
Seminggu setelah pembahasan pernikahan akhirnya di sepakati hari dan tanggal pernikahan Ria dan Sam
mereka menikah, Ria yang pertama kali melihat orang tua Sam di hari pernikahan nya.
Sam nampak tampan menggunakan jas berwarna putih, sementara Ria menggunakan gaun pengantin putih.
pernikahan yang sederhana, hanya di hadiri keluarga inti.
setelah selesai mengucapkan ijab qabul, Ria dan Sam diminta untuk berfoto bersama keluarga.
"hentikan tangan mu itu Sam!" Ria berbisik ke kuping Sam, dia risih dengan tingkah laku Sam yang sangat kekanak-kanakan.
"honey, please kita udah halal.. gpp kali ah!" Sam tersenyum manja
setelah acara selesai, sekitar pukul 18.00
Ria memasuki kamarnya diikuti Sam.
sementara keluarga Sam pulang terlebih dahulu.
"kamu di luar dulu, aku mau ganti gaun" Ria mengusir Sam
"memang kenapa? kan sudah resmi suami istri" Sam nampak cuek
"Nggak, aku butuh waktu..aku malu" Ria langsung menutup pintu kamarnya dan meninggalkan Sam yang berada tepat depan pintu kamar, Sam hanya bengong tak berkutik
aduh perempuan emang ribet, banyak aturan... gak tahu apa aku capek banget pengen rebahan. Sam bergumam dalam hati dan mencari sofa yang nyaman untuk beristirahat.
setelah hampir satu jam Sam menunggu Tia tak kunjung datang akhirnya dia nekad membuka pintu kamar,
Ni bocah semedi kali ya, lama banget buka gaun aja.
Sam membuka pintu kamar dan melihat pemandangan yang membuat nya langsung kesal,
Ria tertidur pulas dengan piyama dan selimut hangat.
Bisa yah tidur tanpa memikirkan suaminya, aku nunggu di sofa hampir satu jam... ckcck
Sam membuka jas nya, dan bergegas ke kamar mandi, badannya sangat lengket karena begitu banyak dia mengeluarkan keringat keringat grogi ketika baca ijab qobul, dan keringat malu ketika di suruh berfoto bersama keluarga.. ya terkadang dibalik sifat nya yang sedikit absurd dia pemalu juga.
setelah mandi Sam langsung rebahan di kasur dekat dengan Ria, dia merentangkan tangannya dan secara tidak sengaja tangan kanannya menyentuh pipi Ria
Aduhh Tuhan, ini lembut banget...cium jangan ya, cium aja kali ya.. Sam memperhatikan pipi Ria yang mulus dan putih, ingin rasanya dia mencium nya tetapi takut membangun kan Ria.
.
.
.
waktu menunjukkan pukul 03.00 Ria terbangun karena alarm perutnya. Dia terkejut ketika melihat tangan Sam merangkul pinggang nya dari belakang.
emang dasar mesum, aku lagi tidur masih aja gerayangan tangannya.
Ria emosi dan membangun kan Sam.
"Sam bangun, Sam!"
"apa sih, masih malem teriak-teriak?"
"kamu kenapa tidur disini, siapa yang suruh!"
"lah kita kan dah nikah, apa masalahnya?"
"terus kalo udah nikah kamu seenaknya gitu? inget ya ini kamarku, aku berkuasa di sini, dan ini tangan mu, tolong yang sopan!"
"terus aku tidur dimana ia? di toilet?" Sam celingukan mencari sofa tetapi kamar Ria tidak ada sofa nya.
"ide bagus tuh di toilet!"
"ia, kamu dosa loh nyiksa suami?"
"jangan berhayal untuk menjadi suami ku!"
Ria pergi meninggalkan Sam dikamar dan keluar untuk mencari makanan di dapur.
sementara Sam menghela nafas panjang mendengar amukan dari Ria, baginya kejutekan Ria itu hal yang biasa. Sam mencari tempat untuk tidur selain kasur namun dia terlalu lelah dan akhirnya tertidur lagi dikasur.
Ria memasak nasi goreng, dan melahapnya dengan cepat
Nasi goreng Racik emang mantap, good buat RnD nya nih, di formulasi untuk perempuan yang gak ngerti bumbu dapur.
Ria memuji bumbu nasi goreng, setelah kenyang dia langsung menuju kamarnya dan berniat untuk melanjutkan tidur malam nya yang terganggu karena alarm perutnya.