
"Uuuh~"
Dengan tenggorokan yang hancur Jet melayang-layang di luar angkasa tanpa pakaian astronaut, cahaya kuning yang terpancar di tubuhnya membuatnya mampu bertahan di area luar angkasa yang sangat ekstrim, dan luka di tenggorokannya pulih secara perlahan berkat cahaya kuning di tubuhnya, namun penyembuhannya yang cukup lambat membuat Jet mengerang kesakitan.
"Ukh.. sunyi sekali, apakah aku akan mati di tempat sesunyi ini?" Secara perlahan tubuh Jet menjauhi bumi dan akhirnya pria berambut pirang itu benar-benar keluar dari orbit bumi, kegelapan alam semesta membuat Jet mengingat masa lalunya yang kelam.
Lalu...
CRAAANG!
Tiba-tiba cahaya kuning di tubuh Jet bergelora dengan sangat deras dan tulang lehernya yang patah pulih dalam sekejap.
"TIDAK!" Teriak Jet lantang, "AKU TIDAK BOLEH MATI DI SINI! MASIH BANYAK ORANG BRENGSEK YANG HARUS KUBUNUH!"
Cahaya kuning di tubuh Jet bergelora dengan kencang seakan berjuang untuk mempertahankan eksistensinya, lalu Jet menengadahkan kedua tangannya ke atas dan terciptalah bola cahaya sekecil kelereng di atas tangannya yang terus membesar dengan cepat.
Bola cahaya di atas tangan Jet terus membesar dan membesar, lalu setelah mencapai diameter satu kilometer bola cahaya itu berhenti membesar.
Lalu Jet menembakkan bola cahaya raksasa-nya ke Bumi.
BWUSH!
Dengan memasang wajah sinis Jet menyaksikan bola cahaya berukuran raksasa miliknya yang meluncur menembus atmosfir bumi.
"Fu.. fu.. fu.." Jet tertawa kecil. "Rasakanlah kekuatan penuhku, Kagami! Makhluk abadi sepertimu pun tidak mungkin bisa bertahan dari cahaya pemusnah milikku!"
JDAARR!
Tiba-tiba Jet dikejutkan oleh dentuman keras yang disebabkan oleh bayangan hitam raksasa yang menghantam bola cahaya raksasa miliknya.
"Apa?!" Ucap Jet terkejut, lalu dengan panik ia mencoba menggunakan jurus teleportasi-nya namun percuma Jet tidak bisa menggunakan jurus teleport karena ada seseorang di bumi yang memblokade jalur teleportasi-nya.
"BRENGSEK! ANJING ITU MASIHÂ MEMBLOKADE JALUR TELEPORTASIKU!"
JDUM!
Bola cahaya raksasa milik Jet pun meledak, dan tidak lama kemudian Jet melihat sesosok bayangan tangan raksasa melesat dari balik bola cahaya raksasa-nya yang hancur.
BWUSH!
Bayangan tangan raksasa itu melesat dengan kecepatan tinggi seperti ular yang hendak menerkam mangsanya.
"Sial... Fazz, sepertinya aku akan segera menyusulmu," ucap Jet pasrah.
Bayangan tangan raksasa itupun akhirnya mencengkram Jet dan menelannya bulat-bulat.
"UAKH!" Di dalam bayangan tangan raksasa itu tubuh Jet yang dilapisi cahaya hancur dan musnah secara perlahan dan tidak lama kemudian Jet pun musnah seakan tidak pernah ada di dunia ini.
**Prologue End
Bonus**!!
All Seeing Eye (OneShot)
Dahulu kala, ada seorang pengembara wanita yang sangat dikagumi sekaligus dibenci oleh setiap generasi penduduk desa Kebakaran, apa nama desanya terdengar aneh di telinga kalian tapi memang itulah namanya.
Desa tersebut disebut Desa Kebakaran karena desa itu dikelilingi oleh 4 gunung berapi aktif di 4 titik perbatasan desa yaitu, Perbatasan Desa bagian Barat, Timur, Selatan, dan Utara.
Bagi warga dan sesepuh desa di sana, 4 gunung berapi tersebut melambangkan Bumi yang membawa kehidupan dan malapetaka.
Walaupun sudah berumur ribuan tahun, Tubuh Lucia terlihat awet muda dan kencang, hal itu disebabkan karena dulu ia pernah memakan buah yang terjatuh dari pohon kehidupan, Yggdrasil.
Hal tersebut membuatnya abadi dan memiliki kekuatan bagaikan dewa, namun walau disebut abadi Lucia tetap saja bisa mati bila dibunuh oleh seseorang.
Mengetahui hal tersebut ia memutuskan menyempurnakan kesaktiannya dengan bertapa di air terjun leher putus untuk menunggu kedatangan sosok Iblis yang kabarnya akan mengabulkan permohonan bagi siapa saja yang mau menemaninya di neraka, Namun tentu saja Lucia tidak tahu dengan hal yang terakhir, yang ia tahu hanya sosok Iblis yang akan mengabulkan permintaan siapa saja.
Bila ia mengetahui hal tersebut, mungkin ia tidak akan mau bertapa di hutan yang gelap itu.
Lalu pada suatu malam, Iblis yang ditunggu-tunggu Lucia akhirnya datang di hadapan Lucia yang sedang khusyu bertapa di Air Terjun Leher Putus.
Menyadari kehadiran sang Iblis, Lucia lekas membuka matanya dan melihat sosok iblis yang sedang mengambang di udara dan melayang mengitari dirinya.
"Apa kau Iblis yang katanya akan mengabulkan permohonan kepada siapa saja?"
"Ya, Perkenalkan aku Lucifer sang Raja Iblis." ucap Iblis memperkenalkan diri pada Lucia yang tidak memperlihatkan rasa takut sedikitpun pada wajahnya. "Aku adalah Raja Iblis yang akan membahagiakan orang-orang yang memujaku."
"Kau memiliki tampang yang aneh untuk seorang raja iblis, tapi itu tidak penting sih..." Ucap Lucia saat melihat wajah Lucifer yang seperti kerbau.
"Jadi apa permintaanmu?" Sela Lucifer.
"Aku ingin kekuatan!"
"Kekuatan, kekuatan seperti apa yang kau mau?"
"AKU INGIN KEKUATAN!" Seru Lucia bersemangat. "AKU INGIN KEKUATAN YANG SANGAT BESAR HINGGA MEMBUAT SEMUA MANUSIA TUNDUK DAN MENYEMBAHKU SEPERTI SEORANG RATU!"
"Permohonan yang bagus!" Ucap Lucifer menyeringai. "Tapi sebelum itu, ada satu hal yang ingin kusampaikan."
"CEPAT BERI SAJA AKU KEKUATAN ITU, ******!" Bentak Lucia jengkel. "Cukup basa-basinya, apa kau tak tahu aku sudah menunggumu di sini SELAMA RIBUAN TAHUN!"
Lucifer hanya tersenyum sinis saat mendengar keluhan Lucia. "Baiklah kalau begitu aku akan memberimu mata pengetahuan, All Seeing Eye."
"All Seeing Eye?"
"Tapi sebagai gantinya, saat kau mati nanti jiwamu akan berendam di neraka bersama kami."
"Neraka katamu!?" Hanya mendengar neraka, wajah Lucia mulai memucat dan tubuhnya mengeluarkan keringat dingin.
"Apa kau takut?" Tanya Iblis. "Coba ingatlah perlakuan orang-orang sekitar yang membencimu, bukankah ini kesempatan yang bagus untuk membalas mereka?"
"Tawaran yang bagus, Iblis." Ucap Lucia. "Tapi kurasa kompensasinya tidak setimpal dengan apa yang kudapat."
"Kenapa kau ragu?" Ucap Iblis.
"Pikir sendiri, kau punya otak kan!"
"Hmmm..., baiklah..."
Tiba-tiba muncul Boneka Voodoo di tangan kiri sang Iblis, lalu Iblis itu memberikan boneka Voodoo itu kepada Lucia.
"Apa ini?" Tanya Lucia.
"Aku akan pergi." Ucap Iblis. "Bila nanti kau berubah pikiran panggilah aku dengan menggunakan boneka itu." setelah selesai bicara, Iblis itu raib di hadapan Lucia.
Continued in Darkness Entity