"Lalu kita akan mencari hinata temanmu itu dimana?". Bertanya. "Daratan tinggi pegunungan utara di sana aku bisa menanyakan kepada petapa suci dimana temanku". Memberitahu. "Apa hubungannya petapa dengan temanmu?". Bingung.
"Dulu sekali guru ku pernah bilang, " Bila kau kelihatan orang di ambil iblis atau semacamnya tanyakan saja kepada petapa di daratan tinggi dia tau segala hal dengan melihat cermin ajaibnya". "Guru memang ada seseorang yang mau berteman denganku?". Bertanya. " Pasti ada suatu hari nanti". Hmm... ". Sedih.