Deepest Love

Deepest Love
BAB XIII MENIKAH



sementara Ria mulai terlelap tidur, di kamar mami Ria terdapat percakapan antara papa dan mami Ria


"Yang mami bingung pa, kenapa Ria begitu cepat ingin menikah, ini mencurigakan!" Mami mulai mengeluarkan uneg-uneg nya


"Jika memang itu pilihan nya, jangan di tunda..papa tahu alasan Ria, turuti saja!"


"pa, Mami takut Ria dijebak pa..mungkin dia orang yang akan menguras harta kita dengan cara menikahi Ria"


"kita tidak usah fasilitasi Ria apapun, dengan begitu kita tahu apa maksud mereka menikah secepat itu!"


"Tapi Sam tidak terlalu mapan untuk Ria pa, bagaimana mungkin Ria bisa hidup dengan nya"


"apabila Ria sudah menentukan pilihan nya, ya berarti dia sudah tahu konsekuensinya"


"baiklah pa, kita ikuti mereka mami penasaran apa tujuan mereka, karena Ria gak pernah pacaran dengan siapapun, aneh banget ini pa"


"sudahlah mi, kita kan gak tahu dia bergaul dengan siapa, kita sibuk dengan bisnis kita"


Sepertinya papa Ria menyangka Ria hamil, sontak mami ria langsung tersulut emosi


"sorry pa, itu kayaknya papa yang begitu, mami tahu betul anak mami itu, walaupun mami sibuk dengan bisnis"


"ya..! semuanya salah papa, mami selalu benar, udah papa mau mandi!" Papa Ria emosi juga dan pergi meninggalkan mami yang masih emosi..


Heran deh, di ajak diskusi malah bikin emosi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


keesokan harinya...


Ria sudah berdandan cantik, kali ini ia memakai celana panjang warna cream yang dipadukan dengan kemeja kotak-kotak warna senada, rambutnya dibiarkan terurai.. ketika Ria membuka kamar dan berniat hendak menuju meja makan, pemandangan yang jarang dilihat olehnya kini ada di depan matanya,


Papa dan mami tumben belum berangkat, emmmhh i don't care lah


Ria cuek dan duduk di meja makan dengan gaya seolah-olah tidak terjadi apa-apa


"kuliah pagi nak?" mami membuka percakapan


"iya, mau observasi salah satu perusahaan Televisi"


"dimana itu?" Papa mulai tertarik akan topik percakapan kali ini


"sama siapa, jauh loh..!" mami mulai khawatir


"sama Rio"


"gak nginep kan?" tanya Papa


"gak, cuman sebentar kok ntr di perdalam di artikel"


"Ria, papa boleh tahu kenapa kamu menikah terburu-buru?" tanya papa


"ya Ria pengen aja punya suami pa, kan papa sama mami jarang di rumah, Ria kesepian" Jawab Ria yang ngelantur, entahlah dia dapat ide dari mana


mami dan papa saling pandang,


"oke, papa setujui kalian menikah, asal kamu sendiri yakin, karena kalian berdua yang menjalankan pernikahan itu" papa memberikan siraman rohani.


mendengar kata-kata papa nya yang saat ini sangat tepat untuk Ria membuat nya salah tingkah, karena Ria sendiri tidak yakin akan pernikahan itu..


"dengar nak, keraguan itu berbahaya, pelan tapi yakin akan lebih baik" papa melanjutkan khutbah paginya.


papa kenapa sih harus ngomong gini, ini melow banget, kalian tahu aku tidak bisa berbicara pada siapapun untuk saat ini


Ria menahan air matanya yang mulai menggenang,


"Ria yakin pa" Ria mencoba mengekspresikan wajah bahagia


"papa dan mami sangat menyayangi kamu, mungkin kamu merasa kita jarang quality time tapi sungguh papa bekerja keras untuk kebahagiaan kamu nak, jangan sampai kamu salah memilih" papa terus menasehati Ria


"mami juga setuju dengan papa, jangan sampai kamu menghindari hal sepele tetapi memilih resiko yang sangat besar, mami yakin kamu perempuan yang baik, mami juga yakin tidak mungkin kamu hamil di luar pernikahan dan menjatuhkan martabat keluarga kita, mami sangat yakin itu"


"iya mi, Ria nggak hamil, kalo memang gak percaya ayuk kita cek ke dokter atau mami beli testpack, kita buktikan"


air mata Ria jatuh tak tertahankan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ria otewe Ngampus