Deepest Love

Deepest Love
BAB IX MEMBERI JAWABAN



Ria terdiam, dia terus di desak Sam, dia tidak bisa bergerak.. badan Sam yang tinggi dan kokoh menduduki nya dengan santainya..


Sam mulai sedikit demi sedikit berencana memasukkan senjata nya,


"ini sakit, aku tahu kamu masih perawan"


Ria hanya diam, dan matanya tertutup dia enggan melihat aktivitas yang dilakukan nya dengan Sam.


pikiran nya kacau,


"jika sakit kamu boleh menggigit ku"


"aku mau menikah dengan mu, Sekarang juga!"


Sam terhenti, dia terkejut mendengar Ria langsung memberikan jawabannya


"kamu menjawab pertanyaan ku saat ini bukan karena takut aku perkosa kan?"


Ria terdiam, akhirnya dia mengambil keputusan yang sangat gegabah ketimbang dia diperkosa dan dibunuh, fikir nya begitu..


Sam pun menghentikan aksinya, dia memakai baju dan celananya..


Ria langsung berlari menuju kamar mandi dan tidak lupa mengambil baju nya yang sudah berantakan di lantai.


Ria menghela nafas panjang, dia tidak menyangka Sam seserius itu, Sam senekad itu.. difikir fikir Sam tidak terlalu buruk, tinggi badan sekitar 175cm dan badannya juga ber otot.


setelah selesai berganti baju, Ria keluar kamar dan dia tak sengaja melihat Sam sedang duduk di sofa, matanya tidak lepas dari Ria


"sekarang kita pulang, temui kedua orang tua mu!"


Ria mengalihkan pandangannya, dan mencoba merapihkan rambutnya..


"papa orang nya selektif, kalo kamu di tolak gimana?"


kenapa ini manusia omes banget (otak mesum) belum apa apa mikirnya kesitu Mulu, heran deh,


Ria memasang wajah tak ramah..


"tolong lah Ria, kamu bantu aku untuk bisa menikahi mu, yakin kan orang tua mu itu!"


"kenapa kamu begitu terobsesi pada ku? bahkan kita baru kenal Sam?"


"apa salahku mencintai seseorang yang menurut ku baik? ketika melihat mu aku begitu gila, aku tahu kamu selalu memakai baju sopan, tetapi kamu terlalu sexi untuk perempuan Indonesia yang pernah aku kenal"


Ria berfikir dalam hati nya,


ni orang main nya kurang jauh kali ya, liat cewek kayak aku aja langsung gila gini, norak banget...ah tapi gpp lah nikah ma dia, daripada aku mati sia-sia dan diperkosa.


"aku akan berusaha, tapi tolong aku sangat lapar..belikan aku makanan!" Ria mengeluh ketika alarm perutnya berbunyi


"oke sayang, tapi aku ingin ciuman dari bibir kamu yg manis itu" Sam mulai mendekati Ria


dan mencium bibir Ria dengan lembut,


sementara Ria hanya diam tak menyambut.


"jangan kabur yah, jarak rumah ini ke jalan raya lumayan jauh, kamu jangan nekad!"


selepas kepergian Sam, Ria melamun..


apa keputusan ku benar untuk menerima Sam sebagai suamiku yang bahkan aku tidak pernah mengetahui seluk beluknya, ahh aku sangat buntu! ayolah otak jenius ku bekerja lah, apa aku kabur?! ahh cari mati, dia sangat nekad! aku tidak bisa berkutik, tidak mungkin aku mengadu pada papa dan mami,yang bahkan mereka hanya memperdulikan hartanya..


Ria duduk di sofa kamar, dia tidak tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya, otak nya berhenti bekerja, seperti nya Sam sudah berhasil memasukkan Ria kedalam perangkap nya.. Ria berdiri di depan cermin, dia melihat tubuh nya yang sudah di jamah Sam, hatinya hancur..


aku bisa merasakan betapa hancur nya mereka yang di perkosa, aku tidak di perkosa tetapi tubuh ku sudah di jamah, di pegang dan di remas oleh laki-laki yang sama sekali aku tidak mencintai nya, kapan dunia ini adil ya Tuhan.. aku telah berusaha sebaik mungkin membatasi pergaulan agar tidak terjerumus, tetapi aku masih merasakan pelecehan ini. suatu saat aku akan balas kejadian ini, ingat itu Sam, kau akan menyesal!