Deepest Love

Deepest Love
XII RENCANA MENIKAH



Ria keluar kamar dengan muka tanpa beban, duduk di samping Sam dan membuka hp, melanjutkan aktivitas sebelumnya yaitu liat akun gosip di Instagram


sementara maminya stres di dalam kamar, menghela nafas panjang dan bergumam


aku fikir memiliki putri satu itu mudah, ternyata lebih Sulit dari yang aku bayangkan


mama keluar dari kamar nya, mulai menghampiri Sam dan Ria


"Sam, mami tidak melarang kalian menikah hanya keputusan terakhir ada di papinya, Ria anak tunggal jadi tidak bisa secepatnya mengambil keputusan"


"Sam faham mi, tapi kita ini saling cinta,saling sayang dan sama sama takut kehilangan... jika di tunda terlalu lama saya takut akan hal yang tidak diinginkan" nada Sam sedikit mengancam


"maksud kamu apa Sam? jangan macam-macam dengan anak mami!" emosi mami mulai memuncak


Saling sayang saling cinta dari mana, aku gak cinta tuh!


Ria bergumam dalam hati


"bukan begitu mi, aduh Sam salah bicara ya?"


"pokoknya kalian gak usah ketemu dulu deh sampe keputusan papa ada" mami mulai sedikit khawatir.


Sam hanya menelan ludah,dia sedikit kecewa jika tidak bertemu dengan Ria, sementara ria nampak cuek tidak memperdulikan perbincangan antara mami dan Sam.


"Sam kamu bisa pulang sekarang, aku ngantuk!" Ria mengusir Sam dengan halus


"Oh, iya deh..mmmh.. mami seperti nya Ria kelelahan,Sam ijin pulang dulu"


"iya silahkan!" mami Ria berdiri dan mengantarkan Sam sampai depan pintu.


setelah Sam pergi, mami langsung menelpon papa Ria


"papa, bisa pulang cepet gak?"


"papa udah di jalan kok ma, memang kenapa ma?" nampak terdengar suara dari telepon


"nanti kita bicara di rumah aja"


mami menutup hp miliknya, kepalanya sedikit pusing dan dadanya sesak karena syok mendengar berita anak tunggal nya ingin menikah secara dadakan


Ria yang dari tadi hanya main hp pun beranjak dari sofa dan berjalan menuju kamar nya, seperti itulah keluarga Ria, yang tidak ada quality time untuk keluarga...orang tuanya terlalu sibuk mengurusi bisnisnya.


Ria menghempaskan badannya ke kasur, dan teringat akan Rio,


itu bocah kan tadi suruh aku bohong ke mami kalo aku mau nginap, tapi kok mami gak nanya soal itu ya


"haloo" terdengar suara di balik hp Ria


"Yo, kamu tadi udah sampein ke mami soal aku gak pulang?"


"yang mana ia? aku lupa banyak tugas ini"


"nggak, ngapain juga"


Ria menghela nafas


Untung Rio sama kayak aku pelupa, jadi mami gak banyak tanya


"ya udah lah, btw itu tugas apaan?"


"tugas biasa, observasi ia!"


"mata kuliah apa? aku bikinin sekalian!"


"ah kebiasaan, ribetin hidup aku mulu"


"ohh gitu, oke.. besok ga ada makan siang gratis!"


"eeh, besok emang kamu kuliah?"


"hemm, kuliah"


"iya nanti di buatin, tapi makan siang gratis yak buat aku"


"siap"


Rio murahan banget, disogok makan siang aja mau ngerjain tugas..laki laki model apa ini


Ria bergumam dalam hati sambil mematikan handphone.


Ria membaringkan badannya di kasur, rasanya ingin segera terlelap untuk tidur.. perlahan matanya mulai tertutup, tetapi dadanya sesak, tiba tiba dia mengingat kejadian siang tadi, rasa kantuknya mulai terlupakan, fikiran berputar putar dan mengingat ciuman yang dilepaskan


oleh Sam pada bibirnya, baginya ini yang pertama.. detak jantung nya merasa lebih cepat dari biasanya..


kenapa dia berani sekali padaku, padahal orang tua ku bisa membeli nyawanya, lihat saja Sam akan aku hancurkan hatimu, kamu yang pertama menghancurkan hati ku, kamu pun yang pertama melecehkan ku...!!!


.


.


.


.


kak Baifern aku minta foto nya yaa...


ini visual Ria k pas mau bobo