Demon Sword

Demon Sword
EPISODE 07:MENCARI HINATA.



"Nishimiya apa kau menemukannya?". Datang ke tempat itu dengan membawa warga. "Putri ku kaguya!". Memeluk anak kecil itu. "Terimakasih banyak kau telah menyelamatkan putri kami". Berterimakasih.


"Huhh..lain kali jangan pernah memukul anak kecil!". Pergi begitu saja. "a.. ayah kenapa ramai sekali?". Sadar. "Kaguya kau masih hidup?!". Senang. "Nishimiya apa kita harus meninggalkan desa itu?". Bertanya. "Lalu apa lagi kau ingin menetap di sini?".


"Tidak juga, lalu perjalanan kita selanjutnya dimana?". Penasaran. "Kita akan ke kuil dewa yang ada di selatan". Hinata langsung terkejut mendengar hal itu. "A.. apa kita akan ke kuil dewa yang ada di selatan?!". Tekejut. "Ada apa?". Bingung. "Tidak". Gugup.


'Jadi ingat kata-kata terakhir guru'. Mengingat. "Sebelum kau pergi aku punya satu permintaan untuk mu". Memberikan kertas. "Kertas apa ini guru?". Bingung. "Berikan kertas itu kepada penjaga kuil dewa selatan, saat kau berpetualang".


Setelah berbulan-bulan aku mendaki gunung dan melewati lembah akhirnya aku dan hinata sampai juga di kuil dewa selatan. "Ini kuil nya, besar sekali". Kagum. "Waspadalah kita tidak tau bahaya apa yang sedang mengintai kita!". Berjaga-jaga.


"Nishimiya apa tujuan kita ke kuil dewa selatan ini?". Bingung. "Aku di perintah oleh guru ku untuk memberikan selembar kertas ini kepada orang di sana". Mengeluarkan kertas. "Ayo kita masuk, dan berhati-hati lah". Saat masuk aku sudah merasakan hawanya.


Hawanya sangat mirip dengan hawa kuil di desa ku dulu, hawanya sangat tenang dan damai. 'Apa jangan-jangan orang di kuil ini ada hubungannya dengan guru?!'. Curiga. "Siapa kalian!". Tiba-tiba muncul. "Kami seorang pengembara".


"Lalu siapa kau?". Posisi menyerang. "Kenalkan aku penjaga kuil ini namaku brahma aku seorang biksu". Memperkenalkan diri. Setelah mengetahui itu aku langsung menyimpan pedang ku lagi. "Biksu brahma?".


"Aku telah menunggu selama bertahun-tahun, dan akhirnya kau murid yang ia banggakan itu". Senang. "Biksu mengenali guru?". Terkejut. "Tentu saja siapa yang tidak mengenali rubah nakal itu".


'Ternyata dia mengenali guruku yang tukang makan itu'. Beberapa menit malam pun tiba kami menginap beberapa hari di kuil selatan itu. "Aku ingin memberitahu kalian tentang pergerakan iblis di luar sana". Membisikan. "Kenapa bicaranya berbisik?".


"Hinata kita berbicara berbisik agar tidak ketahuan oleh iblis telinga". Memberitahu. "Iblis telinga? iblis macam apa itu?". Bingung. "Iblis itu dapat mendengar suara yang sangat jauh, bahkan di tempat suci dia bisa mendengar percakapan kita".


"Kita bicarakan lagi besok, sekarang kalian cepat tidur sana". Saat kami mau tidur kami mendengar ada seseorang yang mencoba masuk ke kuil ini. "Nishimiya suara apa itu dari gerbang kuil?". Takut. "Hah.. suara?". Memeriksa. "Siapa yang datang malam-malam begini nishimiya?". Bingung.


"Jangan-jangan!". Sudah tau. "HINATA MENJAUH DARI GERBANG SEKARANG JUGA!". Setelah itu hinata di g


bawa iblis lain untuk di jadikan sandra. 'Awas saja kalian kalau sampai melukainya!'. Mengambil pedang.


"Kau mau kemana nishimiya?". Bertanya. "Biksu brahma aku harus menyelamatkan hinata, dia di bawa oleh para iblis". Setelah itu aku pun pergi ke hutan untuk mencari hinata. "Hinata semoga kau baik-baik saja". Khawatir.